3 BERITA POPULER SUMBAR: Trase Tol Sicincin-Bukittinggi, WNA Aksi Hipnotis dan Jenazah Tergantung
Rahmadi July 15, 2026 08:27 AM

Pertama, polemik trase Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi yang melintasi Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam, dipastikan berakhir. 

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan sepakat mengubah jalur tol sehingga tidak lagi melewati kawasan tersebut.

Kedua, aksi dugaan pencurian dengan modus berpura-pura menukarkan uang yang diduga dilakukan sejumlah warga negara asing (WNA) terjadi di sebuah warung yang juga melayani jasa BRI Link di Korong Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIB dan kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Ketiga, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Muaro Kalaban bersama Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul temuan seorang pria yang meninggal dunia akibat gantung diri. 

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Sungai Loban, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada Senin (13/7/2026).

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Hasil Rapat di Kejati Sumbar: Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Diubah, Tak Lagi Lewati Kubang Putiah

Polemik trase Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi yang melintasi Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam, dipastikan berakhir. 

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan sepakat mengubah jalur tol sehingga tidak lagi melewati kawasan tersebut.

Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Pemprov Sumbar di Aula Kejati Sumbar, Selasa (14/7/2026).

Solusi Baru untuk Trase Kubang Putiah

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade 14/7/2026
POLEMIK JALAN TOL- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Aula Kejati Sumbar, Selasa (14/7/2026).

Andre Rosiade mengatakan seluruh persoalan yang selama ini menghambat rencana pembangunan ruas Tol Sicincin–Bukittinggi telah dibahas dan disepakati dalam rapat tersebut.

"Alhamdulillah, seluruh masalah sudah bisa diurai. Yang paling penting, persoalan Kubang Putiah sudah selesai. Trase yang baru tidak lagi melewati Kubang Putiah," kata Andre kepada wartawan usai rapat didampingi Kejati Sumbar. 

Menurut Andre, keputusan tersebut diambil agar pembangunan proyek strategis nasional itu dapat berjalan lebih cepat tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejati Sumbar Rapat Bersama Kepala Daerah, Bahas Tol Sicincin-Bukittinggi

"Kami ingin pembangunan tol ini berjalan cepat dan tidak ada persoalan dengan masyarakat. Karena itu, kami mendengar aspirasi warga. Ternyata Pemkab Agam bersama Hutama Karya sudah memiliki solusi lain. Maka kami sepakat tidak melewati Kubang Putiah," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pihak juga telah sepakat menghentikan polemik terkait trase lama.

"Saya minta polemik Kubang Putiah segera dihentikan. Semua sudah sepakat, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Kejati, maupun seluruh tim yang terlibat," katanya.

Tim Gabungan Segera Tinjau Jalur Baru

Andre mengungkapkan, tim gabungan akan langsung turun ke lapangan pada Rabu (15/7/2026) untuk meninjau trase baru yang telah disepakati.

Peninjauan tersebut akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Provinsi Sumbar, Kejaksaan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hutama Karya, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.

Selain persoalan Kubang Putiah, rapat juga menyepakati lokasi baru pintu keluar (exit tol) di Padang Panjang yang disebut sudah tidak lagi menimbulkan persoalan.

Baca juga: Toyota Rush Pecah Ban, Kecelakaan di Tol Kapalo Hilalang Akibatkan Dua Orang Luka

Menurut Andre, perubahan trase tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap panjang jalan tol, namun justru mempercepat proses pembangunan.

Ia berharap konstruksi Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sudah dapat dimulai pada akhir 2026.

"Insya Allah, akhir tahun ini Hutama Karya sudah mulai melakukan proses konstruksi di lapangan," ujarnya.

Dampak Positif Konektivitas Sumbar–Riau

Andre menilai kehadiran jalan tol akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat karena mempercepat konektivitas dengan Provinsi Riau.

"Kalau Padang terhubung dengan Pekanbaru, hasil pertanian Sumatera Barat lebih mudah dipasarkan ke Riau. Sebaliknya, masyarakat Riau juga bisa datang ke Sumbar untuk berwisata dan membelanjakan uangnya di sini. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat," katanya.

Sementara itu, Kajati Sumbar Dedie Tri Hariyadi memastikan seluruh persoalan yang berkaitan dengan pembangunan ruas Tol Sicincin–Bukittinggi telah dibahas bersama seluruh kepala daerah dan instansi terkait.

"Pada intinya, pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin–Bukittinggi insya Allah sudah siap kita mulai. Mudah-mudahan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.

Baca juga: Kabar Terbaru Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Giliran Akses Lubuk Alung Dikebut

Pendampingan Hukum dan Status Lahan

Dedie mengatakan, tahap selanjutnya adalah peninjauan lapangan oleh tim ATR/BPN bersama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati Sumbar untuk memastikan status dan kondisi lahan yang akan dilintasi.

