Kisah Gani Akbar yang Sendirian Padamkan Api Pakai Air Ember saat Mobil Damkar Bangka Barat Terbakar
Rusaidah July 14, 2026 08:41 PM

 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Di balik insiden terbakarnya mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kabupaten Bangka ada kisah heroik dari  Muhamad Gani Akbar, petugas damkar.

Mobil damkar satu-satunya milik Pemkab Bangka Barat itu hangus terbakar di garasi kantor Dinas Satpol PP & Damkar Bangka Barat.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Minggu (12/7/2026) pagi ketika kondisi kantor sedang kosong dan diduga sedang tidak ada petugas piket yang berjaga.

Kebakaran hebat terjadi diduga saat masa pergantian shift petugas piket.

Saat itu ia baru saja masuk ke kantor untuk piket pada shift berikutnya.

Dia menyebut, ketika itu dirinya tiba menggunakan sepeda motor dan memarkirkan kendaraannya di dekat pintu utama Kantor Dinas Satpol PP & Damkar Bangka Barat.

Saat turun dari motor, dirinya melihat ada kepulan asap dari arah garasi mobil damkar. 

Kemudian dirinya bergegas dan melihat ada api di bagian dalam mobil.

Baca juga: Curiga Ada Sabotase, Polisi Selidiki Penyebab Terbakarnya Damkar Satu-satunya Milik Bangka Barat

Mobil jenis Hino dengan nomor polisi BN 9006 RZ itu terbakar hangus, terutama pada bagian depan dan mesin. 

Kebakaran itu juga membuat kerusakan pada bagian langit-langit garasi tempat mobil diparkir.

“Kemudian saya lari ke dalam (kantor-red), tidak ada orang. Akhirnya saya ke tempat Pak Darta, mantan kepala dinas saya berhubung rumahnya dekat dengan kantor sini,” ujar Gani saat diwawancarai Bangkapos.com.

Kemudian, dirinya pun bergegas kembali memadamkan api tersebut menggunakan APAR. 

Namun karena isi APAR akhirnya habis saat proses pemadaman, dirinya pun kemudian mengambil air di WC dan memadamkan api menggunakan ember.

Tak lama setelah itu, kemudian para petugas damkar lainnya, baik yang piket maupun yang tidak piket akhirnya datang ke lokasi. 

Rekan-rekannya itu tiba ketika sebelumnya dia kabarkan via telefon group WhasApp (WA).

Lebih lanjut, Gani menyebut bahwa regunya yang berjumlah 6 orang termasuk dirinya yang memang dijadwalkan piket dari pukul 08.00 WIB hari ini sampai 20.00 WIB malam.

Namun, saat itu dirinya yang pertama kali tiba kurang dari pukul 08.00 WIB melihat bahwa kantor dalam keadaan kosong dan tak ada petugas piket shift sebelumnya yang berjaga.

Dijadwalkan, petugas piket shift sebelumnya berjumlah 5 orang dan berjaga sejak pukul 20.00 WIB malam, Sabtu (11/7/2026) sampai pukul 08.00 WIB pagi.

“Saya kebetulan pas saya menelfon teman-teman saya pas di rumah Pak Darta itu saya lihat handphone jam 08.03 WIB,” ujarnya.

Baca juga: Profil Kuntadi Kepala BPA Kejagung Diisukan Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah 

Ditanyai apakah saat dirinya tiga tidak ada rekan-rekan petugas damkar lainnya, baik dari regu piket shift sebelumnya ataupun regu satu shift-nya, Gani menyebut bahwa saat itu kantor dalam keadaan tidak ada orang.

“Saya enggak tau, buktinya di kantor enggak ada kan,” jelasnya.

Karena sudah kelimpungan dan kewalahan memadamkan api, dirinya pun tidak tahu pasti berapa lama proses itu dilakukan sembari menunggu kedatangan rekan-rekan lainnya dan akhirnya api padam ketika sudah ramai yang datang membantu.

“Saya enggak ngecek hape, enggak tau berapa menit. Setelah proses pemadaman menggunakan APAR, terus dengan cara manual, enggak lama itu api mulai mengecil, terus enggak lama datang Damkar dari PT Timah,” ujarnya.

Curiga Ada Sabotase

Keprihatinan menggelayut di hati Bupati Bangka Barat Markus setelah mobil pemadan kemabaran (damkar) Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terbakar, Minggu (12/7/2026) pagi.

