Gubernur Marah Langkanya BBM di Sumut, Akan Sidak Pertamina, TNI-Polri Diturunkan ke SPBU
Salomo Tarigan July 15, 2026 08:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM Gubernur Sumut Bobby Nasution marah menanggapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Sumut.

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindang ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah.

Antrean panjang masih terjadi hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  (SPBU)  karena  keterlambatan pendistribusian dari Pertamia.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dedi mengatakan, Pemprov Sumut  melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Sidak Pertamina

Apabila 1-2 hari ke depan tetap terjadi antrean panjang, pihaknya akan melakukan sidak ke Pertamina.

"Iya kita terus koordinasi dan sudah minta ke Pertamina untuk mengatasi ini. Karena, Gubernur Sumut juga sudah marah. Tapi dari hasil koordinasi ini,  antrean ini disebabkan adanya keterlambatan distribusi," jelasnya kepada Tribun-Medan.com.

GUBERNUR SUMU- Gubernur Sumut Bobby Nasution
GUBERNUR SUMU- Gubernur Sumut Bobby Nasution (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Keterlambatan distribusi ini lanjutnya, mengakibatkan seluruh SPBU se-Kota Medan mengalami kehabisan stok di SPBU tersebut 

 

Baca juga: Akhirnya Terungkap 2 Tersangka Tewasnya ASN di Apartemen Skyview, Hasil Penyelidikan Polrestabes

"Jadi ini distribusinya masih dalam perjalanan dan tidak lancar. Jadi khususnya di Medan sekitar itu terjadi antrean yang mengular. Jika dalam satu-dua hari ini tetap mengular, kita akan melakukan sidak," ucapnya.

Dedi mengimbau  agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemprov Sumut, bakal terus mengawal kelancarann dann optimis jika pasokan BBM di Sumut normal.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying serta  membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami optimis dengan langkah-langkah percepatan distribusi yang sedang dilakukan. Kondisi pasokan  BBM di Sumut akan segera kembali normal," jelasnya. 

Antre BBM di SPBU Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (14/7/2026).
Antre BBM di SPBU Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (14/7/2026). (TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan)

Adapun Pertamina berdalih kelangkaan dan antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU Sumatera Utara dipicu kebutuhan pascalibur sekolah.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya memahami antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

“Kami menyadari masyarakat harus mengeluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, termasuk para pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang terdampak,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

ANTREAN BBM - Ratusan masyarakat mengantre di SPBU 14.207.166 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026).
ANTREAN BBM - Ratusan masyarakat mengantre di SPBU 14.207.166 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026). (TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid)

Fahrougi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebutuhan BBM masyarakat yang cukup signifikan, khususnya setelah masa libur sekolah. 

Menurutnya, lonjakan konsumsi tersebut membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU kembali mengimbangi tingginya permintaan.

Baca juga: Manajemen Prodi Paling Diminati, Unimed Gelar Ujian Jalur Mandiri selama Dua Hari  

“Dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan kebutuhan BBM masyarakat, khususnya pascalibur sekolah yang cukup signifikan.

Peningkatan konsumsi tersebut membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU dapat kembali mengimbangi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia memastikan ketersediaan BBM di Fuel Terminal (FT), khususnya Medan Group, berada dalam kondisi terjaga.

ANTRE DI SPBU -  Suasana antrean pengendara dan pertalite menunggu pasokan BBM di SPBU di Medan, Selasa (14/7/2026). BBM langka hampir di seluruh SPBU. Pertamina menyebut masalah distribusi penyaluran hingga dipicu meningkatnya kebutuhan BBM pascalibur sekolah di Sumut
ANTRE DI SPBU - Suasana antrean pengendara dan pertalite menunggu pasokan BBM di SPBU di Medan, Selasa (14/7/2026). BBM langka hampir di seluruh SPBU. Pertamina menyebut masalah distribusi penyaluran hingga dipicu meningkatnya kebutuhan BBM pascalibur sekolah di Sumut (TRIBUN MEDAN/TRIBUN-MEDAN.com/Danil Siregar)

Menurutnya, fokus Pertamina saat ini adalah mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU agar pasokan diterima masyarakat secara lebih merata dan antrean berangsur berkurang.

Sebagai upaya percepatan distribusi, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Medan selama 24 jam penuh. 

Perusahaan juga menambah 20 unit mobil tangki, menerapkan skema spot charter, serta menambah personel dengan dukungan awak mobil tangki dari terminal terdekat maupun wilayah regional lainnya.

Selain itu, Pertamina melakukan alih suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Pematangsiantar, dan Lhokseumawe untuk membantu penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Dukungan personel dari Bekang TNI juga dilibatkan dalam upaya mempercepat distribusi.

“Tim kami juga melakukan pemantauan secara langsung dan intensif terhadap kondisi stok, antrean, serta realisasi penyaluran di setiap SPBU,” ujarnya.

Baca juga: Dokumen Izin Usaha Karaoke dan Kafe, Dinas Perizinan Sebut tak Punya Kewenangan soal DSS

Distribusi BBM, lanjut Fahrougi, diprioritaskan ke SPBU yang melayani koridor logistik, angkutan umum, dan wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah lainnya.

 

Ia menambahkan, percepatan distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, pengelola SPBU, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami memahami masyarakat mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan.

Oleh karena itu, seluruh jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus bekerja di lapangan untuk menambah ritase, memperkuat armada, dan memastikan BBM sampai ke SPBU secara bertahap,” katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan masyarakat lain tetap memperoleh pasokan secara optimal.

