BANGKAPOS.COM - Tim favorit Prancis gagal lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah ditumbangkan Spanyol dengan skor 2-0 pada semifinal hari Rabu (15/7/2026).
Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal (22') melalui titik putih, dan gol lainnya Pedro Porro (58').
Di final, Spanyol akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya antara Argentina versus Inggris yang baru akan bertanding pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Spanyol sudah 17 kali tampil di Piala Dunia sejak 1934.
Tim berjuluk La Roja ini memiliki rekor impresif dengan selalu lolos kualifikasi dalam 13 edisi berturut-turut hingga sekarang.
Prestasi tertinggi Spanyol diraih pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, di mana mereka keluar sebagai Juara Dunia untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Belanda 1-0.
Sedangkan Prancis tercatat masuk ke final Piala Dunia sebanyak 4 kali sepanjang sejarah 17 kali keikutsertaan mereka.
Dari empat penampilan tersebut, mereka berhasil keluar sebagai juara sebanyak 2 kali (1998 dan 2018) dan dua kali menjadi runner-up (2006 dan 2022).
Kini, Les Bleus julukan terpopuler Timnas Prancis, hanya bisa menatap panggung tertinggi sepak bola dunia itu dari luar lapangan.
Prancis akan memperebutkan tempat ketiga menghadapi tim yang kalah di semifinal lainnya, Inggris vs Argentina.
Prancis berambisi besar meraih tropi juara untuk ketiga kalinya di Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Sebagai salah satu kekuatan dominan dalam satu dekade terakhir, Les Bleus datang dengan status favorit berkat kedalaman skuad dan perpaduan pemain berpengalaman serta talenta muda.
Tim berjuluk Les Bleus tersebut lolos ke putaran final melalui jalur kualifikasi zona Eropa. Tergabung dalam Grup D bersama Islandia, Ukraina, dan Azerbaijan, Prancis melaju tanpa hambatan berarti.
Sementara di putaran final Piala Dunia 2026, Prancis bersaing di Grup I bersama Senegal, Norwegia, dan Irak.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-17 sepanjang sejarah dan kedelapan secara beruntun bagi Prancis, menegaskan konsistensi mereka di level tertinggi.
Secara historis, Prancis juga memiliki rekam jejak impresif di ajang ini. Mereka sukses meraih gelar juara pada 1998 saat menjadi tuan rumah, serta kembali mengangkat trofi pada 2018 di Rusia.
Pada edisi terakhir di Qatar 2022, tim asuhan Didier Deschamps nyaris mempertahankan gelar, sebelum akhirnya kalah dramatis di final melawan Argentina.
Pelatih Didier Deschamps telah memanggil 26 pemain resmi untuk mengisi skuad Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Tim bertabur bintang ini dipimpin oleh kapten utama mereka, Kylian Mbappe.
Kylian Mbappe paling bersinar dengan mengemas 8 gol dan 2 assist sepanjang turnamen hingga semifinal.
Torehan gol ini menempatkan penyerang asal klub raksasa Spanyol, Real Madrid, di deretan teratas top skor sementara.
Jenderal, julukan Mbappe, hanya terpaut dari Lionel Messi yang mengemas 8 gol dan 1 assist.
Berdasarkan data terbaru, Timnas Prancis memiliki komposisi skuad yang sangat kompetitif di semua lini.
Prancis dikenal tak pernah kehabisan talenta.
Untuk edisi Piala Dunia 2026, sorotan tertuju pada Michael Olise dan Ousmane Dembele yang akan menopang ketajaman Kylian Mbappe di lini depan.
Banyaknya opsi membuat pemain sekelas Marcus Thuram pun kerap memulai laga dari bangku cadangan, seperti yang terjadi pada fase kualifikasi.
Ketajaman lini depan Perancis juga semakin menonjol dengan kehadiran Ousmane Dembele yang datang dengan status pemegang Ballon d'Or.
Selain Dembele, pelatih Prancis Didier Deschamps turut membawa wonderkid Desire Doue dari Paris Saint-Germain untuk menambah kreativitas serangan.
Nama lain yang ikut memperkuat sektor ofensif adalah winger Bayern Muenchen, Michael Olise.
Dari segi taktik, Didier Deschamps yang kini berusia 57 tahun tetap mengandalkan formasi fleksibel 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan mengoptimalkan transisi cepat lewat sisi sayap.
