Jembatan Garuda Termangu di Kepanjen Jadi Jalur Favorit Wisata Kuliner, Meski Bikin Jantung Berdebar
Alga W July 14, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jembatan Garuda Termangu yang menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, dan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, telah selesai dibangun.

TribunJatim.com berkesempatan menjajal sensasi melewati Jembatan Garuda Termangu, Selasa (14/7/2026) pagi.

Baca juga: Tinjau Pasar Turen Pasca Kebakaran, Bupati Sanusi Berencana Bangun Lagi Pakai Konsep Hanggar

Jembatan yang diresmikan pada Senin, 9 Maret 2026 lalu, saat ini menjadi akses utama bagi warga kedua desa untuk beraktifitas.

Lokasi jembatan tersebut kini mulai ramai didatangi warga yang hanya ingin sekadar berfoto maupun berburu kuliner di sekitar area jembatan.

Tidak hanya itu, di bawah jembatan yang sungai metro juga menjadi spot favorit bagi warga untuk memancing.

Sensasi melintasi jembatan gantung yang membentang di atas sungai metro ini rupanya sukses memacu adrenalin warga yang melintas.

Seorang warga asal Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Binti Masquria, mengungkapkan pengalamannya saat menjajal jembatan gantung tersebut.

Sambil tersenyum tipis, ia mengaku kerap merasa tegang saat melintas, terutama jika situasi mengharuskannya untuk bergegas.

"Ya mumet (pusing) kadang. Lek (kalau) harus lari, deg-degan," ujarnya saat ditemui usai berjalan kaki melewati jembatan.

Meski membuat jantung berdebar, jembatan ini menjadi jalur andalan baru baginya.

Ia mengaku sudah sekitar empat kali bolak-balik melintasi jembatan tersebut.

Alasan utamanya cukup sederhana dan merakyat, yakni demi berburu kuliner favorit di seberang sungai.

Banyak warung kuliner yang ada di sekitar yang menjual makanan seperti gorengan, rujak, nasi empok, hingga minuman dingin maupun kopi.

"Biasanya mau ke sana beli nasi empok untuk makan siang," tuturnya ramah.

Selain menjadi jalur pintas yang memangkas waktu perjalanan dari 30 menit menjadi hanya sekitar 10 hingga 15 menit, jembatan dari program prioritas pemerintah pusat yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto ini ternyata menyimpan potensi wisata lokal yang ciamik.

Pemandangan alam di sekitar jembatan yang asri serta berdirinya warung-warung kuliner di sekitarnya mulai menyedot perhatian warga.

Jembatan yang dibangun hasil kolaborasi TNI, Vertical Rescue Indonesia (VRI), dan warga setempat tersebut tidak lagi sekadar sarana infrastruktur penyeberangan, melainkan tempat nongkrong baru yang ramah di kantong.

Menurut Binti, suasana di sekitar jembatan sangat mendukung untuk melepas penat di sela aktivitas harian.

"Di samping tempatnya isis (sejuk/semilir), di sini juga murah. Terus nyaman dan ya, asyik," pungkasnya.

Kehadiran Jembatan Garuda ini tidak hanya mempermudah urusan perut dan mobilitas sehari-hari.

Tetapi juga mulai menggerakkan roda ekonomi warung-warung kecil di perbatasan Kepanjen-Sumberpucung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.