BKKBN Babel dan OJK Kolaborasi Lewat Program GENTING, Percepat Pencegahan Stunting
Asmadi Pandapotan Siregar July 15, 2026 03:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi keluarga sasaran, tetapi juga edukasi mengenai pengasuhan anak dan pengelolaan keuangan keluarga sebagai langkah pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan sinergi dengan OJK menjadi bentuk dukungan nyata dalam menyukseskan program GENTING.

"Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara BKKBN dan OJK. Dari sisi BKKBN, kegiatan ini mendukung program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Kami mengapresiasi dukungan OJK yang ikut berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting," kata Fazar pada Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan mampu mencegah munculnya kasus stunting baru sehingga target penurunan angka stunting pada 2026 dapat tercapai.

Ia menjelaskan, anak yang sudah mengalami stunting memang membutuhkan penanganan khusus. Namun, melalui program pencegahan, pemerintah ingin menekan potensi lahirnya kasus baru.

"Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket makanan bergizi, tetapi juga melibatkan berbagai mitra OJK yang memberikan dukungan lain, seperti pembangunan jamban, bantuan rumah layak huni, hingga edukasi kepada keluarga," ujarnya.

Fazar menegaskan, edukasi menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan bantuan fisik. Sebab, pengetahuan orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting akan menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

"Bantuan saja tidak cukup jika orang tua tidak memiliki pengetahuan tentang pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting. Karena itu, bantuan fisik harus diiringi dengan edukasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, mengatakan pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga.

Menurut Eko, masyarakat perlu memahami cara mengatur keuangan dengan memisahkan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, maupun investasi.

Selain itu, OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pinjaman online ilegal yang berpotensi merusak kondisi ekonomi keluarga.

"Jika memang membutuhkan pinjaman, gunakan layanan pinjaman online yang legal dan telah terdaftar di OJK karena tingkat bunga, mekanisme penagihan, serta perlindungan data pribadi telah diatur sesuai ketentuan," kata Eko. (posbelitung.co/dede suhendar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.