MBG Mulai Aktif, Harga Telur Merangkak Naik, Gebernur Minta SPPG Jangan Berebut
Salomo Tarigan July 15, 2026 08:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta Kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  untuk tidak berebut bahan pokok dengan masyarakat. 

Hal itu dikatakan Bobby Nasution karena harga sejumlah bahan pokok, terutama telur naik secara signifikan pasca Makan Bergizi Gratis(MBG) di Sumut kembali aktif. 

Diakui Bobby Nasution, telur merupakan menu favorit pihak SPPG.

Namun, untuk mencegah berebut dengan masyarakat, perlu adanya kolaborasi dari pihak Pertanian dan Peternakan.

"Telur itu salah satu menu favorit, yang banyak juga dibuat di SPPG, dari kemarin kami dengan BI (Bank Indonesia) contoh sudah mencoba membuat kerja sama antara SPPG dengan penghasil, bukan berebut dengan masyarakat yang ada di pasar," terangnya.

Diakuinya, program kerja sama ini belum sampai 20 persen.

Akan tetapi, jika SPPG berkolaborasi langung dengan peternak dan petani, pasti harga menjadi stabil.

"Minimal 50 persen SPPG sudah bekerja sama, pasti tidak akan berebut dengan masyarakat," jelasnya.

Diketahui, harga telur ayam ras di Kota Medan mengalami kenaikan dalam sepekan.

Terakhir, termasuk di Pasar Tradisional Setia Budi Kecamatan Medan Selayang Kota Medan.

Pantaun Tribun Medan,  Selasa (14/7/2026), kenaikan terjadi pada telur per butir ataupun per papan.

"Iya sejak MBG aktif lagi, harga telur naik lagi. Per butir naiknya Rp 50-100 perak. Biasanya saat MBG libur kemarin, Rp 10 ribu dapat 5 butir. Sekarang cuman dapat 4 butir," jelas pedagang telur Irma Nasution. 

Saat ini, kata Irma harga telur mulai dari Rp 1.600-2.000 per butir. Tergantung besaran harganya.

"Itu telur ayam ya, kalau telur bebek masih sama Rp 3.500per butir,"jelasnya.

Pilih Telur Retak

Di Pasar Tradisional Pringgan Medan, harga telur kini dijual mulai dari Rp 1.400 hingga Rp 2.000 per butir, tergantung ukuran.

Sementara telur retak atau pecah yang masih layak konsumsi dijual sekitar Rp 1.000 per butir, Jumat (10/7/2026).

Salah seorang pedagang telur di Pasar Pringgan, Poppy (30), mengatakan harga telur mulai merangkak naik setelah sempat mengalami penurunan sekitar Rp 50 per butir pada pekan lalu.

“Seminggu lalu sempat turun sekitar Rp 50 per butir. Sekarang mulai naik lagi. Harga telur dijual mulai Rp 1.400 sampai Rp 2.000 per butir, tergantung ukuran,” ujarnya.

Baca juga: Waspadai Serangan Balik Koruptor, Ketua ILAJ: Era Prabowo Buat Mafia Menderita, Jangan Terpecah

Baca juga: KLARIFIKASI Petugas SPBU di Batubara yang Isi BBM ke Jerigen Saat Antrean Panjang: Ada Suratnya

Poppy yang telah berjualan telur selama dua tahun itu mengaku memperoleh pasokan langsung dari kandang atau peternak. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 30 papan telur.

Kenaikan harga juga dirasakan konsumen. Hera Wati mengatakan kini sudah sulit menemukan telur dengan harga Rp 1.000 per butir seperti beberapa waktu lalu.

“Harga telur sekarang sudah enggak kayak dulu, Rp 1.000 masih dapat. Sekarang sudah enggak ada lagi,” katanya.

Menurut Hera, telur ukuran paling kecil yang dijual di warung kini dibanderol sekitar Rp 1.500 per butir. Padahal, pada pekan lalu harganya masih sekitar Rp 1.300 per butir.

“Kalau telur yang sedang, yang banyak dijual di kedai, sekarang juga sudah naik. Biasanya uang Rp 5.000 bisa dapat tiga butir, sekarang cuma dua butir,” ujarnya.

Untuk menghemat pengeluaran, Hera memilih membeli telur yang cangkangnya retak atau pecah karena harganya lebih murah.

“Makanya saya milih beli telur yang kondisinya rusak, pecah begini. Lebih murah. Tapi jangan salah, isinya masih bagus kok,” katanya.

(Cr5/cr26/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.