Tak Ada Penjagaan Khusus ke Lamine Yamal, Adrien Rabiot Waspadai Semua Lini Spanyol
Drajat Sugiri July 14, 2026 10:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Prancis tidak akan menerapkan penjagaan khusus terhadap bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, saat kedua tim bentrok pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (15/7/2026) dini hari WIB nanti.

Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan Les Bleus lebih mewaspadai permainan kolektif Spanyol daripada hanya berfokus ke satu pemain.

Menurut Rabiot, ancaman terbesar Spanyol bukan terletak pada sosok Lamine Yamal semata, melainkan pada kualitas tim dari setiap lini.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Prancis akan menghadapi semifinal dengan pendekatan menyeluruh demi mengamankan tiket ke partai final Piala Dunia 2026.

Football Enthusiast Bayu Ajianto menilai salah satu kekuatan terbesar Prancis di bawah asuhan Didier Deschamps adalah kemampuan membangun permainan kolektif meski dihuni banyak pemain bintang.

"Salah satu keberhasilan Didier Deschamps itu bukan sekadar membuat Prancis lebih tajam, tapi bagaimana dia bisa membuat semua pemain bintang di sana bermain untuk tim," kata Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pendapat tersebut sejalan dengan pandangan Rabiot yang menganggap kekuatan sebuah tim tidak bisa hanya diukur dari kualitas individu, termasuk ketika menghadapi Spanyol yang dipenuhi pemain berbahaya.

lihat foto
SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah)

Rabiot: Ancaman Spanyol Ada di Semua Lini

Rabiot menegaskan Prancis tidak memiliki rencana menugaskan seorang pemain untuk terus membayangi Lamine Yamal.

"Tidak ada penjagaan khusus untuk menghentikannya. Kami fokus kepada keseluruhan tim Spanyol, bukan hanya satu pemain tertentu," ujar Rabiot mengutip Le 10 Sport.

Gelandang AC Milan itu menjelaskan Spanyol merupakan tim yang berbahaya dalam berbagai aspek. Sehingga tidak tepat apabila hanya fokus ke Yamal.

Menurutnya, kemampuan menguasai bola, membangun serangan di ruang sempit, hingga kombinasi antarpemain menjadi kekuatan utama La Furia Roja.

"Spanyol adalah tim yang mengancam dalam segala aspek. Penguasaan bola, membangun serangan, kombinasi permainan, setiap posisi mereka berbahaya. Kami harus fokus pada semua itu, bukan hanya satu pemain," jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan Prancis lebih memilih mengantisipasi sistem permainan Spanyol dibandingkan mengisolasi satu sosok bintang.

Tak Gentar Bayang-bayang Euro 2024 dan Kasus Brasil

Ucapan Rabiot juga mengingatkan kembali pada pertemuannya dengan Lamine Yamal di semifinal Euro 2024.

Kala itu Rabiot sempat melontarkan komentar bahwa Yamal harus menunjukkan sesuatu yang lebih apabila ingin membawa Spanyol ke final.

Namun, Yamal justru membungkam kritik tersebut dengan mencetak gol spektakuler dan membawa Spanyol lolos ke partai puncak.

Baca juga: Tak Ada Prestasi Tanpa Pengorbanan, Spanyol Pakai Slogan Jenderal Romawi Hadapi Prancis

Saat ditanya kembali mengenai komentar lamanya, Rabiot mengaku sudah tidak mengingat pernyataan tersebut.

"Sejujurnya saya tidak ingat pernah mengatakan itu. Kalau memang saya mengatakannya, berarti itu benar pada saat itu."

"Bagaimanapun, ini sepak bola dan kami tidak takut kepada siapa pun," kata Rabiot.

Kepercayaan diri Rabiot memunculkan perbandingan dengan sikap pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, sebelum menghadapi Norwegia pada babak 16 besar.

Saat itu, Ancelotti juga enggan memberikan perhatian khusus terhadap Erling Haaland.

Faktanya, Brasil justru tersingkir setelah Haaland mencetak dua gol yang memastikan kemenangan Norwegia sekaligus mengakhiri langkah Selecao di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Rabiot memastikan Prancis tetap datang dengan rasa percaya diri yang dibarengi sikap rendah hati.

"Kami akan menunjukkan segalanya di lapangan. Seluruh skuad sangat fokus dan akan mempersiapkan pertandingan ini dengan sebaik mungkin," ujar Rabiot.

"Kami memasuki semifinal dalam kondisi terbaik yang bisa dibayangkan. Semua sinyal mengarah positif dan kami telah mempersiapkan segala hal untuk meraih kemenangan."

Dengan pendekatan yang lebih menitikberatkan pada kekuatan kolektif lawan dibanding penjagaan individu, Prancis berharap mampu menghentikan permainan Spanyol.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.