TRIBUNJATIM.COM - Nama Muhammad MBG Subianto yang disematkan kepada seorang bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah kini viral di media sosial.
Di balik nama unik tersebut, tersimpan kisah haru seorang ibu yang ingin mengabadikan rasa syukurnya setelah mendapat pekerjaan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ibu dari bayi tersebut, mengaku sengaja menyisipkan unsur MBG dan Subianto pada nama anak ketiganya sebagai bentuk terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program MBG telah membantunya keluar dari pengangguran dan memberikan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ibu dari Muhammad MBG Subianto adalah Yuharni (41).
Baca juga: Sosok Bayi Baru Lahir yang Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Ibu Tukang Cuci Ompreng di SPPG
Tanpa gengsi, Yuharni yang sehari-hari bekerja mengurus ompreng (wadah makanan) di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, sengaja mengabadikan nama program milik Presiden Prabowo Subianto pada anak ketiganya sebagai wujud terima kasih karena telah terbebas dari jerat pengangguran.
Kisah itu membuat seorang bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, mendadak menjadi perhatian masyarakat.
Bayi yang baru berusia tiga hari itu diberi nama Muhammad MBG Subianto, nama yang terbilang unik dan langsung mengundang beragam tanggapan dari warga.
Bayi tersebut merupakan putra ketiga pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.
Muhammad MBG Subianto lahir melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam, 10 Juli 2026.
"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli, tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).
Saat lahir, Muhammad MBG Subianto memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.
Yuharni mengungkapkan, pemberian nama putranya bukan dilakukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa kehidupannya berubah setelah bekerja di SPPG.
Perempuan berusia 41 tahun itu mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.
"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.
Yuharni mengatakan rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada anak ketiganya.
"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, ia merasakan penghasilan dari pekerjaannya mampu membantu kebutuhan sehari-hari.
"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.
Sebelum nama itu resmi diberikan, Yuharni mengaku sempat berdiskusi dengan suaminya, Ambon Yassin.
Sang suami pada awalnya hanya mengingatkan agar nama putra mereka tetap diawali dengan nama Muhammad.
Setelah itu, Yuharni menambahkan unsur MBG di tengah nama dan Subianto di bagian belakang sehingga menjadi Muhammad MBG Subianto.
"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.
Menurut Yuharni, nama Subianto terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia menilai Presiden Prabowo memiliki jasa besar dalam menghadirkan Program MBG yang membuat dirinya memperoleh pekerjaan.
"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.
Yuharni juga menceritakan pengalaman unik selama menjalani kehamilan.
Ia mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya.
Baru ketika usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan, ia mengetahui dirinya tengah hamil.
"Saya enggak tahu kalau hamil, tahu-tahu sudah tujuh bulan," ungkapnya.
Meski demikian, Yuharni tetap menjalankan aktivitas bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan.
Di tempat tersebut, Yuharni bertugas di bagian ompreng, yaitu membersihkan wadah makanan setelah digunakan.
Ia bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu untuk menambah penghasilan keluarga.
"Lebih nyaman di SPPG," katanya.
Menurutnya, alasan utama memilih bekerja di SPPG karena lokasi kerja lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah dijangkau.
Nama Muhammad MBG Subianto ternyata langsung menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya.
Yuharni mengaku menerima berbagai komentar dari masyarakat.
Sebagian memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.
"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek enggak saya balas," ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak di kampungnya justru terlihat antusias dengan nama tersebut.
Setiap sore setelah pulang mengaji sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kerap memanggil nama bayinya.
"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.
Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni mengatakan anaknya kemungkinan besar akan akrab disapa MBG.
Tidak hanya warga sekitar, teman-teman Yuharni di tempat kerja juga memberikan tanggapan positif setelah mengetahui nama anaknya.
Menurutnya, rekan-rekan kerja menyukai nama tersebut.
"Pada suka-suka saja sih, malah suka dibuat bercandaan kenapa enggak dikasih nama Ompreng," ujarnya sembari tersenyum.
Saat ini keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Akta kelahiran Muhammad MBG Subianto sedang dalam proses pembuatan.
Karena usia bayi masih tiga hari, keluarga belum menggelar syukuran pemberian nama.
Rencananya, syukuran akan dilaksanakan saat usia bayi memasuki tujuh hari.
Usai melahirkan, Yuharni kini masih mengambil masa cuti.
Setelah masa cuti selesai, ia berencana kembali bekerja di SPPG seperti sebelumnya.
Ia berharap nama anaknya yang unik ini dapat menghantarkan menuju kesuksesan.
"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya.