Pascabanjir Malinau, Warga Desa Belayan Fokus Bersihkan Lumpur di Sekolah dan Fasilitas Umum
Amiruddin July 15, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Simak kabar terbaru pascabanjir di Malinau, warga Desa Belayan kini fokus membersihkan lumpur di sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Aktivitas warga di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, saat ini masih berfokus pada pemulihan lingkungan pascabanjir, Rabu (15/7/2026).

Empat desa terdampak banjir yakni Desa Belayan, Salap, Putat dan Kaliamok.

Dari empat desa itu, Desa Belayan menjadi daerah yang terdampak paling parah akibat bencana tahunan tersebut.

Kepala Desa Belayan, Midun Haris, menyampaikan bahwa upaya normalisasi kini diprioritaskan pada sejumlah fasilitas publik yang terdampak cukup parah.

"Prioritas kami saat ini adalah membersihkan fasilitas umum seperti sekolah, balai adat, hingga posyandu lansia.

Kami mengerahkan kendaraan untuk membantu proses pembersihan sisa banjir di titik-titik tersebut," ujar Midun Haris, kepada TribunKaltara.com di Malinau, pada Rabu (15/7/2026).

 

PASCA BANJIR - Warga bersama tim gabungan melakukan kerja bakti membersihkan sisa endapan lumpur di SD Negeri 006 Malinau, Desa Belayan. Aktivitas bersih-bersih dan pemulihan masih berlangsung bertahap hingga saat ini, Rabu (15/7/2026) (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)
PASCA BANJIR - Warga bersama tim gabungan melakukan kerja bakti membersihkan sisa endapan lumpur di SD Negeri 006 Malinau, Desa Belayan. Aktivitas bersih-bersih dan pemulihan masih berlangsung bertahap hingga saat ini, Rabu (15/7/2026) (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

 

Baca juga: ‎Penanganan Banjir di Desa Belayan, Pemkab Malinau Prioritaskan Pasokan Air Bersih dan Listrik‎

 

Meskipun banjir telah surut sehari setelah kejadian yakni pada Selasa (14/7/2026), aktivitas pemulihan terutama pembersihan dari material lumpur masih dilakukan hingga kini.

Beberapa fasilitas umum yang terdampak meliputi SDN 6 Malinau di Desa Belayan, Balai Adat, Posyandu hingga jalan dan lapangan olahraga.

Selama proses pembersihan, kata Midun Haris, warga banyak terbantu dengan kehadiran BPBD, Batalyon 614 Raja Pandita, Damkar, hingga pihak kepolisian, dan organisasi relawan kebencanaan, untuk pemulihan pasca banjir.

“Pas hari Kejadian, Pak Bupati bersama dengan pak Sekda dan OPD turun langsung.

Kami juga banyak terbantu dari bapak-bapak TNI dari Batalyon 614, BPBD, dan organisasi relawan dan tim tanggap darurat.

Kami berterima kasih sekali,” ungkapnya.

Fokus utama saat ini adalah pembersihan sisa endapan lumpur, yang memadati permukiman hingga fasilitas pendidikan.

Diketahui, banjir yang dipicu oleh hujan lebat sejak dini hari pada Senin lalu, sempat melumpuhkan aktivitas warga akibat meluapnya Sungai Semendurut, yang bertemu dengan air pasang Sungai Malinau. 

Setelah genangan air surut, tumpukan lumpur menjadi tantangan utama warga dan tim yang terjun di lapangan.

Sebelumnya, evakuasi sempat dilakukan di depan Gereja Katolik Desa Belayan bagi warga kelompok rentan, termasuk bayi dan lansia, dengan bantuan tim gabungan dari Pemda, TNI (Yonif 614/Raja Pandita), Polri, Damkar serta instansi terkait lainnya.

Selain fasilitas umum, warga juga masih bahu-membahu membersihkan tempat tinggal mereka,  dari sisa material lumpur yang terbawa arus sungai.

Meski kondisi air telah surut sejak Senin siang, proses pembersihan ini dipastikan masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, guna memastikan seluruh sarana pendidikan dan permukiman layak digunakan kembali.

Baca juga: 3 Desa di Malinau Utara Kaltara Terendam Banjir, Air Sungai Semendurut Meluap

(*) 

Penulis: Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.