Ia juga mengaku kecewa atas musibah terbakarnya satu-satunya mobil damkar yang dimiliki oleh Pemkab Bangka Barat itu.

Mobil damkar itu terbakar saat sedang terparkir di garasi Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Bangka Barat ketika masa pergantian shift petugas piket.

MOBIL DAMKAR HANGUS — Bupati Bangka Barat, Markus saat mengecek langsung kondisi mobil damkar Pemkab Bangka Barat yang terbakar saat terparkir di garasi kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Bangka Barat, Minggu (12/7/2026) pagi.
MOBIL DAMKAR HANGUS — Bupati Bangka Barat, Markus saat mengecek langsung kondisi mobil damkar Pemkab Bangka Barat yang terbakar saat terparkir di garasi kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Bangka Barat, Minggu (12/7/2026) pagi. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Menurutnya, hal-hal seperti ini tidak harusnya terjadi. 

Dirinya menduga bahwa ada kelalaian oleh petugas piket jaga.

“Kami akan melaporkan ini ke Polres Bangka Barat, tentu akan diselidiki kenapa mobil damkar ini bisa sampai terbakar,” ucap Markus saat diwawancarai awak media.

Kata Markus, pihaknya tidak bisa berspekulasi terlalu jauh. 

Namun dirinya menduga bahwa kemungkinan ada semacam sabotase.

“Mungkin ini seperti ada sabotase lah. Kita enggak tau siapa yang melakukan atau seperti apa,” jelasnya.

Baca juga: Sosok dan Jejak Kasus Benny Tjokrosaputro Terpidana Seumur Hidup yang 90 Apartemen Dilelang Kejagung

Apalagi kata dia, Satpol PP Bangka Barat selama ini cukup gencar melakukan penertiban tambang-tambang liar yang bekerja di fasilitas umum.

“Tentunya ini baru dugaan, kecurigaan kita. Makanya ini enggak seharusnya terjadi. Petugas kita harus tetap jaga, stand by di sini, enggak boleh ditinggalkan seperti ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya laporan resmi ke Polres Bangka Barat, peristiwa ini dapat diselidiki.

“Apakah ini benar-benar kecelakaan murni atau ada sabotase. Nanti kita serahkan lah ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Lebih lanjut, dengan terbakarnya satu-satu mobil damkar milik Pemkab Bangka Barat ini membuat kerja-kerja pemadaman kebakaran kedepannya menjadi repot.

Apalagi saat ini sedang dalam musim kering dan cuaca panas yang cukup panjang sehingga rawan terjadi kebakaran.

“Kita jadi repot. Mudah-mudahan nanti kalau anggaran kita mencukupi, kita bis melakukan pembelian lah, karena mobil damkar ini sangat penting,” ungkapnya.

Kata Markus, bahkan sebelumnya pihaknya berencana untuk menempatkan mobil damkar di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

“Tadinya rencananya kita mau taruh di Parittiga satu, di Mentok juga mau kita tambah, mungkin di Kelapa juga rencananya. Karena harapan kita sebenarnya tiap kecamatan itu ada mobil damkar. Kalau terjadi kebakaran, repot kita kalau enggak ada mobil damkar,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini melihat kondisi keuangan dan berharap tahun kedepan keuangan Pemkab Bangka Barat lebih baik lagi kedepannya.

Hibah Dinas PUPR

Lebih lanjut, mobil damkar yang terbakar tersebut seharga Rp1 miliar lebih dan dibeli pada tahun 2014 lalu yang merupakan hibah dari Dinas PUPR.

“Inikan masih bagus mobil itu. Makanya saya terus terang kecewa, enggak bisa begini sebenarnya. Masa kantor kita enggak di jaga dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Profesi dan Jejak Karier Rugun Saragih Istri Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Tersangka Korupsi

Terlebih lagi, di kantor Dinas Satpol PP & Damkar Bangka Barat tersebut tidak memiliki CCTV sehingga tidak bisa mengetahui dan melihat apa yang terjadi.

“Saya sudah atensi setiap dinas, baik kantor bupati maupun semua dinas tuh harus ada CCTV. Mudah-mudahan tahun depan kalau keuangan mencukupi, mau kita pasang semua targetnya,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan sanksi tegas apabila nantinya terbukti ada kelalaian petugas jaga.

Sanksi yang diberikan berupa sanksi kepegawaian hingga paling parah sanksi pemecatan. Pemberian sanksi akan dilakukan ketika kepolisian sudah berhasil mengungkap sebab peristiwa ini.