Pergerakan lincah Dembele dan Olise menjadi kunci dalam menyuplai bola kepada Mbappe.
Perancis juga memberikan ruang bagi Rayan Cherki untuk menjalani debutnya di Piala Dunia.
Gelandang kreatif berusia 22 tahun itu tampil impresif pada musim pertamanya bersama Manchester City di kompetisi Premier League.
Di lini belakang, Deschamps masih mempercayai William Saliba sebagai pilar utama pertahanan.
Bek Arsenal tersebut bisa berduet dengan Dayot Upamecano di jantung pertahanan. Upamecano datang ke turnamen ini dengan status juara Bundesliga bersama Bayern.
Pilihan Deschamps di sektor pertahanan juga mencakup Ibrahima Konat (Liverpool) serta Maxence Lacroix (Crystal Palace).
Salah satu fakta menarik dalam skuad Prancis kali ini adalah hanya ada empat pemain yang tersisa dari generasi juara dunia 2018.
Selain Mbappe dan Dembele, dua nama lain yang masih bertahan adalah Lucas Hernandez dan N'Golo Kante.
Di posisi penjaga gawang, Robin Risser menjadi satu-satunya pemain tanpa caps internasional yang masuk daftar akhir.
Mengacu pada data terbaru Transfermarkt, nilai skuad Prancis mencapai 1,66 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 29,88 triliun (kurs Rp Rp 18.000 per dollar AS).
Nilai skuad Prancis tertinggi mengalahkan Inggris di posisi kedua dengan nilai 1,48 miliar dolar AS, disusul Spanyol 1,33 miliar dolar AS, dan Argentina 1,10 miliar dolar AS.
Dari total nilai skuad tersebut, Mbappe sebagai pemain termahal di Timnas Prancis bernilai 196 juta dolar AS atau setara Rp3,52 triliun.
Namun Mbappe masih kalah dari Lamine Yamal (Spanyol) dan Erling Haaland (Norwegia) yang sama-sama di peringkat teratas dengan nilai transfer 218 juta dolar AS atau setara Rp3,92 triliun.
Dengan kedalaman dan kualitas skuad tersebut, Prancis pun menjadi salah satu favorit juara.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps dikenal dengan pendekatan pragmatis namun efektif.
Deschamps mampu membangun budaya pemenang serta menjaga stabilitas di ruang ganti menjadi faktor krusial bagi tim bertabur bintang seperti Prancis.
Sebagai pemain, Deschamps merupakan gelandang bertahan yang sangat sukses.
Ia pernah meraih gelar Liga Champions bersama Olympique de Marseille dan Juventus, serta mengangkat trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis.
Karier kepelatihannya dimulai bersama AS Monaco, kemudian berlanjut ke Juventus dan Marseille, sebelum akhirnya menangani Timnas Prancis pada 2012.
Di bawah kepemimpinannya, Deschamps membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018, serta mencapai final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, menegaskan perannya sebagai sosok kunci dalam era keemasan Les Bleus dalam satu dekade terakhir.
Sayangnnya, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi ajang terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis.
"Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan bertahan hingga 2026 dan Piala Dunia berikutnya. Tapi itu akan berakhir di sana karena harus," ucap Deschamps, dikutip dari TF1.
"Dalam pikiran saya, itu jelas. 2026, itu baik-baik saja," imbuhnya.
Deschamps menegaskan bahwa ia tidak mempertimbangkan kemungkinan memperpanjang masa jabatannya lebih lama dari tahun 2026.
Prancis dan Spanyol berada di puncak daftar peluang lolos ke final dan merengkuh juara Piala Dunia 2026.
Melansir ESPN, Prancis, yang mengamankan tempat semifinal pertama pada hari Kamis dengan kemenangan atas Maroko, telah mengambil alih kendali sebagai favorit utama, dengan peluang naik menjadi +150 dari +500 di awal turnamen.
Sementara itu, Spanyol telah meningkatkan peluang mereka menjadi +310 dari +450 di awal turnamen.
Negara lainnya, Inggris memiliki peluang +340 untuk memenangkan laga semifinal.
Sedangkan lawan semifinal mereka, Argentina, memiliki peluang +360 menjelang pertandingan hari Rabu.
Supercomputer Opta menempatkan Prancis menjadi kandidat terkuat untuk keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Supercomputer Opta adalah mesin kecerdasan buatan berbasis statistik dari Opta Analyst (milik Stats Perform) yang mensimulasikan ribuan pertandingan olahraga.
