Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Tujuh Kali Dini Hari Tadi
Hari Susmayanti July 15, 2026 10:14 AM

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat ada tujuh kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncuran maksimal 1600 meter.

"Teramati 7 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1600 meter," tulis dalam laporan harian magma.eadm.go.id yang dikutip Tribun Jogja, Rabu (15/7/2026).

Dalam periode yang sama, tercatat ada 34 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan lama gempa 33.95-175.53 detik.

Kemudian 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-43 mm, S-P 0.5-0.7 detik dan lama gempa 25.47-54.41 detik.

Sementara secara visual, puncak gunung terlihat jelas. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak. 

Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 15.7-17°C dengan kelembaban 86-90.5 persen. 

Tekanan udara 875.1-919 mmHg.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III atau siaga.

BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal bagi masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di lereng Merapi.

Berikut rekomendasi dari BPPTKG :

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.