BOLASPORT.COM - Kekalahan dari tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, membuat Kenta Nishimoto harus rela gigit jari di depan publik sendiri pada babak pertama Japan Open 2026.
Kenta Nishimoto gagal menghidupkan asa tuan rumah setelah dijegal Alwi Farhan pada babak 32 besar Japan Open 2026, Selasa (14/7/2026).
Dukungan publik tuan rumah di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, tetap belum mampu membantunya untuk meredam dominasi Alwi.
Nishomoto mengaku sempat bermain sengit sampai pertengahan gim pertama, tetapi kemudian ia bak linglung menghadapi serangan bertubi dari pemain muda yang sedang naik daun.
Ia kalah dalam adu reli yang sama-sama diterapkan kedua pemain di pertandingan tadi.
"Setelah reli yang panjang, saya kelelahan dan memberikan lawan 3 atau 4 poin beruntun, yang benar-benar mengganggu momentum saya," kata Nishimoto dilansir dari Badminton Spirit.
"Pada gim kedua, saya bertanding tanpa rencana yang jelas, dan saya pikir itu adalah kekalahan total," tandas juara Japan Open empat tahun lalu itu.
Ketika disinggung tentang masalah cedera, Nishimoto mengelak.
Sosok yang sering dibilang mirip Taufik Hidayat ini mengatakan bahwa kekalahan dari Alwi lebih banyak disebabkan karena perbedaan skill di lapangan.
"Saya merasa jauh lebih baik. Tapi saya melihat pertandingan hari ini adalah kekalahan karena perbedaan dalam keterampilan, terlepas dari masalah bahu saya," jelasnya.
Sementara itu, Alwi memanfaatkan kelengahan Nishimoto dengan sangat baik.
Ia berhasil melepaskan beban menghadapi wakil tuan rumah dan terus membuat lawan yang lebih senior itu berbalik tertekan.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dan dirasakan Nishimoto hari ini, saya hanya memanfaatkan apa yang terjadi di lapangan," jelas Alwi dalam rilis pers PBSI.
"Saya fokus dengan permainan saya," tambah juara dunia junior 2023 itu.
Alwi akan memasuki babak 16 besar dengan menantang musuh bebiyutannya sejak level junior, Alex Lanier.
Riwayat pertemuannya melawan tunggal putra Prancis kurang bagus dengan tren kekalahan beruntun. Akan tetapi, Alwi siap untuk bermain dengan totalitas.
"Tidak masalah bagi saya walau di pertemuan-pertemuan terakhir sulit untuk saya."
"Akan tetapi, saya harus mengalami banyak hal yang bikin saya tidak nyaman, sehingga membuat saya lebih kuat."
"Jadi, apapun tantangan yang ada di depan sana, saya pastikan saya akan fight habis-habisan," ujar pemain yang mencapai semifinal di turnamen Super 750 terakhirnya ini.