Menggunakan data historis, kekuatan skuad, dan indikator seperti expected goals (xG), supercomputer ini memprediksi peluang juara hingga persentase klasemen akhir liga secara real-time.
Menurut Supercomputer Opta, Les Bleus menjadi tim dengan probabilitas juara tertinggi dengan 34,05 persen.
Peluang besar itu tak lepas dari performa impresif Prancis sepanjang turnamen.
Tim asuhan Didier Deschamps itu juga diprediksi memiliki peluang 57,70 persen untuk mengalahkan Spanyol dan melaju ke partai final.
Di posisi kedua ada Spanyol. La Furia Roja memiliki peluang 42,30 persen untuk mencapai final dan 23,45 persen untuk menjadi juara dunia.
Sementara itu, Inggris berada di peringkat ketiga dalam prediksi juara.
The Three Lions memiliki peluang 50,94 persen untuk menembus final usai menghadapi Argentina di semifinal, sedangkan peluang mengangkat trofi berada di angka 21,94 persen.
Juara bertahan Argentina justru berada di posisi terakhir di antara empat semifinalis.
Tim yang dipimpin Lionel Messi itu diperkirakan memiliki peluang 49,06 persen untuk lolos ke final dan 20,55 persen untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal, dua pemain sepak bola Tim RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Gurniawan dan Aldi sama-sama mengatakan Prancis memiliki pemain hebat.
Kedalaman skuad Prancis juga sudah terbukti mulai dari fase grup hingga tim berjuluk Les Bleus lolos ke 8 besar.
Gurniawan dan Aldi menyoroti tingginya produktivitas gol yang diciptakan pemain Prancis. Satu di antaranya adalah Kylian Mbappé.
Bangkapos.com mencatat, Prancis telah mengemas total 16 gol sepanjang enam pertandingan mereka hingga babak perempat final.
Ketajaman lini serang skuad asuhan Didier Deschamps ini menjadikan mereka salah satu tim paling produktif di turnamen hingga perempat final.
16 gol Prancis disumbangkan Kylian Mbappé 8 gol, Ousmane Dembélé 5 gol, Bradley Barcola 2 gol dan Désiré Doué 1 gol.
Argentina sang juara bertahan menempati posisi teratas soal produktivitas gol hingga babak perempat final.
Argentina telah mengoleksi total 17 gol. Di bawah asuhan Lionel Scaloni, sang juara bertahan tampil sangat produktif sepanjang turnamen dan kini telah memastikan tempat di babak semifinal.
Jumlah pemain Argentina yang mencetak gol juga paling banyak, antara lain Lionel Messi 8 gol, Lautaro Martinez 2 gol, Alexis Mac Allister 1 gol, Julian Alvarez 1 gol, Enzo Fernandez 1 gol, Cristian Romero 1 gol, dan Giovani Lo Celso 1 gol.
Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Belitung Timur, Endriansyah, melihat ada tantangan berat yang membayangi langkah Tim Tanggo sepanjang turnamen.
"Untuk pertandingan kedua antara Argentina dengan Inggris, kita lihat memang Argentina dalam beberapa pertandingan terakhir ini agak berat di dalam lapangan. Tapi, kayaknya mereka tetap akan memenangkan pertandingan melawan Inggris ini," kata Endrianyah yang saat ini menjabat anggota DPRD Belitung Timur, Senin (13/7/2026).
Apalagi, Argentina saat ini masih memiliki pemain yang merupakan top skor di gelaran tersebut, yakni Lionel Messi.
Status Argentina yang merupakan juara bertahan juga menjadi satu di antara faktor menjagokan Messi dan kawan-kawan untuk ke final.
"Argentina sudah pasti karena pengaruh Lionel Messi. Faktor keberuntungan di beberapa match terakhir ada di Messi, walau pemain lain selalu ikut andil dalam gol tapi seakan semua pemain Argentina itu menjadi satu dengan Messi," kata Endriansyah.
Prediksi Supercomputer Opta Juara Piala Dunia 2026
Skuad Timnas Prancis
Daftar Skuad Perancis untuk Piala Dunia 2026
Perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026
Jadwal Perebutan Juara 3
Jadwal Final
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi/Tribunnews.com/Ali/Kompas.com/Sem Bagaskara/ESPN/Transfremarkt)