Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengoptimalkan penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar open house sebagai bagian dari upaya sosialisasi.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kegiatan open house itu menjadi sarana bagi calon peserta didik dan orang tua untuk mengenal lebih dekat tentang sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah Rakyat, khususnya tentang konsep pendidikan berasrama.
"Secara umum semua sudah siap, memang tinggal jenjang SD yang belum final calon siswanya karena memang baru. Istilahnya orang tua itu belum tega untuk melepaskan anaknya. Harapannya, setelah tahu fasilitas dan sistem pembelajaran di sekolah rakyat melalui open house ini, Insya Allah orang tua akan mengikhlaskan," ujar Hari saat kegiatan open house di Sekolah Rakyat Madiun Kelurahan Nglames, Jawa Timur, Selasa.
Menurutnya kegiatan open house sekolah rakyat yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Pemprov Jatim tersebut bertujuan memberikan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama.
Ia yakin setelah mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan dan melihat fasilitas di Sekolah Rakyat, para orang tua akan calon siswa akan mendukung.
Hari menambahkan progres pembangunan fisik sekolah rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan operasional dimulai pada akhir bulan Juli 2026.
"Bangunan ini sudah 92 persen. Insya Allah tanggal 31 sudah selesai dan bisa digunakan sepenuhnya," katanya.
Tak hanya fasilitas dan sarana prasarana, tenaga pendidik atau guru juga telah disiapkan dengan jumlah total mencapai 30 orang guru bantu untuk jenjang SD hingga SMA. Setelah itu, masih akan terdapat bantuan tenaga guru yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial.
Sementara itu Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani mengatakan data calon peserta didik di seluruh Sekolah Rakyat di Jatim masih terus berubah seiring proses penjaringan di lapangan oleh pemerintah kabupaten/kota.
Selain itu, proses pembangunan 18 Sekolah Rakyat permanen di wilayah Jatim juga terus dikebut. Menurutnya, saat ini rata-rata progres pembangunan telah mencapai kisaran 90-91 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Berdasarkan data panitia, hingga pelaksanaan open house jumlah calon siswa Sekolah Rakyat di Madiun jenjang SD baru mencapai 32 anak dari target 90 siswa. Sementara jenjang SMP telah memenuhi kuota dengan 90 calon siswa, sedangkan SMA tercatat 85 calon siswa dari target 90 siswa.
Selain peserta dari Kabupaten Madiun, Sekolah Rakyat setempat juga menerima titipan sejumlah calon siswa asal Kabupaten Ponorogo yang akan mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
Baca juga: Bupati Kediri nilai program SR solusi cegah anak-anak putus sekolah
Baca juga: Kemensos: MPLS Sekolah Rakyat digelar bertahap dalam empat gelombang





