Konvoi Solidaritas Manokwari Angkat Salib Merah, Suarakan Papua Bukan Tanah Kosong
Hans Arnold Kapisa July 15, 2026 10:44 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak menggelar konvoi keliling Kota Manokwari, Selasa (14/7/2026). 

Aksi ini dilakukan sembari menyampaikan orasi di sejumlah kompleks permukiman dengan mengangkat isu “Papua Bukan Tanah Kosong”, penolakan terhadap militerisme, serta penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua.

Pantauan TribunPapuaBarat.com, Konvoi dimulai dari kawasan Amban. Peserta menggunakan kendaraan roda dua sambil membawa puluhan salib berwarna merah dan pamflet berisi pesan-pesan terkait persoalan kemanusiaan, masyarakat adat, dan lingkungan.

Salib merah tersebut menjadi simbol keprihatinan atas berbagai persoalan yang menurut mereka masih dialami masyarakat Papua.

Ketua Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak, Nelson Kerenak, menegaskan bahwa konvoi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat adat.

“Hari ini kami melakukan konvoi sambil membawa salib merah di sejumlah ruas jalan dan kompleks di Manokwari. Ini bentuk protes kami terhadap kebijakan pemerintah yang belum mendengar aspirasi masyarakat adat di Tanah Papua,” ujarnya.

Baca juga: Konvoi Solidaritas Manokwari Tuntut Perlindungan Masyarakat Adat dari Bayang Militerisme

Nelson menambahkan, pihaknya akan kembali menggelar aksi damai pada 26 Juli 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang peduli terhadap rakyat Papua, tanah Papua, dan masa depan generasi Papua untuk ikut dalam aksi damai nanti,” katanya.

Perwakilan Dewan Adat Papua, Sem Awom, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari sosialisasi agar masyarakat lebih peduli terhadap persoalan di Tanah Papua.

Menurutnya, salib merah yang dibawa peserta memiliki makna simbolis atas keprihatinan terhadap persoalan kemanusiaan.

“Salib merah ini simbol bahwa masih banyak persoalan terjadi di Tanah Papua. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan keadilan dan kebenaran,” ujarnya.

Sem Awom menekankan bahwa kekerasan, penembakan, dan konflik kemanusiaan masih menjadi perhatian masyarakat adat.

Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak berkomitmen melanjutkan konvoi dan orasi secara berkala sebagai bentuk edukasi sekaligus membangun partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi secara damai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.