"Kita pastikan objek tanah yang akan dibebaskan benar-benar jelas kepemilikannya, apakah sawah atau tanah darat, serta siapa pemiliknya. Semua harus clear and clean agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," tegasnya.

Ia menambahkan, Kejati Sumbar akan terus melakukan pendampingan hukum selama proses pembangunan berlangsung, termasuk membantu menyelesaikan apabila muncul sengketa terkait masyarakat adat maupun persoalan lainnya.

"Kami akan melakukan pendampingan. Kalau nanti ada perselisihan, termasuk yang berkaitan dengan masyarakat adat, akan kita bantu selesaikan," tutupnya.

2. Diduga Gunakan Modus Hipnotis, WNA Bawa Kabur Uang Rp2,2 Juta dari BRI Link di Padang Pariaman

Aksi dugaan pencurian dengan modus berpura-pura menukarkan uang yang diduga dilakukan sejumlah warga negara asing (WNA) terjadi di sebuah warung yang juga melayani jasa BRI Link di Korong Buluah Kasok, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIB dan kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Aksi para pelaku juga terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @kontributor_sumbar.

Dalam rekaman CCTV terlihat seorang pria yang diduga WNA mengenakan topi masuk ke warung dan mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas.

Baca juga: Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di MAN 3 Padang Berlangsung Tertutup di Polresta Padang

Pelaku kemudian menuju meja kasir untuk membayar sambil berbincang dengan penjaga warung. Saat itu, ia memperlihatkan sejumlah uang.

Tak lama kemudian, seorang pria lain yang diduga rekannya datang dan berdiri tepat di belakang pelaku.

Beberapa saat setelah percakapan berlangsung, pelaku meninggalkan lokasi bersama rekannya.

Modus Pelaku Berpura-pura Menukar Uang

Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, Iptu Edy Saputra, membenarkan adanya laporan dugaan pencurian tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika pelaku berpura-pura membeli air mineral, kemudian meminta menukarkan dua lembar uang pecahan Rp50 ribu dengan satu lembar uang Rp100 ribu pecahan lama.

Namun, saat penjaga warung memeriksa laci kasir, uang pecahan yang diminta tidak ditemukan.

Baca juga: Tak Perlu Ribet dan Capek, Tribun Booking Solusi Praktis untuk Event Lokal

"Pelaku kemudian secara tiba-tiba mengambil seluruh uang yang ada di dalam laci. Korban pada saat itu diduga seperti terhipnotis sehingga terkesan tidak bisa berbuat apa-apa ketika uang tersebut diambil pelaku," kata Iptu Edy, Selasa (14/7/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp2,2 juta.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Usai menerima laporan, personel Polsek VII Koto Sungai Sariak langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

"Kami sudah memeriksa korban dan beberapa orang saksi serta melakukan pengumpulan bahan keterangan. Mudah-mudahan perkara ini bisa segera kami ungkap," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedra Wati, juga membenarkan bahwa laporan dari korban telah diterima pihak kepolisian.

"Korban sudah membuat laporan polisi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan rekaman CCTV dan barang bukti lainnya," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini baru ada satu laporan dengan lokasi kejadian di wilayah Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.

Polisi Imbau Masyarakat Waspada

Iptu Edy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal, terutama yang datang dengan modus meminta menukarkan uang.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek VII Koto Sungai Sariak, agar selalu waspada terhadap orang asing atau orang yang tidak dikenal yang berpura-pura ingin menukarkan uang. Modus seperti ini diduga digunakan pelaku untuk mengelabui korban sehingga dapat mengambil uang atau barang berharga yang ada di laci kasir," ujarnya.

Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku agar segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat guna mempercepat proses penyelidikan.

3. Diduga Depresi Akibat Penyakit Menahun, Seorang Pria di Sawahlunto Ditemukan Meninggal

Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Muaro Kalaban bersama Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Sawahlunto bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul temuan seorang pria yang meninggal dunia akibat gantung diri. 

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Sungai Loban, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada Senin (13/7/2026).

Korban diketahui berinisial YP (34), seorang pekerja swasta yang berdomisili di dusun setempat.

Kejadian yang mengejutkan warga sekitar ini langsung mendapat penanganan intensif dari kepolisian guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana di balik kematian korban.

Baca juga: Diduga Gunakan Modus Hipnotis, WNA Bawa Kabur Uang Rp2,2 Juta dari BRI Link di Padang Pariaman

Respons Cepat Kepolisian dan Olah TKP

Kepala Polres Sawahlunto Ajun Komisaris Besar (AKBP) Simon Yana Putra, melalui Kepala Polsek Muaro Kalaban Ajun Komisaris (AKP) Doni Fatrizal, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. 

