Bupati Erwin Burase Buka Peluang Investor Durian Baru Masuk Parimo, Sediakan Lahan 15 Ribu Hektare
Lisna Ali July 15, 2026 09:08 AM

TRIBUNPALU.COM - Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase membuka peluang bagi Investor yang ingin berinvestasi di sektor Durian, termasuk membangun packing house baru di wilayah tersebut.

Menurut Erwin, peluang investasi masih terbuka karena kapasitas pengolahan dan Ekspor Durian dari Parigi Moutong dinilai belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar, khususnya dari China.

Hal itu disampaikan Erwin usai melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Selasa (14/7/2026).

"Saat ini kami masih membuka peluang selebar-lebarnya bagi investor yang ingin membangun packing house di Parigi Moutong," kata Erwin.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah terdapat 17 packing house yang beroperasi di Parigi Moutong. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam rantai ekspor Durian langsung ke China.

Namun, menurutnya, sebagian besar packing house tersebut masih terkonsentrasi di wilayah selatan Parigi Moutong.

Padahal, wilayah utara juga memiliki potensi produksi Durian yang besar dan membutuhkan investasi serupa agar hasil panen petani dapat terserap secara maksimal.

"Parigi Moutong membentang sekitar 510 kilometer. Dari 17 packing house yang ada sekarang, sebagian besar masih berada di wilayah selatan. Sementara wilayah utara juga memiliki Durian yang sangat banyak dan masih membutuhkan investasi," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Parigi Moutong dan Imigrasi Palu Sepakat Bentuk Timpora, Ini Tugas dan Fungsinya

Baca juga: Tebak Skor Semi Final Pildun 2026, Wawali Palu: Prancis 2-1 Atas Spanyol

Erwin mengatakan, kebutuhan Durian China masih sangat besar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasokan yang tersedia saat ini baru mampu memenuhi sekitar dua persen dari total kebutuhan pasar negara tersebut.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menyiapkan sekitar 15 ribu hektare lahan untuk pengembangan kebun durian sebagai upaya meningkatkan produksi.

"Kami juga terus berkomunikasi dengan para investor agar mau berinvestasi di Parigi Moutong. Nantinya pemerintah daerah akan menyiapkan regulasi untuk mendukung investasi tersebut," katanya.

Selain mendorong investasi, Erwin menyebut pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, guna memastikan aktivitas investor asing berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Muhammad Akmal menilai Parigi Moutong memiliki potensi besar yang mampu menarik minat investor luar negeri, baik di sektor pertambangan maupun Durian.

Menurut Akmal, kehadiran investor asing telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama petani durian.

Ia menyebut harga Durian di tingkat petani yang sebelumnya berkisar Rp35 ribu per kilogram kini telah meningkat hingga sekitar Rp95 ribu per kilogram.

"Kami mendukung apabila ada investor asing yang masuk. Namun seluruh aktivitas mereka tetap harus sesuai ketentuan dan berada dalam pengawasan bersama instansi terkait," kata Akmal.

Ia berharap kemudahan investasi yang dibarengi pengawasan yang baik dapat mempercepat pengembangan industri Durian di Parigi Moutong sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

https://www.whatsapp.com/channel/0029VaGJUF060eBeALCKKw2b

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.