Petik Raspberry di Australia Bikin Eks Karyawan Kantoran Raup Gaji 2 Kali Lipat!
GH News July 14, 2026 08:09 PM
Jakarta -

Seorang karyawan kantoran nekat hijrah ke Australia untuk jadi pemetik buah. Awalnya sempat diremehkan, tetapi ia berhasil buktikan dirinya lebih sukses.

Bekerja di kantor dengan gaji tetap masih menjadi impian banyak orang. Namun, tak sedikit pula yang memilih meninggalkan pekerjaan tersebut demi mencari pengalaman baru.

Apalagi jika perbandingannya adalah pekerjaan di luar negeri dengan gaji yang jauh lebih besar. Salah satunya dilakukan seorang perempuan asal Malaysia yang rela melepas kariernya.

Dilansir dari Wierd Kaya, (12/7/2026), Devika, perempuan asal Malaysia yang memutuskan merantau ke Australia melalui program Work and Holiday Visa. Ia sebelumnya bekerja sebagai Senior PR Executive setelah lulus dari SEGi University.

Petik Raspberry di Australia Bikin Eks Karyawan Kantoran Raup Gaji 2 Kali Lipat!Wanita eks Senior PR ini pilih tinggalkan karirnya dan pindah ke Australia. Foto: Times of India

Perjalanan tersebut bermula pada 2023 ketika Devika mendapat tugas dinas ke Sabah dan Sarawak. Setelah itu ia mulai berani melakukan solo traveling ke Langkawi hingga Vietnam.

Di Vietnam, ia bertemu seorang wisatawan asal Amerika Serikat yang bekerja sambil berkeliling dunia. Percakapan tersebut menjadi titik balik yang membuatnya mencari peluang serupa di Australia.

Ia kemudian mengajukan Work and Holiday Visa Australia dan mendapat persetujuan pada Agustus 2024. Banyak yang mempertanyakan mengapa ia rela meninggalkan pekerjaan kantoran demi memetik buah di kebun.

Awal kehidupan di Australia ternyata tidak mudah. Devika harus membuka rekening bank, mengurus berbagai administrasi, mempelajari transportasi umum, mencari pekerjaan, hingga berpindah-pindah tempat tinggal.

Petik Raspberry di Australia Bikin Eks Karyawan Kantoran Raup Gaji 2 Kali Lipat!Ia yang kini jadi pemetik buah, mendapatkan gaji dua kali lipat dari pekerjaan sebelumnya. Foto: Times of India

Kesempatan datang pada Maret 2025 ketika ia diterima sebagai pemetik raspberry di Coffs Harbour, New South Wales. Pekerjaan tersebut awalnya hanya dianggap sebagai syarat untuk memenuhi masa kerja regional agar dapat mengajukan perpanjangan visa.

Selain menjadi pemetik buah, Devika juga mengambil berbagai pekerjaan lain seperti pencuci piring, pramusaji, hingga staf di sebuah toko pakaian.

Belakangan ia menemukan skema "work for accommodation", yaitu bekerja sebagai imbalan tempat tinggal gratis.

Kini ia tinggal bersama pemberi kerja sambil membantu mengurus toko tersebut. Devika mengaku pendapatannya kini lebih dari dua kali lipat dibanding saat bekerja di perusahaan di Malaysia.

Beban pengeluaran juga berkurang karena ia tidak lagi membayar biaya sewa tempat tinggal. Selain itu, ia berhasil menurunkan berat badan sekitar 10 kilogram dan menjadi lebih percaya diri untuk berinteraksi dengan banyak orang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.