Usai Olah TKP Dugaan Ledakan Bom Rakitan, Siswa MAN 3 Padang Dipulangkan Lebih Awal
Rezi Azwar July 14, 2026 06:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang dihentikan lebih awal setelah polisi selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait dugaan ledakan di lingkungan sekolah, Selasa (14/7/2026).

Pantauan reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan siswa terlihat berada di luar pagar sekolah. 

Sementara itu, sejumlah guru dan tenaga kependidikan berkumpul di depan ruang guru yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi dugaan ledakan.

Di saat bersamaan, petugas kepolisian masih melakukan pembersihan lokasi serta mengevakuasi sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan. 

Baca juga: Targetkan Teman Sekelas, Diduga Korban Perundungan di MAN 3 Padang Ledakkan Bom Saat Jam Istirahat

GERBANG SEKOLAH- Penampakan gerbang MAN 3 Padang yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026).
GERBANG SEKOLAH- Penampakan gerbang MAN 3 Padang yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Garis polisi (police line) yang sebelumnya membatasi area TKP juga telah dibuka.

Tak lama berselang, siswa yang ruang kelasnya berada di sekitar lokasi kejadian dipersilakan masuk untuk mengambil tas dan barang-barang pribadi mereka.

Suasana sempat diwarnai kepanikan. Sejumlah siswa terlihat berlari saat masuk maupun keluar dari ruang kelas sambil membawa perlengkapan sekolah masing-masing.

Setelah seluruh barang berhasil diambil, pihak sekolah meminta para siswa untuk langsung pulang ke rumah. Adapun guru dan tenaga kependidikan meninggalkan sekolah sekitar pukul 16.00 WIB.

Salah seorang siswa, Fikri, mengatakan bahwa sekitar pukul 13.00 WIB semua siswa sudah dipulangkan, namun masih ada beberapa orang yang tinggal karena menunggu barang bawaan masing-masing.

Baca juga: Pemandu Lagu Dibunuh di Hotel Dharmasraya, Pelaku Datangi Polres dan Akui Perbuatannya

"Tadi habis salat Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB sudah dipulangkan, ada beberapa yang masih tinggal karena menunggu barang mereka, biasanya pulang sekolah itu pukul 16.00 WIB," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut karena saat kejadian sedang mengikuti rapat.

Ia mengaku baru mendapat informasi dari petugas keamanan sekolah mengenai adanya insiden di lingkungan madrasah.

"Saya sedang rapat, lalu satpam memberi tahu ada kejadian. Setelah itu sudah ditangani Babinsa, kemudian pihak kepolisian datang," ujarnya.

Marliza juga mengaku tidak mendengar suara ledakan yang disebut-sebut terjadi karena lokasi rapat cukup jauh dari titik kejadian.

"Saya tidak dengar bunyinya. Kami sedang rapat, jadi hanya diberi tahu ada kejadian. Yang saya dengar hanya informasi adanya ledakan, bunyinya seperti petasan atau mercun," katanya.

Polisi Lakukan Olah TKP

Menurut Marliza, setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan olah TKP di lokasi.

Namun, ia tidak mengetahui barang apa saja yang ditemukan selama proses penyelidikan.

"Itu mungkin langsung saja ditanyakan ke pihak kepolisian, karena mereka yang lebih mengetahui hasil pemeriksaannya," ucapnya.

Baca juga: Sakit Hati Saat Cekcok, Motif Pria Dharmasraya Nekat Bunuh Pacar Sendiri di Kamar Hotel

Meski sempat terjadi kepanikan, Marliza memastikan kondisi sekolah saat ini telah kembali kondusif dan tidak ada kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada esok harinya. 

"Alhamdulillah kondisi sekolah sekarang baik, tidak diliburkan," katanya.

Targetkan Teman Sekelas

Diduga dendam karena menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah, seorang siswa MAN 3 Padang nekat meledakkan bom rakitan pada Selasa (14/7/2026).

Aksi nekat yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB tersebut menggemparkan warga sekolah dan masyarakat sekitar Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, di lapangan sejak pukul 14.12 WIB, petugas gabungan berada di lokasi kejadian.

Di sekitar lokasi ledakan, tepatnya di luar ruangan kelas XII IPS 5 MAN 3 Padang sudah terpasang garis polisi.

Baca juga: Siswa MAN 3 Padang Diduga Rakit Bom karena Jadi Korban Bullying, Polisi: Dipelajari dari Internet

DUGAAN BOM RAKITAN- Penampakan bekas ledakan diduga dari bom rakitan di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026) siang.
DUGAAN BOM RAKITAN- Penampakan bekas ledakan diduga dari bom rakitan di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026) siang. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sedangkan di luar ruangan kelas terdapat beberapa meja belajar, di dalamnya tampak sisa bubuk mesiu dan bekas ledakan.

Ledakan itu juga berdampak pada dinding kelas, namun saat di lokasi sudah tidak ada barang bukti, lantaran sudah diamankan pihak berwajib.

Akan tetapi, TribunPadang.com sempat menyaksikan tiga unit meja belajar yang masih bersisa bubik mesiu.

Meja itu dipenuhi bubuk mesiu, dan dari jarak dekat tercium bau menyengat seperti petasan yang baru saja meledak.

Baca juga: Diduga Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi: Milik Siswa L yang Kerap Dibully

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan terduga pelaku diduga korban bullying di sekolah dan semasa kecil.

Berdasarkan hasil interogasi awal dengan terduga pelaku inisial L, siswa kelas XII IPS 5 itu menerima pembullyan sejak kelas XI di MAN 3 Padang.

"Jadi dia mengaku sudah menerima pembullyan ini sejak di kelas XI, selain itu juga mendapat perlakuan yang sama sejak kecil, orangnya berbeda," ucapnya saat memberikan keterangan, Selasa (13/7/2026).

