Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Dua anak tewas tenggelam usai berenang di empang bekas galian yang berada di kawasan Perum Puri Raya Residence Blok I, Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam kejadian tersebut, awalnya tiga anak berenang di empang tersebut. Namun, tenggalam dan menyebabkan dua anak meninggal dunia, sementara satu anak lainnya berhasil diselamatkan.
Kasi Humas Ipda Cep Wildan menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, diketahui bahwa lima anak sedang bermain di sekitar empang bekas galian.
Tiga di antaranya berenang di dalam kolam, sedangkan dua lainnya berada di darat.
“Setelah menerima informasi dari warga, saksi bersama sejumlah warga lainnya segera menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan,"kata Cep Wildan kepada awak media pada Rabu (15/7/2026).
Satu anak perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun setelah dilakukan pencarian kembali, dua anak laki-laki ditemukan di dasar kolam dan langsung dibawa ke Klinik Shafa Medika untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia.
Korban anak meninggal diketahui berinisial RDP (7), warga Perum Puri Raya Residence Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, serta AES (6), warga Perum Puri Raya Residence Desa Bengle, Kecamatan Majalaya.
Kedua korban sanjutnya dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Sementara satu korban lainnya, seorang anak perempuan berinisial ANP (8), berhasil diselamatkan.
“Dari hasil pemeriksaan awal, keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir sehingga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah,” jelasnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polsek Majalaya bersama Tim Inafis Polres Karawang, Samapta Polres Karawang, BPBD Kabupaten Karawang, unsur Muspika Kecamatan Majalaya, aparatur Desa Bengle dan Desa Pasirjengkol, serta Babinsa setempat bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, memintai keterangan para saksi, dan menyusun laporan kepolisian.
Pihak Kepolisian juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai, kolam, empang, maupun bekas galian yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti bekas galian atau kolam yang tidak dilengkapi pengamanan. Pengawasan dari keluarga sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Cep Wildan. (MAZ)