“Sekali lagi kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Pertamina akan terus bekerja maksimal hingga distribusi dan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal,” tutup Fahrougi.

Penjual Eceran Naikkan Harga Sampai Rp25 Ribu

Imbas sulitnya BBM, beberapa penjual BBM eceran nakal pun menaikkan harga sesuka hati.

Seperti yang terpantau di kawasan Kecamatan Medan Selayang, salah satu dari beberapa penjual BBM eceran mulai menaikkan harga pertalite yang dijualnya.

Dimana, biasanya pertalite yang dijual di dalam kemasan botol air mineral ukuran 1,5 liter dijual Rp 20 ribu kini sudah naik menjadi Rp 25 ribu. 

Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Kecamatan Medan Selayang, Bima saat akan mengisi BBM sepeda motornya.

Dirinya mengungkapkan, saat ia hendak berangkat bekerja dan akan mengisi BBM di salah satu pedagang eceran ia mengetahui dari penjual jika harganya sudah naik. 

"Tadi pas mau berangkat, gitu mau isi minyak (BBM) sudah buka tangki motor saya tanya dulu berapa. Rupanya sudah 25 ribu dijualnya, padahal itu enggak penuh. Biasanya penuh pun masih harga 20 itu masih wajar lah, ini sudah naik kali," ujar Bima. 

Di momen seperti saat ini, memang salah satu hal yang harus diwaspadai ialah maraknya penjual BBM eceran yang menaikkan harga seenaknya.

Karena seperti diketahui, harga penjualan BBM jenis pertalite dari Pertamina di angka Rp 10 ribu per liter. 

Bima kembali mengatakan, selain adanya penjual yang menaikkan harga cukup tinggi ia juga sempat melihat pedagang BBM eceran lainnya yang menjual dengan harga yang tak begitu tinggi.

Katanya, di salah satu lokasi penjualan BBM eceran ia melihat jika harga yang dijual masih tetap sama namun ia melihat isi BBM yang dijual di botol tersebut takarannya sudah dikurangi. 

"Tadi ada juga satu saya lihat di situ harganya masih Rp 20 ribu, tapi isinya sudah agak kurang. Jadi cari lagi tempat lainnya," katanya. 

Melihat kondisi ini, dirinya berharap kepada pemerintah dan Pertamina agar segera mencarikan solusi dan mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat ini.

Pasalnya, banyak masyarakat khususnya pekerja yang beraktivitas di luar ruangan seperti penyedia jasa angkutan menjadi sulit untuk beraktivitas karena kosongnya pasokan BBM. 

"Maunya cepat lah teratasi, susah gini masyarakat mau kerja. Apalagi kaya misalnya angkot atau ojek online itu, cemana mau cari uang kalau BBM pun sulit," pungkasnya. 

Polisi dan TNI Diturunkan

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Sumut  aman dan cukup.

Hanya saja, tidak ada supir yang mengantar ke Stasiun Pengisian Bahak Bakar Umum (SPBU).


Untuk itu, kata Bobby Nasution, pihaknya meminta petugas kepolisian dan TNI  untuk membawa mobil tangki BBM tersebut ke SPBU yang ada di Sumut.


Dijelaskan Bobby Nasution, hal ini untuk menjawab keresahan masyarakat karena antrean yang mengular hampir di seluruh SPBU Sumut. 


"Yang  saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBMnya. Tapi pengemudi yang antar BBM nya terjadi pemberhentian massal," terangnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).


Dikatakannya, saat ini adalah permasalahan internal antara pihak Pertamina dengan  supir yang mengantat BBM ke SPBU.


"Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu  kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas  TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM," jelasnya.


Hingga hari ini, kata Bobby berdasarkan informasi, Pertamina belum selesai melaksanakan perekrutan.


"Jadi TNI Polri ini untuk bisa menganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya.  Jadi kami minta mulai malam ini dari TN-Polri sudah ready untuk itu," jelasnya.


Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk pengantaran BBM ke SPBU.


"Jadi kami minta  mulai malam ini dari TNI pri sudah ready  jumlah personel  untuk kontrol pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan pemerintah siap mengcover sementara," jelasnya. 

Dikatakan Bobby, pihaknya tidak akan mencampuri permasalahan internal Pertamina.

 Hanya saja, ia tidak ingin masyarakat resah karena antrean yang mengular di seluruh SPBU Sumut.


"Tanya mereka bagaimana  mereka meng hire, kami tidak ikut campur ke sana.  Yang pasti  jangan sampai masalah internnal menngganggu kehidupan masyarakat.  Jadi saya minta tad,i  hal seperti ini, tolong diinformasikan.  Jangan sudah kejadian baru disibuk-sibukin,"Jelasnya.


Dikatakannya, yang membuat masyarakat panic buying adalah Pertamina itu sendiri.


"Yang buat panic buying, Pertamina. Seharusnya maslah personal sampaikan ke pemerintah daerah  dan semua yang ada di sini, pasti kita backup untuk memcarikan solusinya," katanya.


Dipastikannya, pihaknya tinggal menunggu pihak Pertamina untuk pengantaran BBM ke SPBU.


"Sampai dengan hari ini, kami minta disiapkan (TNI Polri) untuk menjadi pengantar driver dan tim pengamanannya ready,  kalau butuh 20 atau berapa orang kami ready," jelasnya.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.