“Saya akan minta ada sanksi kepegawaian. Bahkan kalau itu kesalahan fatal,  pemecatan nanti,” imbuhnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran 

Polres Bangka Barat mengambil langkah penyelidikan peristiwa terbakarnya mobik damkar milik Pemkab Bangka Barat, Minggu (12/7/2026) kemarin.

Serangkaian langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari pemasangan garis polisi untuk mengamankan TKP dan memerika keterangan sejumlah pihak.

Olah TKP telah dilakukan oleh Unit Identifikasi tak lama setelah mendapatkan adanya laporan kebakaran tersebut.

“Personel Polres Bangka Barat telah melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi untuk menjaga status quo tempat kejadian perkara,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso kepada Bangkapos.com, Senin (13/7/2026).

Dia menjelaskan, kebakaran terjadi sekira pukul 08.03 WIB saat petugas piket Damkar tiba di kantor dan melihat asap serta kobaran api dari dalam kabin mobil Damkar merek Hino bernomor polisi BN 9006 RZ yang sedang terparkir di garasi.

MOBIL DAMKAR TERBAKAR — Satu unit mobil damkar milik Pemkab Bangka Barat saat terparkir di garasi kantor Satpol PP dan Damkar Bangka Barat, Minggu (12/7/2026).
MOBIL DAMKAR TERBAKAR — Satu unit mobil damkar milik Pemkab Bangka Barat saat terparkir di garasi kantor Satpol PP dan Damkar Bangka Barat, Minggu (12/7/2026). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Petugas sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan. 

Setelah itu, mobil pemadam kebakaran milik PT Timah melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada lagi titik api.

Berdasarkan keterangan awal, kendaraan tersebut sebelumnya dilaporkan kerap mengalami gangguan pada sistem kelistrikan dan terakhir digunakan pada Jumat, 10 Juli 2026 atau dua hari sebelum terjadinya peristiwa kebakaran.

“Saat itu kendaraan juga mengalami kerusakan pada sistem PTO sebelum dilakukan perbaikan secara mandiri,” jelas Yos.

Dalam olah TKP, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bangka Barat mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handy talky yang terbakar, satu unit lampu strobo yang terbakar, satu set kabel yang hangus terbakar, serta sisa material arang dari dalam kabin kendaraan.

"Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polres Bangka Barat akan melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut," imbuhnya.

Jejak Mobil Damkar: Aki Ngedrop, Sering Konslet

Penyebab terbakarnya mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat di garasi pada Minggu (12/7/2026) pagi hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun, jejak mobil damkar jenis Hino tersebut ternyata sudah beberapa kali mengalami masalah kelistrikan hingga harus dibawa ke bengkel.

Demikian yang diungkapkan oleh Muhamad Gani Akrab, petugas damkar Bangka Barat sekaligus orang pertama yang melihat adanya api yang menghanguskan mobil damkar tersebut.

“Pernah, dan itu sering (masalah kelistrikan-red). Aki nya aja sering itu konslet, aki nya nge-drop. Ibaratnya, mobil itu sering belanja aki,” jelas Gani.

Kata dia, pernah tempo hari, sekitar beberapa bulan yang lalu, mobil tersebut dibawa ke bengkel resmi Hino dan tidak ditemukan permasalahan pastinya.

“Pernah dibawa ke bengkel terdekat pun, katanya enggak bisa satu hari selesai,” jelasnya.

Baca juga: Prediksi Skor Inggris Vs Argentina 16 Juli 2026, Line-Up, H2H dan Jam Duel 4 Besar Piala Dunia 2026

Oleh karena itu, setiap pergantian regu piket, Gani menyebut bahwa selalu dilakukan pengecekan.

“Kayak manasin mobil, misal kalau aki nya nge-drop kami cas,” sambungnya.

Kemudian, beberapa bulan terakhir juga pernah dilakukan perbaikan dan servis terhadap speaker atau alat pengeras suara di mobik damkar tersebut.

Sementara itu, saat melihat mobil tersebut terbakar, api muncul di sekitar bagian dashboard depan dan jok penumpang.

“Saya buka pintu mobil itu buat madamin pakai APAR, terus hawanya sempat ke saya. Enggak lama setelah itu, kaca mobilnya meledak pecah, untuk enggak kena saya. Lalu APAR pun habis, saya ngambil air pakai ember dan denger ada yang meledak lagi, enggak tau apa itu,” ujarnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.