Tiara, Anak Penjual Kripik Konsisten Jaga Prestasi hingga Diterima Kuliah Gratis di Kedokteran UGM
Yoseph Hary W July 14, 2026 07:14 PM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kerja keras Tiara Julianti dalam mempertahankan prestasi akademik berhasil mengantarkannya menjadi mahasiswa di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU).

Sejak SD hingga SMA, Tiara selalu mendapatkan rangking satu. Ia pun aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi, kompetisi, dan ekstrakurikuler. Manajemen waktu menjadi kunci, agar kegiatan akademik dan nonakademiknya berjalan seimbang.

Cita-cita jadi dokter

Alumni SMAN 1 Tangerang ini pun berupaya kuat menjaga prestasinya. Alasannya satu, mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. 

"Alhamdulillah aku SD selalu juara I, terus SMP aku juara umum di sekolah yang bisa mengelolosin aku ke SMA 1 (SMAN 1 Tangerang). Nah pas di SMA 1 aku masih mempertahankan peringkat aku di kelas. Nah konsisten aku di kelas itu Alhamdulillah membuahkan hasil bisa lolos Kedokteran UGM," katanya, Selasa (14/7/2026).

"Aku selalu mengutamakan tugas-tugas sekolah. Kalau ada ulangan pasti aku belajar. Kalau dapat nilai jelek, jujur pressure sama diri sendiri. Bisa nggak ya masuk Kedokteran. Aku selalu berusaha biar kegiatan-kegiatan aku balance (seimbang)," sambungnya.

Sejak kecil, ia memang bercita-cita menjadi dokter. Pandemi COVID-19 lalu menyadarkannya betapa penting peran tenaga medis, dan semakin menguatkannya untuk meraih cita-cita.

Namun, keterbatasan ekonomi keluarganya sempat membuatnya berkecil hati. Sehari-hari orangtuanya berjualan keripik yang pendapatannya tidak menentu. Kekhawatiran akan biaya pendidikan pun sempat menghantuinya.

UKT 100 persen

Kekhawatiran itu seketika hilang ketika dirinya mendapatkan subsidi UKT 100 persen.

"Mama sama ayah keberatan nggak ya nyekolahin aku, jujur karena tanggungan mama sama ayah kan bukan cuma aku doang.  Alhamdulillah banget, pas dapat pengumuman UKT, ternyata aku dapat subsidi 100 persen. Aku udah ngak perlu overthinking lagi," terangnya.

Saat ini, ia tengah fokus mempersiapkan diri menjadi mahasiswa Kedokteran UGM. Jika diberikan kesempatan, ia ingin melanjutkan spesialisasi mata. Alasannya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata belakangan ini berkurang.

"Kalau aku ada rencana buat jadi dokter umum dulu, aku mau membantu masyarkat, dan menyebarkan informasi tentang kesehatan. Kalau dikasih kesempatan aku pengen jadi dokter spesialis mata, karena orang sekarang pakai gadget, kesadaran untuk menjaga kesehatan matanya," ujarnya.

Biaya kuliah memang sempat menjadi batu sandungan bagi Ayah Tiara, Sabdi. Sebagai penjual keripik, pendapatannya tidak menentu apalagi ketika sepi pembeli. Ia pun tak menyangka, putrinya mendapat subsidi UKT 100 persen.

"Alhamdulillah rezeki anak saya, nggak nyangka-nyangka. Kalau dagangan lagi sepi ya sedih, gimana sekolahin anak saya. Tapi ketika diterima di UGM, saya termotivasi, semakin semangat," ujarnya.

Kegigihan Tiara dalam mengejar cita-citanya tak lepas dari dukungan orangtua. Sang ibu, Siti Rohani memahami betul kemampuan akademik putrinya. Ia pun terus memotivasi agar putrinya semangat mengejar cita-citanya.

"Tiara itu dari kecil udah kelihatan cerdas. Cita-citanya emang pengen jadi dokter. Tapi gimana ya, dia punya cita-cita jadi dokter, tapi kita sebagai orangtua nggak mampu. Jadi kita cuma bisa men-support, mendorong. Kita girang campur nangis, terharu pas dapat subsidi UKT 100 persen. Cuma bisa ngasih semangatlah ke Tiara," imbuhnya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.