Persib Bandung Masih Terjerat Sanksi FIFA saat Laga Makin Dekat, 6 Pemain Anyar Terancam Tak Main
Seli Andina Miranti July 15, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Sudah mendatangkan sederet pemain anyar, Persib Bandung rupanya masih terganjal transfer ban FIFA.

Hingga Rabu (15/7/2026), nama Persib Bandung masih tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban. Berdasarkan data yang dibagikan FIFA, registration bans untuk Persib Bandung dimulai pada 29 Mei 2026 dan belum diangkat.

Selama masih terkena FIFA Registration Bans, Persib Bandung dilarang mendaftarkan nama pemain baru.

Di tengah sanksi FIFA tersebut, Persib Bandung sudah mendatangkan enam pemain baru. Enam nama tersebut pun bukan kaleng-kaleng.

Baca juga: Satu Striker Persib Bandung Resmi Pamit, Sampaikan Pesan Haru untuk Bobotoh lewat Instagram

Dimulai dari pemain belakang asal Prancis, Gabriel Mutombo, Persib Bandung memulai gelombang 'Wilujeng Sumping'

Selain Gabriel Mutombo, Persib Bandung mendatangkan dua diaspora berlabel Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen. Ada juga pemain asal Jepang Gakuto Notsuda, pemain asal Bosnia-Herzegovina Luka Menalo, dan yang teranyar, gelandang asal Montenegro Balsa Sekulic.

Dengan masih belum diangkatnya sanksi FIFA, nasib pemain anyar Persib Bandung pun jadi pertanyaan.

Pihak manajemen Persib Bandung pun belum lama ini buka suara terkait sanksi tersebut.

Sanksi FIFA disebut tak mempengaruhi rencana transfer tim. Hal tersebut disampaikan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.

"Namun, ban itu tidak menghalangi Persib untuk melakukan negosiasi ataupun menandatangani kontrak dengan pemain," ujar Adhitia Putra.

Adhitia lalu berpesan kepada bobotoh untuk tak khawatir.

Ia menegaskan pihaknya akan berupaya sebaik mungkin untuk mengeluarkan Persib dari daftar banned FIFA.

Adhitia menambahkan bahwa Persib tak akan mengalami masalah serupa untuk musim depan.

"Persib sudah bekerja dan apa pun yang kami siapkan untuk musim depan, tidak akan terganggu oleh transfer ban tersebut."

Baca juga: Bikin Igor Tolic Kepincut, Ini Kualitas Gakuto Notsuda Si Mesin Baru Lini Tengah Persib

Persib Bandung sendiri akan segera menjalani pertandingan perdana di musim 2026/2027. Laga pertama adalah di laga play-off AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 antara Persib Bandung vs Manila Digger.

Laga Persib Bandung vs Manila Digger akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Senin, 31 Agustus 2026.

Jika transfer ban FIFA tak juga diangkat, enam pemain anyar hanya bisa gigit jari tak bisa didaftarkan untuk bermain.

Penyebab Transfer Ban

Sanksi Registration Ban dari FIFA biasanya dipicu oleh sengketa finansial yang belum terselesaikan, seperti tunggakan gaji pemain/pelatih terdahulu atau masalah biaya kompensasi transfer (training compensation/solidarity contribution) dengan klub lain.

Sanksi ini umumnya berlaku selama maksimal tiga periode transfer berturut-turut, atau akan langsung dicabut seketika setelah klub menyelesaikan kewajiban pembayarannya.

Hingga saat ini, manajemen Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kasus yang menyebabkan jatuhnya sanksi per 29 Mei lalu.

Namun, melihat rekam jejak finansial Persib yang dikenal sehat dan profesional, manajemen diyakini sedang berpacu dengan waktu di belakang layar untuk melunasi segala kewajiban agar FIFA segera mencabut sanksi tersebut sebelum jendela pendaftaran pemain Liga 1 ditutup.

Jika tidak segera beres, investasi besar mendatangkan gerbong pemain sekelas Sandy Walsh hingga Balsa Skulic terancam mubazir di awal musim.

Duduk Perkara

Deputy CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, sebelumnya menginformasikan bahwa mereka sebenarnya untuk kasus Sato, pihaknya sudah menyadari karena kasus terjadi di tahun 2023.

"Waktu itu masih ceritanya kan Luis Milla ya pelatihnya dan Sato tuh diganti di pertengahan musim 2023/2024 ketika Bojan masuk. Secara efektivitas juga kita bersyukurlah karena kan pergantian itu juga cukup berhasil, akhirnya kita juara di musim 2023/2024 kan, itu yang poin pertama," ujar Adhitia, saat dihubungi, Minggu (31/5/2026) silam.

Adhitia mengatakan, kasus ini terjadi di tahun 2023/2024, dan ketika kasus ini terjadi, itu pihaknya sudah memberi tanggapan, tahun lalu kata dia mengajukan ke (CAS) Court Of Abritation Of Sport.

Adhitia menjelaskan, berdasarkan Peraturan FIFA, ketika seseorang pemain keluar dari sebuah klub sisa kontraknya 2 tahun lagi, kemudian kerja di klub atau perusahaan lain, jika gajinya lebih besar dari Persib sudah selesai.

Baca juga: Umuh Muchtar Minta Bobotoh Tenang, Bos Persib Janjikan Kejutan Transfer yang Lebih Mengejutkan

"Tapi kalau gajinya lebih kecil, nah gaji lebih kecilnya ini kita mesti cek berapa selisihnya, makanya butuh waktu panjang, sekitar beberapa bulan," kata Adhitia.

Adhitia mengaku, pihaknya mendapat informasi bahwa Daisuke Sato di klub barunya gajinya jauh lebih kecil, maka pihaknya banding ke FIFA karena tak mungkin gaji jumlah tersebut di Filipina.

"Akhirnya waktu itu berjalan berbulan-bulan, CAS itu ngecek dulu bener enggak gajinya segini, apakah ada per-diem, ada pesangon, segala macam. Pokoknya dicek semuanya, akhirnya baru keluarlah di 2 bulan yang lalu, ternyata kita dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya Rp 3,03 (miliar) Nah, setelah ke CAS itu turun jadi Rp 2,7 (miliar)," kata dia.

Jadi, kata Adhitia, proses tersebut terus berjalan, bukan sesuatu yang mengagetkannya.

"Wah ada kasus, enggak, kita udah tahu gitu. Memang jatuh temponya itu di kemarin, tapi kita juga enggak terlalu worry, kita pasti selesaikan gitu. Cuma kan kita juga butuh tahu numbers-nya berapa detailnya, lah. Nah, pas udah clear berapa, pasti kita akan selesaikan sesegera mungkin lah gitu," tuturnya.

Adhitia menegaskan, kasus tersebut sudah lama dan bukan kasus yang pertama, mengingat pihaknya  punya kasus yang sama, Wiliam Marcilio musim ini.

"Kita baik-baik aja, terminate juga, dia tuh kontraknya 1+1. Sama, mirip lah, tapi kita berakhir dengan baik-baik aja. Kenapa, karena dengan Wiliam, kita itu melakukan proses negosiasi yang benar," ujar Adhitia.

Jadi, menurut Adhitia, pihaknya, duduk bersama, negosiasi dan segala macam, akhirnya berakhir dengan kesepakatan.

"Enggak ada gugat-menggugat segala macam, selesai gitu," kata Adhitia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.