TRIBUNPADANG.COM, PADANG – MAN 3 Padang kembali menggelar kegiatan belajar mengajar sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan seorang siswa.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, teman sekelas terduga pelaku berharap R tetap mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan.
Pantauan TribunPadang.com Rabu (15/7/2026), proses belajar mengajar sudah kembali berlangsung di sekolah yang berada di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Di lokasi ledakan, bekas kerusakan masih terlihat pada dinding kelas yang dicat hijau. Debu sisa ledakan masih membekas di dinding, sementara ruang kelas tersebut tampak tidak memiliki jendela.
Meski demikian, para siswa yang merupakan teman sekelas terduga pelaku sudah kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa. Aktivitas di dalam kelas pun berlangsung normal.
Baca juga: Harga Emas di Padang Hari Ini Turun Jadi Rp2.180.000 per Gram
Salah seorang teman sekelas terduga pelaku, Randra Putra Pratama, mengatakan R dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan teman-temannya.
"Kalau di kelas ini R kurang berkomunikasi. Dia lebih banyak diam daripada berkomunikasi," kata Randra kepada TribunPadang.com, Rabu (15/7/2026).
Randra mengaku sudah sekelas dengan R sejak kelas XI. Selama itu pula ia melihat R memang memiliki kepribadian yang tertutup.
Menurutnya, R juga tidak memiliki tempat duduk tetap dan biasanya memilih bangku yang sedang kosong.
"R ini duduk di mana ada bangku kosong. Jadi dia tidak memilih teman duduk. Tapi memang interaksi dengan teman agak kurang," jelasnya.
Baca juga: Pendaftaran Pimpinan BAZNAS Dharmasraya Dibuka, Simak Syarat, Tahapan Seleksi, dan Cara Daftarnya
Randra juga menceritakan kondisi R saat hari kejadian. Menurutnya, R datang ke sekolah dalam keadaan terlambat dan awalnya tidak membawa tas.
"Saat itu dia datang terlambat. Tapi saat datang dia tidak membawa tas, hanya memakai seragam sekolah. Setelah guru keluar kelas, dia keluar lagi untuk mengambil tasnya," ujarnya.
Saat R kembali membawa tas, kata Randra, tidak ada satu pun teman sekelas yang mengetahui isi tas tersebut.
"Kami saat itu tidak menyangka dia membawa bom itu," katanya.
Randra menduga bom rakitan itu rencananya akan diledakkan di dekat tempat duduk seorang siswa berinisial M yang disebut-sebut menjadi target akibat dugaan dendam karena perundungan.
Baca juga: Modus Pakai Kunci T Dibalut Kain, Pelaku Curanmor di Padang Diringkus Polisi 7 Jam Usai Beraksi
"Pas ledakan itu, M tidak ada di kelas karena sedang berada di luar. Sementara lokasi ledakan itu memang dekat tempat M biasa duduk," ungkapnya.
Meski sempat diguncang peristiwa tersebut, Randra menyebut dirinya dan teman-teman sekelas tidak mengalami trauma.
"Kami tidak takut terkait insiden itu. Tapi kami kasihan dengan kondisi mental R saat ini," ucapnya.
Ia berharap R tetap dapat melanjutkan pendidikannya di MAN 3 Kota Padang.
"Kalau bisa, R bisa lanjut sekolah. Kasihan kalau tidak lanjut sekolah," katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, memastikan aktivitas sekolah kembali berjalan normal pada Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang Sisakan Bekas di Dinding Kelas, Teman Sekelas Kasihan Lihat Pelaku
Sejak pagi, para siswa mengikuti kegiatan seperti biasa. Pihak madrasah juga memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan mental untuk mengantisipasi trauma pascakejadian.
"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan aktivitas seperti biasa. Ada siswa yang datang lebih awal karena mengikuti kegiatan hafalan Al-Qur'an. Kemudian siswa lainnya juga hadir seperti biasanya," kata Marliza.
Ia menjelaskan, seluruh siswa terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti apel pagi. Dalam kesempatan itu, sekolah memberikan informasi dan edukasi kepada para siswa.
Selain apel, sekolah juga menggelar senam pagi untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mengurangi rasa cemas para siswa.
"Kita ingin memberikan kepercayaan kepada anak-anak bahwa tidak ada masalah yang perlu mereka khawatirkan. Hari ini juga masih berlangsung kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matsama) untuk siswa baru dengan berbagai materi, termasuk dari puskesmas," ujarnya.
Baca juga: Teman Sekelas Ungkap Sosok Terduga Pelaku Bom Rakitan MAN 3 Padang, Pendiam dan Jarang Berinteraksi
Siswa kelas X juga tetap mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sesuai agenda yang telah dijadwalkan.
Menurut Marliza, pihak sekolah terus memberikan pendampingan kepada siswa agar tidak mengalami trauma.
"Kami memberikan edukasi dan menanyakan kondisi anak-anak, apakah masih ada kekhawatiran. Alhamdulillah, saat senam mereka terlihat senang dan tidak tampak rasa takut di wajah mereka," ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas sekolah tetap didampingi para guru agar siswa merasa aman dan nyaman.
Terkait pencegahan perundungan, Marliza mengatakan sekolah telah melakukan sosialisasi secara berkala serta membuka jalur pelaporan bagi siswa.
"Kalau ada siswa yang mengalami sesuatu, silakan melapor kepada guru, wali kelas, kemudian bisa diteruskan ke guru BK. Pendampingan terus kita lakukan kepada anak-anak," katanya.
Baca juga: 245 Ribu Warga Padang Aktifkan IKD, Disdukcapil Buka Layanan hingga Tingkat Kelurahan
Marliza juga mengaku pihak sekolah belum pernah menerima laporan terkait dugaan perundungan yang dialami terduga pelaku.
"Belum pernah dia melapor. Teman-temannya juga tidak ada yang melaporkan. Memang anak ini cenderung pendiam," ujarnya.
Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan siswa tampak berkumpul di lapangan sekolah didampingi para guru. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino memberikan arahan kepada para pelajar. Hadir pula perwakilan Kantor Kementerian Agama untuk memberikan penguatan kepada warga sekolah.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyebut, berdasarkan hasil interogasi awal, terduga pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena menjadi korban perundungan sejak kelas XI. Ia juga mengaku mengalami perlakuan serupa sejak masih kecil.
Beruntung, ledakan yang terjadi di luar ruang kelas tidak menimbulkan korban jiwa. Polisi turut mengamankan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan beserta sejumlah barang bukti lainnya. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan. (*)