TNI AL Siapkan Lanal Lampung Jadi Satu di Antara Pangkalan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Theresia Felisiani July 15, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut menyiapkan Lanal Lampung sebagai salah satu pangkalan kapal Giuseppe Garibaldi asal Italia yang disebut-sebut akan menjadi kapal induk pertama milik Republik Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan saat ini pembangunan fasilitas labuh dan fasililtas sandar untuk kapal dengan panjang 180,2 meter dan lebar 33,4 meter itu terus dilakukan.

Ia berharap seluruh fasilitas tersebut sudah siap untuk mendukung ketika Garibaldi tiba di Indonesia.

"Terkait Fasilitas Labuh dan Fasilitas Sandar Garibaldi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi," kata Tunggul saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (14/7/2026).

"Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung," pungkasnya.

Diketahui saat ini, kru TNI Angkatan Laut yang akan mengawaki Garibaldi sudah berada di Italia untuk mengikuti serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan. 

Baca juga: Kemhan Sebut Proses Retrofit Kapal Induk Giuseppe Garibaldi akan Dilakukan Galangan Dalam Negeri

Nantinya mereka akan melaksanakan penyeberangan lintas laut menuju Indonesia dengan konsep Joint Crew di mana sebagian dari personil TNI AL dan sebagian lagi dari personel Angkatan Laut Italia. 

Setelah tiba di tanah air dan diserahterimakan ke Indonedia, nantinya 100 persen pengawakannya akan berasal dari prajurit TNI Angkatan Laut.  

 

Siapkan SDM dan Infrastruktur

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut menyatakan masih melakukan sejumlah tahapan persiapan dalam rangka menyambut kedatangan Giuseppe Garibaldi.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memproyeksikan 500 prajurit TNI AL dari Korps Pelaut mengawaki kapal induk tersebut.

Dia menyampaikannya dalam Webinar bertajuk Indonesia's Blue Water Transistion: Why High-Value ASW/AAW Assets Will Decide Its Credibility pada Rabu (25/2/2026).

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki," ujar dia disiarkan langsung di kanal Youtube Semar Sentinel pada Rabu (25/2/2026).

"Dari mulai sekarang pada level perwiranya harus memiliki kompetensi-kompetensi khusus sebagai pengawak, sebagai operator di kapal induk. Dari mulai sekarang harus disiapkan," ucap Yayan.

Baca juga: Melihat Giuseppe Garibaldi, ‘Monster Laut’ Italia untuk RI yang Jadi Sorotan Tiongkok

Dia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung kapal induk tersebut.

Infrastruktur itu mulai dari kesiapan pangkalan dan dermaga TNI AL hingga dermaga atau pelabuhan sipil dalam rangka mendukung fasilitas sandar bagi kapal induk sepanjang 180 meter tersebut.

"(Selain itu) Bagaimana dukungan logistiknya, bisa kita bayangkan. Sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik untuk kru yang 500 (orang). 500 itu hanya kru inti aja, belum kru untuk penerbang, sistem aviation dan sebagainya," pungkas dia.

 

Tidak untuk Tujuan Invasif

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, selain untuk misi OMSP seperti penanggulangan bencana, kapal itu juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Militer untuk Perang (OMP) sesuai kebutuhan tugas TNI.

Akan tetapi, ia menegaskan kehadiran Garibaldi tidak ditujukan untuk tujuan invasif.

"Namun demikian, pemanfaatan kapal ini tetap berada dalam kerangka doktrin pertahanan Indonesia yang bersifat defensif," kata Rico saat dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (27/2/2026).

"Kehadiran Giuseppe Garibaldi tidak dimaksudkan untuk tujuan invasif, melainkan untuk memperkuat kesiapsiagaan, perlindungan kedaulatan, serta mendukung misi kemanusiaan dan stabilitas kawasan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.