TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Potensi longsor mengancam permukiman warga di Jalan Datuk Adil, Gang RA Kartini RT 7, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Hal ini dipicu pasca terjadinya abrasi sungai, yang menyebabkan struktur siring penahan tanah mengalami kemiringan.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Bulungan memasang police line atau garis pembatas, di sekitar lokasi, pada Selasa (14/7/2026) pukul 16.30 Wita.
Jarak Desa Salimbatu ke Tanjung Selor yang merupakan ibu kota Bulungan, sekira 25,5 km.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Widi Kustanto, mengatakan pemasangan police line dilakukan untuk mengamankan area yang berpotensi mengalami longsor susulan.
"Kejadianya kemarin sore.
Jadi setelah menerima laporan, anggota BPBD Bulungan langsung melakukan asesmen di lokasi, dan memasang police line sebagai penanganan awal," kata Widi Kustanto, kepada TribunKaltara.com, pada Rabu (15/7/2026).
Baca juga: TMMD ke-127 Resmi Dibuka Bupati Bulungan, Fokus Pembangunan Jalan dan Jembatan di Salimbatu
Widi menjelaskan, abrasi yang terus menggerus tebing sungai mengakibatkan siring mengalami kemiringan, sehingga kestabilan tanah di sekitarnya menurun, dan berpotensi membahayakan bangunan maupun aktivitas warga.
"Kondisi ini dipicu oleh abrasi, sehingga siring mengalami kemiringan dan kondisi tanah tidak stabil," sebutnya.
Oleh sebab itu, masyarakat sementara diminta untuk tidak mendekati area yang telah dipasangi garis pembatas.
Terutama saat hujan deras atau ketika debit sungai meningkat.
Baca juga: Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Tanjung Palas-Salimbatu, Bupati Minta Selesai Akhir Tahun
"Kita pasang police line agar masyarakat tidak mendekat, apalagi melakukan aktivitas di sana sementara ini," sebutnya.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, lantai yang mulai miring, hingga perubahan kondisi pada siring penahan.
"Kami mengimbau kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda pergerakan tanah di sana," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika