TRIBUNNEWS.COM - Lee Zii Jia memastikan dirinya belum memiliki niat sedikit pun untuk meninggalkan dunia bulu tangkis meski dalam setahun terakhir harus melalui salah satu periode paling sulit sepanjang kariernya.
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia itu menegaskan akan terus berjuang dan tidak akan menyerah hanya karena dihantam cedera, penurunan performa, maupun keraguan terhadap diri sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee Zii Jia melalui unggahan di media sosial pada Minggu (13/7/2026) sebagai bentuk jawaban atas berbagai spekulasi mengenai masa depannya setelah rentetan hasil yang belum memuaskan.
Peraih medali perunggu Olimpiade itu mengakui perjalanan yang dijalaninya dalam beberapa bulan terakhir bukanlah hal mudah, tetapi menyerah bukan pernah menjadi pilihan dalam hidupnya.
"Saya berterima kasih kepada teman-teman dan para penggemar yang tidak pernah menyerah kepada saya," tulis Lee Zii Jia.
"Ada banyak momen ketika saya sendiri tidak menyukai diri saya dan tidak mengerti mengapa kalian masih terus mendukung serta percaya kepada saya berulang kali," lanjutnya.
Menurut Lee, dukungan yang terus mengalir membuatnya menyadari bahwa seorang atlet tidak hanya layak mendapat apresiasi ketika meraih kemenangan, melainkan juga ketika terus berusaha bangkit dari keterpurukan.
Ia pun menegaskan akan terus melangkah meski masih harus menghadapi kegagalan, keraguan, dan masa-masa sulit di kemudian hari.
"Saya tidak tahu seperti apa masa depan dan saya juga tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi saya tidak akan menyerah dengan mudah dan akan terus bermain sampai saya benar-benar tidak bisa lagi," tegasnya.
Lee Zii Jia juga membuka cerita mengenai fase terendah dalam kariernya sejak memutuskan meninggalkan program pelatihan nasional Malaysia pada 2022.
Pebulu tangkis kelahiran Kedah itu mengungkapkan bahwa cedera yang terus datang bersamaan dengan performa yang menurun membuat dirinya sempat berada dalam kondisi mental yang sangat berat.
Ia bahkan merasa kesulitan untuk membuka isi pikirannya kepada orang-orang di sekelilingnya sebelum akhirnya memberanikan diri mengambil kendali penuh atas kehidupan dan kariernya sendiri.
Baca juga: Lee Zii Jia Blak-blakan soal Masa Sulit usai Tinggalkan Pelatnas Malaysia
Menurut Lee Zii Jia, apabila ingin terus bertahan sebagai atlet profesional, dirinya harus berani memperjuangkan kebebasan untuk menentukan jalan kariernya.
Ia juga menyatakan siap menerima segala konsekuensi dari keputusan tersebut karena seluruh pilihan yang diambil merupakan tanggung jawabnya sendiri.
"Bagi saya, yang paling penting sekarang adalah mengembalikan fokus ke lapangan dan perlahan menata kembali kehidupan serta diri saya," paparnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa fokus utamanya saat ini bukan menjawab berbagai spekulasi, melainkan mengembalikan performa terbaik di lapangan.
Tanda-tanda kebangkitan Lee Zii Jia sebenarnya mulai terlihat pada penampilannya di Canada Open 2026.
Dalam turnamen tersebut, mantan juara All England itu berhasil mencatatkan pencapaian terbaiknya sepanjang musim ini dengan melaju hingga babak semifinal.
Langkah Lee baru terhenti setelah dikalahkan wakil Jepang, Koki Watanabe, namun hasil tersebut menjadi modal positif untuk menghadapi agenda berikutnya.
Setelah Canada Open, Lee Zii Jia dijadwalkan kembali bertanding di Taiwan Open 2026 yang berlangsung pada 28 Juli-2 Agustus.
Usai tampil di Taiwan Open, pemain berusia 28 tahun itu akan melanjutkan perjuangannya pada Korea Masters 2026 yang digelar mulai 4 hingga 9 Agustus.
(Tribunnews.com/Niken)