TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bocah laki-laki (10) yang sempat dilaporkan tenggelam di Sungai Landak pada 13 Juli 2026 lalu akhirnya ditemukan.
Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa 14 Juli 2026.
Sebelumnya diketahui bocah tersebut mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Nahaya, Desa Amboyo Selatan, Kabupaten Landak.
Kepala Dusun Nahaya Philipus mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari warga, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Landak.
"Korban sudah ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Ditemukan masih di posisi saat terjatuh, dengan kondisi tersangkut di dasar sungai," ujar Philipus di TKP, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, proses pencarian dilakukan oleh tim penyelam dari warga bersama personel Basarnas dan BPBD Landak.
• Kronologi Bocah 10 Tahun Tewas, Jatuh 20 Meter ke Sungai Landak Usai Tabrak Beram Jembatan
Penyelaman dilakukan secara manual dengan bantuan kompresor sebagai pemasok udara bagi para penyelam.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak beram Jembatan Nahaya pada Senin 13 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
Benturan tersebut membuat tubuh korban sempat menghantam bagian besi dan kayu pada konstruksi jembatan sebelum terjatuh ke Sungai Landak dari ketinggian sekitar 20 meter.
Sejak Senin sore, warga bersama tim gabungan telah melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan menyelam di sekitar lokasi kejadian.
Setelah pencarian yang berlangsung hingga Selasa siang, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
• BREAKING NEWS - Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengenaskan di Ngabang, Mulut Korban Luka Sayat
Di hari yang sama, warga tepi jalan raya Ngabang-Serimbu di Dusun Ambarang II, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak dihebohkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas pada Selasa 14 Juli 2026 sekitar pukul 07.20 WIB.
Kepala Dusun Ambarang, Julianus, mengatakan dirinya menerima laporan dari Ketua RT setempat.
"Sekitar pukul 07.20 saya ditelepon Pak RT bahwa ada mayat ditemukan," ujarnya di TKP, Selasa 14 Juli siang WIB.
Hingga saat jenazah ditemukan, identitas korban belum diketahui karena warga tidak berani memeriksa maupun memindahkan tubuh korban sebelum polisi tiba.
Julianus menambahkan, luka yang tampak berada di bagian rahang dan terlihat seperti bekas benda tajam.
"Kondisinya cukup mengenaskan. Ada luka sobek di bagian rahang yang terlihat seperti bekas sayatan. Selain itu kami belum bisa memastikan hal lainnya," ucapnya.
(*)