Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir di sekolah-sekolah di Kota Palu setelah masa libur sekolah berakhir dan memasuki tahun ajaran baru 2026.
Salah satu sekolah yang kembali melaksanakan program tersebut adalah SMAN 2 Palu di Jl Tanjung Dako, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur.
Sebanyak lebih dari 1.500 penerima manfaat kembali memperoleh makanan bergizi mulai hari pertama masuk sekolah.
Wakil Kepala SMAN 2 Palu Bidang Humas, Rafida, mengatakan penyaluran MBG kembali dimulai sejak Senin (13/7/2026), bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Program ini kembali berjalan setelah sempat terhenti selama masa liburan sekolah.
Baca juga: Trump Ancam Ratakan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran, Sebut Butuh 20 Tahun untuk Pulih
"Anak-anak masih tetap menerima MBG. Pelaksanaannya kembali sesuai data penerima yang kami miliki," kata Rafida, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, penerima manfaat tidak hanya berasal dari kalangan siswa kelas X, XI, dan XII, tetapi juga guru, tenaga honorer, hingga petugas keamanan sekolah yang telah terdata.
Rafida menyebut jumlah penerima pada tahun ajaran baru tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Perubahan hanya terjadi karena adanya siswa yang lulus, naik kelas, dan peserta didik baru yang masuk.
"Hari ini siswa baru kelas X juga sudah mulai masuk sekolah sehingga mereka sudah masuk dalam data penerima MBG," ujarnya.
Ia mengatakan, penyaluran makanan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan dilakukan secara bertahap dalam tiga sesi.
Baca juga: Program Wirausaha Baru Disambut Antusias, Dinkop UMKM Sulteng Bidik 5.000 Peserta hingga Akhir 2026
Setiap sesi mendistribusikan sekitar 400 porsi makanan hingga seluruh penerima memperoleh jatahnya.
Menurut Rafida, mekanisme tersebut membuat proses pembagian berlangsung tertib dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
"Anak-anak mengambil makanan sendiri, mengonsumsinya, lalu mengembalikan wadah secara mandiri sehingga pembelajaran tetap berjalan dengan baik," jelasnya.
Meski pelaksanaan program berjalan lancar, pihak sekolah berharap menu makanan yang disediakan dapat lebih bervariasi.
Rafida mengatakan variasi menu diperlukan agar siswa tidak merasa bosan dan tetap menghabiskan makanan yang diberikan setiap hari.
"Kalau menunya lebih beragam tentu anak-anak akan lebih semangat mengonsumsi makanan yang disediakan," katanya. (*)