Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lokasi pasca kebakaran di Pasar Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ditinjau Bupati Malang, Sanusi, pada Selasa (14/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Malang berencana membangun kembali Pasar Turen dengan konsep hanggar atas kejadian ini.
Baca juga: Cek Volume Waduk Jajong & Paprit, Pemkab Lamongan Pastikan Pasokan Air Aman untuk Sawah saat Kemarau
Sebagaimana diketahui, kebakaran terjadi di bagian pasar sayur bawah Pasar Turen, Senin (13/7/2026), pukul 17.00 WIB.
Sumber api diduga berasal dari tumpukan sampah di sekitar rumpun bambu di belakang tempat pembuangan sementara (TPS).
Kebakaran ini merembet hingga mengenai kios sembako milik Misbahul (44) warga Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang serta toilet umum di pasar tersebut.
Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.
Kemudian, Bupati Malang beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan peninjauan lokasi terbakar.
Sanusi terjun secara langsung ke lokasi yang terbakar kemarin malam.
Kemudian, ia mencari sumber api yang diduga berasal dari rumpun bambu serta tumpukan sampah di sekitar lokasi.
Namun, untuk penyebab utama terjadinya kebakaran ini masih dalam penyelidikan kepolisian.
"Bekas timbunan sampah ini dibersihkan dulu, kemudian diurug dengan tanah supaya tidak ada timbunan sampah di sini. Bambu juga dibersihkan supaya lingkungannya bersih," ujar Sanusi di sela-sela kunjungannya.
Berdasarkan hasil tinjauannya, perlu dilakukan penataan TPS yang berada di samping pas kios pasar.
Rencananya, TPS akan dipindah ke depan dan tidak berada di dekat kios pedagang.
Kemudian, Sanusi berencana untuk membangun Pasar Turen dengan konsep hanggar.
Realisasi pembangunannya diperkirakan dilakukan pada 2027 mendatang, dengan total anggaran perkiraan sebesar Rp6 miliar.
"Sekarang ini masih pembersihan dulu, supaya tidak terjadi kebakaran lagi," pungkas Sanusi.
Baca juga: Tewas Dibacok Teman, Wahyudi sempat Dihubungi Tetangga Agar Tak Keluar Rumah, Dugaan Motif Terkuak
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa, menambahkan jika penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Kami menyerahkan segala proses penyelidikan ke kepolisian. Untuk kios terbakar hanya satu dan kerugiannya ditaksir mencapai Rp10 juta," imbuh Astri.
Pada saat kebakaran, ada unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang serta satu unit mobil damkar milik PT Pindad Turen diterjunkan untuk memadamkan api.
Proses pemadaman dilakukan hingga pukul 20.00 WIB.
Petugas damkar memastikan kobaran api tidak merembet ke area pasar.