TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Warga yang alami krisis air bersih di Kota Bogor di musim kemarau Juli 2026 ini merupakan warga yang selama ini mengandalkan air dari sumur dan mata air.
Sejauh ini sudah ada laporan dari dua kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih ini.
Yaitu dari sebagian warga Kelurahan Kedunghalang dan Bubulak yang total warga terdampak mencapai 140 kepala keluarga.
Mereka pun sudah dibantu dengan distribusi air bersih yang dikirim BPBD Kota Bogor bersumber dari PDAM hingga 12.000 Liter.
"Mayoritas di sana itu tidak menggunakan PDAM," kata Kepala BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
"Masih menggunakan sumur tanah dan sumber air alami yang dipipa disalurkan ke rumah-rumah warga," kata Dimas.
Alhasil, ketika memasuki kemarau ini sumber air warga tersebut berkurang.
Sehingga mereka sulit mendapatkan air bersih.
"Secara umum, penurunan intensitas atau curah hujan adalah penyebab paling utama dan pemicu awal terjadinya kekeringan," katanya.
BPBD pun, kata dia, bekerja sama dengan PDAM Kota Bogor untuk membantu warga terdampak kekeringan atas instruksi Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
"Kami juga berkomunikasi dengan PDAM Kota Bogor atas petunjuk arahan dari Bapak Wali Kota, dan temen-temen PDAM Kota Bogor juga gercep langsung," kata Dimas.
"Melakukan pengecekan lapangan, berkomunikasi dengan warga sekitar juga, sebagai bentuk daya dukung bilamana memang sewaktu-waktu secara kontigensi memerlukan suplai bantuan air bersih juga," imbuhnya.
Dimas pun mengimbau masyarakat segera lapor jika benar-benar mengalami kesulitan air bersih.
"Jika di wilayah sudah mulai mengalami krisis air bersih yang parah, segera laporkan ke RT/RW setempat agar bisa dikoordinasikan dengan BPBD untuk penyaluran bantuan air bersih. Insya Allah PDAM juga siap siaga," ungkapnya.
Sementara ini baru dua kelurahan yang dilaporkan mengalami kekeringan ini.
Namun tidak menutup kemungkinan warga terdampak kemarau di Kota Bogor bertambah.
Karena terpantau, di wilayah lain seperti di Kabupaten Bogor juga sudah banyak desa-desa yang meminta bantuan air bersih karena kemarau ini.
Seperti terpantau di Desa Karangtengah, Kecamatan Babakanmadang yang mana mata air Ciburial yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari kini kian surut.