Pihak kepolisian pertama kali menerima laporan dari masyarakat pada Senin siang sekitar pukul 12.30 WIB.

"Begitu menerima laporan mengenai adanya warga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, personel polsek langsung bergerak ke lokasi kejadian," ujar Doni melalui keterangan tertulis Selasa (14/7/2026).

Tidak bekerja sendiri, Polsek Muaro Kalaban segera berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sawahlunto. 

Baca juga: Pemandu Lagu Dibunuh di Hotel Dharmasraya, Pelaku Datangi Polres dan Akui Perbuatannya

Sinergi ini dilakukan demi menjamin proses identifikasi dan olah TKP berjalan sesuai dengan prosedur standar operasional kepolisian.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan area sekitar dengan memasang garis polisi (police line). 

Langkah awal ini penting dilakukan agar kondisi tempat kejadian perkara tetap steril selama proses pengumpulan bahan dan keterangan (baket) serta olah fisik berlangsung.

Kronologi Kejadian dan Kesaksian Keluarga

Polisi kemudian menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga dekat yang sempat berinteraksi dengan korban sebelum kejadian. 

Dari penuturan ibu kandung korban, T (70), tidak ada firasat buruk yang dirasakannya ketika memulai aktivitas di pagi hari.

Sekitar pukul 08.00 WIB, T berangkat ke pasar untuk berdagang seperti biasa. Sebelum meninggalkan rumah, sang ibu sempat melihat anak laki-lakinya itu masih tertidur lelap di dalam kamarnya.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 10.00 WIB, YP sempat meninggalkan rumah untuk mengunjungi kediaman kakak perempuannya, NY (43). Di sana, korban sempat meminta dibuatkan secangkir kopi hangat.

Namun, kopi tersebut pada akhirnya tidak jadi diminum. Kepada kakaknya, korban mengeluhkan rasa sakit yang teramat sangat pada bagian perutnya. 

Tak berselang lama, sekitar pukul 10.30 WIB, YP berpamitan untuk kembali ke rumahnya sendiri.

Petaka baru diketahui saat T kembali dari pasar sekitar pukul 11.30 WIB. Memasuki rumah, T mendapati anak laki-lakinya sudah dalam posisi tergantung di bagian atas kusen pintu kamar dengan kaki yang tampak tertekuk.

YP menggunakan selembar kain sarung bermotif kotak berwarna cokelat silver untuk mengakhiri hidupnya. Syok mendapati kondisi sang anak, pihak keluarga dibantu warga sekitar segera melaporkan peristiwa pilu tersebut ke Mapolsek Muaro Kalaban.

Baca juga: Sakit Hati Saat Cekcok, Motif Pria Dharmasraya Nekat Bunuh Pacar Sendiri di Kamar Hotel

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Dugaan Penyebab

Dari hasil olah TKP, tim kepolisian mengamankan kain sarung tersebut sebagai barang bukti utama. 

Tim Inafis Polres Sawahlunto yang melakukan pemeriksaan fisik luar (visum et repertum sementara) tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Dokter dan tim identifikasi menemukan bekas jeratan linier di leher bagian bawah telinga sebelah kiri, yang secara medis identik dengan karakteristik kasus gantung diri. 

Petugas juga menemukan tanda-tanda fisiologis lain yang memperkuat kesimpulan tersebut, seperti keluarnya cairan mani.

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diduga kuat mengalami depresi berat akibat penyakit lambung atau perut menahun yang dideritanya. Penyakit tersebut diketahui kerap kambuh dan sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Baca juga: Siswa Perakit Bom di MAN 3 Padang Disebut Pendiam, Sekolah Tak Pernah Terima Laporan Perundungan

Penolakan Autopsi dan Imbauan Kepolisian

Pihak keluarga menyatakan dapat menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka secara resmi menolak dilakukannya tindakan autopsi terhadap jenazah YP dengan menandatangani surat pernyataan penolakan di hadapan petugas.

Setelah seluruh proses identifikasi rampung sekitar pukul 13.30 WIB, kepolisian menyerahkan jasad YP kembali kepada keluarga. 

Jenazah korban kemudian dimakamkan pada sore harinya di area pemakaman keluarga yang berada tepat di depan rumah duka.

Berkaca dari kejadian ini, AKP Doni Fatrizal mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi kesehatan fisik maupun mental anggota keluarga terdekat. 

Dukungan moral dari lingkungan terdekat dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah tindakan nekat akibat depresi.

"Dukungan psikologis, kepedulian keluarga, serta penanganan medis secara dini sangat krusial bagi siapa saja yang sedang berjuang melawan penyakit kronis atau tekanan batin yang berat," pungkas Doni.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.