FBI Siaga, Semifinal Inggris vs Argentina Jadi Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin July 15, 2026 07:57 AM

TRIBUNNEWS.COM – Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris diklasifikasikan sebagai pertandingan dengan tingkat risiko keamanan tertinggi sepanjang turnamen.

Menjelang duel yang akan digelar di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, FBI bersama FIFA dan aparat kepolisian setempat telah menyiapkan pengamanan ekstra untuk mengantisipasi potensi bentrokan antarsuporter.

Status high risk match diberikan setelah pertemuan yang melibatkan FBI, FIFA, dan aparat keamanan Amerika Serikat pada Senin waktu setempat, seperti dilaporkan Daily Mail.

Dalam rapat tersebut, pihak keamanan membahas rivalitas panjang antara Argentina dan Inggris, termasuk potensi gesekan yang dapat terjadi di antara kedua kelompok pendukung.

Klasifikasi tersebut juga muncul di tengah sorotan terhadap aspek keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

JERSEY TIMNAS INGGRIS - Jersey Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026.
JERSEY TIMNAS INGGRIS - Jersey Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026. (TribunVideo/Akmal KhoirulHabib)

Sebelumnya, Timnas Inggris sempat menjadi korban pencurian saat menjalani turnamen. Barang-barang yang hilang meliputi sembilan pasang sepatu sepak bola, sarung tangan kiper, bola resmi Piala Dunia, perlengkapan tim, boneka, perangkat elektronik, jersey bertanda tangan pemain, hingga satu set Lego Nike Air senilai 99,99 dolar AS, dikutip dari ESPN.

Tak lama berselang, The Three Lions kembali mengalami insiden keamanan ketika seorang pria yang membawa kunci inggris berhasil memasuki pusat media tim sebelum akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (9/7) waktu setempat saat skuad asuhan Thomas Tuchel menjalani sesi latihan di Swope Soccer Village, sekitar 800 meter dari pusat media mereka yang berada di sebuah gedung komunitas di Kansas City, dikutip dari Metro.

Menanggapi insiden tersebut, Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta dan Pembina Ormawa Esports UNS, Putri Indah Nazareta, menilai kasus yang menimpa Timnas Inggris merupakan bagian dari tantangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala global.

"Saya melihat peristiwa yang dialami Timnas Inggris ini sebaiknya ditempatkan dalam konteks yang proporsional sebagai bagian dari dinamika penyelenggaraan ajang olahraga berskala global yang melibatkan mobilitas tinggi, perpindahan personel, serta perlengkapan dalam jumlah besar," ujar Putri Indah Nazareta kepada Tribunnews.

"Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa aspek koordinasi, pengamanan, dan tata kelola operasional merupakan bagian penting yang terus disempurnakan dalam setiap penyelenggaraan event olahraga internasional, sehingga perhatian publik tetap dapat terfokus pada kualitas kompetisi dan semangat sportivitas yang menjadi esensi Piala Dunia," tambahnya.

Baca juga: Wonderwall atau Chants Messi? Inggris vs Argentina Hadirkan Duel Unik di Semifinal Piala Dunia 2026

Dengan latar belakang tersebut, duel Argentina kontra Inggris dinilai memang membutuhkan pengamanan ekstra.

Selain faktor keamanan umum, pertandingan ini juga memiliki muatan historis yang kuat akibat rivalitas panjang kedua negara, termasuk sengketa Kepulauan Malvinas.

Pada 1982, perang antara Argentina dan Inggris di Kepulauan Falkland menewaskan lebih dari 900 orang. Hingga kini, kedua negara masih memiliki pandangan berbeda mengenai status wilayah tersebut.

Gerbang Masuk Dipisahkan, Pengamanan Diperketat

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, penyelenggara akan menerapkan sistem gerbang masuk yang berbeda bagi pendukung Argentina dan Inggris.

Meski demikian, FIFA tidak menerapkan sistem pemisahan tempat duduk di dalam stadion, sehingga suporter kedua negara tetap akan bercampur selama pertandingan berlangsung.

Karena itu, aparat keamanan akan memberikan perhatian khusus pada area lorong, pintu masuk, dan fasilitas umum di dalam stadion yang berpotensi menjadi titik pertemuan kedua kelompok pendukung.

Selain di stadion, pengamanan juga diperketat di sekitar hotel tempat menginap kedua tim serta kawasan sekitar Atlanta Stadium yang diperkirakan menjadi pusat berkumpulnya ribuan suporter.

Keributan Suporter Sudah Terjadi

Langkah pengamanan ketat tersebut tidak lepas dari sejumlah insiden yang terjadi beberapa hari sebelum pertandingan.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bentrokan antara pendukung Inggris dan Argentina.

Dalam salah satu rekaman, seorang suporter Inggris terlihat terlibat baku hantam dengan tiga pria yang mengenakan jersey Argentina di dalam stadion.

Video lain menunjukkan sekelompok pendukung Argentina berkonfrontasi dengan fans Inggris di sebuah bar.

Insiden tersebut membuat aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan menjelang semifinal.

Scaloni Minta Suporter Tetap Tenang

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengimbau seluruh pendukung agar menjaga situasi tetap kondusif.

Menurutnya, pertandingan tersebut hanyalah pertandingan sepak bola dan tidak boleh dikaitkan dengan persoalan sejarah maupun politik.

"Pesan saya kepada rakyat Argentina adalah bahwa ini hanyalah pertandingan sepak bola," kata Scaloni.

"Kami akan menghadapi tim hebat dengan pelatih yang hebat, tetapi ini tetap hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu."

Kiper Inggris, Jordan Pickford, juga mengajak kedua kelompok suporter menikmati pertandingan dengan damai.

Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi ajang yang menyatukan, bukan memecah belah.

"Ini hanyalah pertandingan sepak bola dan dua kelompok pendukung yang penuh semangat datang untuk menyaksikan pertandingan kelas dunia," kata Pickford.

"Sepak bola menyatukan para penggemar, menyatukan bangsa-bangsa."

"Kami adalah dua negara yang sama-sama bangga, tetapi biarkan sepak bola yang berbicara," tambah kiper Everton itu.

Polisi Inggris Turut Diterjunkan

Selain aparat keamanan Amerika Serikat, sejumlah personel dari UK Football Policing Unit juga berada di Atlanta untuk membantu koordinasi pengamanan.

Mereka sebelumnya bertugas mengawal pertandingan Inggris melawan Norwegia yang berlangsung relatif kondusif.

Dari sekitar 30.000 pendukung Inggris yang hadir dalam pertandingan tersebut, polisi hanya mencatat empat penangkapan, terdiri dari satu kasus mencoba masuk tanpa tiket, satu orang yang menolak meninggalkan stadion saat diminta, serta dua pendukung yang terlibat keributan.

Catatan tersebut membuat aparat berharap laga semifinal nanti juga dapat berlangsung aman meski tensi rivalitas Argentina dan Inggris diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan pertandingan sebelumnya.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.