Wasit 'pembawa keberuntungan' Lionel Messi? Penunjukan FIFA untuk laga Inggris vs Argentina kembali memicu perdebatan
Aurora Nightingale July 15, 2026 02:00 AM

Wasit yang ditunjuk untuk memimpin semifinal Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Rabu antara Inggris dan Argentina menjadi sorotan bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Pejabat asal Maroko-Amerika, Ismail Elfath, akan memimpin laga bergengsi di Stadion Atlanta, menambah satu lagi pertandingan besar ke dalam daftar panjang kariernya. Wasit berusia 44 tahun ini akan menjalani pertandingan keempatnya di turnamen ini, setelah sebelumnya memimpin hasil imbang 2-2 antara Jepang dan Belanda, kemenangan 1-0 Spanyol atas Uruguay, serta kemenangan mengejutkan Norwegia 2-1 atas Brasil di babak 16 besar.

Penunjukan ini juga menghadirkan cerita menarik terkait kapten Argentina, Lionel Messi. Elfath telah memimpin beberapa pertandingan penting yang melibatkan peraih delapan Ballon d'Or tersebut dalam beberapa tahun terakhir, membuat sejumlah penggemar di media sosial menyoroti kebetulan yang dianggap tidak biasa ini.

Pada Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, Elfath bertugas sebagai ofisial keempat dalam final antara Argentina dan Prancis, di mana Messi mencetak dua gol sebelum membawa negaranya meraih kemenangan lewat adu penalti.

Setahun kemudian, Elfath menjadi wasit pada final Piala Liga 2023, di mana Messi mencetak satu-satunya gol Inter Miami melawan Nashville SC sebelum klub MLS itu meraih trofi setelah kembali menang lewat adu penalti.

Catatan Elfath di Major League Soccer juga menarik perhatian. Ia telah memimpin empat pertandingan Inter Miami yang melibatkan Messi, dan klub asal Florida itu memenangkan seluruh pertandingan tersebut.

Statistik itu memicu spekulasi di dunia maya, dengan beberapa pendukung menyebut Elfath sebagai wasit yang "membawa keberuntungan" bagi Messi. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa wasit tersebut memberikan perlakuan istimewa kepada bintang Argentina itu ataupun pemain lainnya.

Penunjukan ini datang di tengah turnamen di mana kemenangan Argentina atas Mesir dan Swiss di fase gugur menimbulkan perdebatan besar tentang keputusan wasit. Mesir sempat memiliki gol yang dianulir dalam kekalahan mereka, sementara Breel Embolo dari Swiss diusir keluar lapangan setelah intervensi VAR — situasi yang memicu kritik dari pemain dan ofisial seusai kedua laga tersebut.

Kontroversi tersebut juga menimbulkan teori konspirasi di media sosial yang menuduh FIFA memihak Argentina dalam turnamen yang diyakini menjadi Piala Dunia terakhir bagi Messi. Badan sepak bola dunia itu secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Kepala departemen perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, baru-baru ini membela para ofisial pertandingan, menekankan bahwa wasit bekerja secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh tekanan eksternal. Ia juga memperingatkan bahwa tuduhan tanpa dasar dapat membuat wasit dan keluarga mereka menjadi sasaran pelecehan dan ancaman, sambil menegaskan bahwa setiap keputusan dibuat dengan itikad baik.

Dari perspektif sepak bola, Elfath dikenal memiliki pendekatan disipliner yang tegas. Dalam tiga pertandingan yang sudah ia pimpin di Piala Dunia 2026, ia telah mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah, menandakan bahwa Inggris dan Argentina dapat mengharapkan laga yang dikendalikan dengan ketat.

Semifinal ini memiliki arti besar bagi kedua negara. Inggris berusaha mencapai final Piala Dunia pertama mereka sejak mengangkat trofi pada tahun 1966, sementara juara bertahan Argentina bertekad mencapai final kedua berturut-turut, dengan Messi terus berjuang untuk meraih gelar dunia lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.