Oleh karena itu, terduga pelaku berencana menargetkan korban dengan meledakkan bom rakitan tersebut di laci meja yang berada di luar ruangan kelas XII IPS 5.

Terduga pelaku diduga menargetkan teman sekelasnya pada saat jam istirahat sekira pukul 10.15 WIB.

"Jadi target pelaku ini, teman sekelasnya, dilakukan saat jam istirahat pukul 10.15 WIB," tuturnya.

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang

DUGAAN BOM RAKITAN- Personel Satbrimob Polda Sumbar bersenjata lengkap melakukan pengamanan di sekitar MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Pengamanan ketat tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dugaan temuan benda mirip bom rakitan di lingkungan sekolah.
DUGAAN BOM RAKITAN- Personel Satbrimob Polda Sumbar bersenjata lengkap melakukan pengamanan di sekitar MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Pengamanan ketat tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dugaan temuan benda mirip bom rakitan di lingkungan sekolah. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Penemuan bom rakitan di MAN 3 Padang berawal dari suara ledakan di depan ruangan kelas XII IPS 5.

Informasi ini didengar oleh warga lalu melaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika pada Selasa (14/7/2026) pukul 10.15 WIB.

"Jadi tadi pada pukul 10.15 WIB, terjadi ledakan bom eksplosif di depan ruangan kelas XII IPS 7, bagian luar, di dalam laci meja," katanya saat dimintai keterangan.

Baca juga: Breaking News: Dugaan Temuan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Brimob Bersenjata Lengkap Amankan Lokasi

Setelah dilakukan pengecekan menggunakan CCTV, perbuatan itu dilakukan oleh siswa berinisial L.

Aksi itu ujar Kapolres, dilatarbelakangi lantaran sering menerima pembullyan di sekolah oleh teman-temannya.

"Setelah diselidiki, ada siswa yang berinisial L diduga karena rasa dendam, tertekan, karena sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan meluapkan emosinya dengan melakuka hal tersebut," tuturnya.

Namun beruntung dalam ledakan tersebut tidak ada korban jiwa, karena bom rakitan tidak mempunyai daya ledak tinggi.

Baca juga: Antrean BBM di Padang Masih Mengular, Arus Lalu Lintas Tersendat saat Jam Berangkat dan Pulang Kerja

"Setelah kita cek, tidak ada korban jiwa" sebutnya.

Sementara itu, temuan barang bukti di TKP, terdapat berupa bom molotov, lalu di dalam ransel terduga pelaku juga ditemukan ketapel dan kelereng.

Menurut Kombes Pol Apri, barang-barang itu merupakan alat yang akan digunakan untuk melampiaskan niat kepada teman yang sering melakukan perundungan.

Untuk bom rakitan yang telah diledakkan, informasi sementara dari kepolisian diduga sengajak diledakkan untuk mencelakai temannya.

"Jadi bom ini sengaja diledakkan di dalam kelas, total empat unit, satu sudah diledakkan, namun tiga lagi belum, sudah diamankan. Untuk sementara, terkait bom rakitan akan ditelusuri, unsur apa yang terkandung di dalamnya," pungkasnya.

Brimob Bersenjata Lengkap Amankan Lokasi

Masyarakat Kelurahan Balai Gadang dihebohkan dengan dugaan temuan benda mirip bom rakitan di lingkungan sekolah MAN 3 Padang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (14/7/2026) siang.

Benda mencurigakan tersebut pertama kali diketahui warga setelah mendengar suara ledakan selepas salat zuhur.

Diketahui MAN 3 Padang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari SMP 16 Padang, atau sekitar 7,2 kilometer dari Kantor Wali Kota Padang.

Penemuan benda diduga bom rakitan ini berawal dari adanya ledakan di sebuah ruangan kelas dan didengar oleh warga setempat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejati Sumbar Rapat Bersama Kepala Daerah, Bahas Tol Sicincin-Bukittinggi

STERILISASI LOKASI- Kondisi area MAN 3 Padang, Koto Tangah, Kota Padang yang telah dipasangi garis polisi menyusul adanya dugaan bom rakitan, Selasa (14/7/2026).
STERILISASI LOKASI- Kondisi area MAN 3 Padang, Koto Tangah, Kota Padang yang telah dipasangi garis polisi menyusul adanya dugaan bom rakitan, Selasa (14/7/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 14.12 WIB, tampak sekolah tersebut sudah ramai oleh pihak berwajib.

Terlihat personel polisi berseragam taktis lengkap dengan helm, rompi pelindung (body armor), kacamata hitam, dan membawa senjata laras panjang.

Di gerbang sekolah, pagar ditutup hampir seutuhnya dan hanya bisa dilewati seukuran badan orang dewasa, kira-kira 60 sentimeter.

Baca juga: Kejati Sumbar Tidak Koordinasi Jemput Mahasiswa UIN Imam Bonjol, Dekan Syariah: "Kan Ada Etiknya"

Di dalam pekarangan, tepat di belakang lapangan basket sekolah tersebut, tampak petugas berwajib dengan pakaian lengkap berjaga di sekitar lokasi.

Garis polisi tampak melintang, dipasang membentuk ukuran persegi panjang.

Selain puluhan petugas, para guru atau pihak sekolah juga berada di luar garis polisi tersebut untuk menyaksikan.

Namun, di sebuah ruangan kelas di samping garis polisi, puluhan personel sedang melakukan pengecekan di lokasi yang diduga terjadi ledakan bom.

Hingga kini, polisi sudah berpindah dari ruangan kelas XII IPS 7, di dekat garis polisi tersebut.

Mereka tampak mengarah ke ruangan guru, pintu dikunci dan dijaga oleh pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.