Awal Mula Menghilangnya Dokter PPDS Alex hingga Ditemukan Tak Bernyawa di Samping Pagar RSUD
Dewi Agustina July 15, 2026 11:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, SIAK - Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P mengungkapkan kronologi hilangnya Alex hingga ditemukan tak bernyawa.

Baca juga: Kesaksian Keluarga Bripda Nopandri, Anggota Polisi Tewas saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

AKP Raja Kosmos mengatakan Alex sebelumnya dikabarkan  menghilang sejak Senin (13/7/2026) petang.

Awalnya Alex yang tinggal di mess RSUD Tengku Rafian keluar dari lingkungan rumah sakit dan terekam kamera pengawas.

"Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Sejak malam itu korban sudah dicari karena handphone-nya tidak aktif," kata AKP Raja Kosmos Parmulais dikutip dari Tribun Pekanbaru, Rabu (15/7/2026).

 

Pencarian yang dilakukan pihak rumah sakit berlanjut hingga keesokan harinya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (14/7/2026), seorang petugas keamanan menemukan jasad korban di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Satreskrim Polres Siak.

Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

DOKTER TEWAS - Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak, Selasa (14/6/2026). Foto Polres Siak dan TNI mengevakuasi jasad dokter Alex Cristo Loris.
DOKTER TEWAS - Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak, Selasa (14/6/2026). Foto Polres Siak dan TNI mengevakuasi jasad dokter Alex Cristo Loris. (Tribunnews.com/Mayonal Putra)

 

Dari hasil olah TKP, polisi memastikan seluruh barang milik korban masih berada di lokasi, di antaranya:

  • telepon seluler yang tersimpan di dalam tas
  • perlengkapan pribadi
  • headset
  • ampul 
  • alat suntik

"Barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Handphone ada di dalam tas, kemudian peralatan pribadi termasuk headset, dan juga ditemukan ampul serta suntikan," ujar Raja Kosmos.

Polisi juga belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

"Secara kasat mata kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan," katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dokter berusia sekitar 31 tahun itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.

"Hingga saat ini penyebab kematian masih dalam penyelidikan dan kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," tutur Raja Kosmos.

Sosok Dokter Alex

Alex Cristo Loris merupakan dokter yang sedang menjalani pendidikan dokter spesialis (PPDS) anestesi.

PPDS adalah singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis. 

Ini merupakan pendidikan lanjutan yang ditempuh oleh dokter umum untuk memperoleh kompetensi sebagai dokter spesialis, seperti Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), Bedah (Sp.B), Anak (Sp.A), Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG), dan bidang spesialis lainnya

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mulai menjalani program residen di RSUD Tengku Rafian Siak sejak awal Juli 2026.

Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kematian dokter tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan medis forensik.

(Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.