Kronologi Penipuan Tiket Konser Hingga Rp400 Juta, 50 ARMY Jadi Korban
Mahdiyah July 14, 2026 09:34 PM

Grid.ID - Baru-baru ini, 50 orang Army atau sebutan untuk fans BTS menjadi korban penipuan tiket konser. Ya, kronologi penipuan ini pun mengguncang publik.

Belum lama ini, puluhan korban penipuan mendatangi sebuah kantor CV agen travel di Nginden, Surabaya. Kejadian ini terjadi pada Senin (13/7/2026).

Dikutip dari Surya.co.id pada Selasa (14/7/2026), para korban menggeruduk kantor agen travel tersebut. Aksi tersebut dikawal oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Kasus ini awalnya tidak disadari oleh sebagian korban, hal itu terungkap usai Armuji melakukan sidak usai mendapat laporan dari warga. Para korban pun mengeluhkan bahwa pihak travel membatalkan jadwal secara sepihak.

Tak hanya jasa titip (jastip) tiket konser, beberapa korban mengaku telah mendaftar untuk perjalanan liburan ke luar negeri. Namun, pihak travel justru membatalkan agenda tersebut.

Feber, komisaris CV Uniality Tour and Travel mengungkap bahwa pihaknya memang sudah berhenti beroperasi sejak 26 Juni 2026 lalu. Hal itu lantaran terdapat kesalahan yang dilakukan oleh pemilik usaha, yakni Kurnia pada 9 Juni 2026 lalu.

"Saya juga sempat setelah itu melaporkan perkara ini ke Polda Jatim tapi mereka bilangnya harus diaudit independen. Makanya sampai sekarang seluruh operasional masih saya hentikan tanpa batas waktu," ujarnya.

Sedangkan Kurnia menyebutkan bahwa uang yang ia peroleh dari korban sudah habis digunakan. Uang tersebut diketahui untuk menutup beberapa kekurangan akibat salah kelola.

"Dananya diputar karena gali lubang tutup lubang untuk usaha, dananya tidak semua digunakan, tapi sekarang sudah tidak ada sisa," jelasnya.

Lalu, bagaimana kronologi penipuan tiket konser BTS ini sebenarnya? Dikutipdari KOMPAS.com pada Selasa (14/7/2026), diketahui tiket yang dijual merupakan tiket untuk menonton konser BTS World Tour 'Arirang' In Jakarta.

Akibat dari penipuan ini, korban mengalami kerugian hingga total Rp400 juta. Akumulasi tersebut dari total 50 Army yang sudah membeli tiket dari CV Uniality.

Mirisnya, sebaran korban penipuan ini pun cukup luas. Bahkan, diketahui ada korban yang berasal dari Papua, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, hingga Jepang.

Mengenai kronologi penipuan tiket konser ini, Sarah Nailla, salah satu perwakilan korban mengungkap bahwa para korban tergabung dalam grup komunitas ARMY Surabaya 21.

"Jadi kita sudah bentuk grup korban itu sekitar 50-an orang, itu terdiri dari (korban) jastip tiket (konser BTS) yang di Jakarta, PO merchandise, lalu ada trip dan jastip yang se-Asia," ujarnya.

"Korban juga tidak hanya dari Surabaya, melainkan dari Sidoarjo, Gresik, Papua, bahkan Jepang," lanjutnya.

Mengenai kisaran harga tiket yang sudah dibayar para korban, Sarah mengungkap bahwa harganya beragam. Ada yang membeli tiket dengan harga Rp2,1 juta hingga Rp5 juta tergantung kelasnya.

Kecurigaan para ARMY berawal dari pihak CV yang sulit dihubungi. Kurnia awalnya sudah menjanjikan akan mengembalikan uang dalam kurun waktu 3-4 hari jika tiket gagal didapat. Namun, hingga saat ini para korban belum mendapatkan uang mereka.

"Dijanjikan seharusnya tiga sampai empat hari refund. Tapi nyatanya sampai hari ini belum ada refund sama sekali," kata Sarah.

Pihak korban pun sempat mendatangi Kurnia untuk bermediasi. Alhasil disepakati bahwa uang tersebut akan dikembalikan pada tanggal 13 Juli 2026.

Namun, hingga batas waktu yang sudah disepakati tersebut, Kurnia tak kunjung mengembalikan uang tiket. Hal ini tentu membuat para korban marah.

"Dan kita sudah sampai mediasi ke rumahnya, kita sudah minta transparansi data dan segala macam tapi kita belum ada tanggapan sama sekali. Kita hanya dijanjikan nanti di 31 Juli akan di-refund," jelasnya.

"Pernah sekali kita ke rumahnya dibukakan tapi itu sama bapaknya, katanya Kurnia masih sakit di IGD, katanya akan diproses refund tapi kan Uniality sendiri dipegang kak Kurnia,"

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.