Renungan Harian Katolik Rabu 15 Juli 2026, Hati yang Terbuka bagi Sabda Allah
Oby Lewanmeru July 15, 2026 02:19 PM

Oleh: Pastor John Lewar, SVD  
Biara Soverdi St. Josef Freinademetz STM  
Nenuk – Atambua – Timor  

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Suara Pagi Rabu 15 Juli 2026  Peringatan Wajib berjudul Hati yang Terbuka bagi Sabda Allah.

Renungan Harian Katolik dari RP John Lewar SVD merujuk pada Bacaan Yesaya 10:5-7.13-16; Mazmur Tanggapan : Mazmur 94:5-10.14-15 ; Injil Matius 11:25-27.  

KISAH PENGANTAR

Seorang profesor yang sangat terkenal datang mengunjungi sebuah sekolah sederhana di desa. Ia membawa banyak buku dan ilmu pengetahuan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 15 Juli 2026, Tuhan Langit dan Bumi

Ketika ditanya kepada seorang anak kecil, "Apa yang paling penting dalam hidup?" Anak itu menjawab polos, "Mendengarkan Tuhan dan melakukan apa yang Dia kehendaki."  

Profesor itu terdiam. Ia menyadari bahwa kebijaksanaan sejati tidak selalu ditemukan pada orang yang paling banyak tahu, tetapi pada mereka yang memiliki hati yang sederhana dan terbuka kepada Allah.

RENUNGAN

Dalam Injil hari ini, Yesus bersyukur kepada Bapa karena rahasia Kerajaan Allah dinyatakan kepada orang-orang kecil, bukan kepada mereka yang merasa paling bijaksana dan paling pandai (Mat. 11:25-27). Yesus tidak menolak ilmu pengetahuan, tetapi mengingatkan bahwa kesombongan dapat menutup hati terhadap karya Allah.

Sebaliknya, kerendahan hati membuka jalan bagi rahmat dan kebijaksanaan sejati.

Bacaan pertama dari Kitab Yesaya mengingatkan bahwa kesombongan membuat manusia lupa bahwa segala kemampuan berasal dari Tuhan.

Bangsa Asyur menjadi sombong karena merasa semua keberhasilannya berasal dari kekuatannya sendiri. Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa manusia hanyalah alat di tangan-Nya. Karena itu, tidak ada alasan untuk menyombongkan diri.

Peringatan wajib St. Bonaventura semakin meneguhkan pesan Sabda Tuhan hari ini. Santo Bonaventura adalah seorang teolog besar yang memiliki kecerdasan luar biasa. Namun, semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hatinya di hadapan Tuhan. Ia mengajarkan bahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan akal budi, tetapi harus dengan hati yang dipenuhi kasih, doa, dan kerendahan hati.

Di zaman sekarang, kita mudah merasa paling benar, paling tahu, atau paling hebat.

Padahal, Tuhan lebih berkenan kepada orang yang mau belajar, mau mendengarkan, dan mau dibimbing oleh Roh Kudus. Kebijaksanaan sejati lahir dari hati yang terbuka kepada Sabda Allah.

Marilah kita meneladani Santo Bonaventura. Semoga pengetahuan yang kita miliki tidak membuat kita sombong, tetapi semakin mendorong kita untuk mengasihi Tuhan dan melayani sesama dengan rendah hati.


DOA

Ya Tuhan Yesus, ajarlah kami memiliki hati yang sederhana dan rendah hati seperti Santo Bonaventura. Bukalah hati kami agar Sabda-Mu berakar dan menghasilkan buah dalam hidup kami. Semoga kami menggunakan segala talenta dan pengetahuan untuk memuliakan nama-Mu dan melayani sesama. Amin.

INSPIRASI HIDUP
_"Kerendahan hati adalah pintu masuk menuju kebijaksanaan Allah, dan kasih adalah jalan menuju kekudusan."_

St. Bonaventura (1217–1274)
Uskup dan Pujangga Gereja Serafis, teolog besar yang mendalam dalam ilmu dan rendah hati dalam kasih.

Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga  
di mana saja berada. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.