Harga Emas di Padang Hari Ini Turun Jadi Rp2.180.000 per Gram
Rezi Azwar July 15, 2026 04:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Harga komoditas emas di Kota Padang, Sumatera Barat, terpantau kembali mengalami penurunan cukup signifikan pada pertengahan Juli 2026.

Berdasarkan pantauan di Toko Emas Murni kawasan Pasar Raya Padang pada Rabu (15/7/2026), harga logam mulia tersebut anjlok sebesar Rp20.000 per gram jika dibandingkan dengan harga awal pekan lalu.

Sebelumnya pada Senin (13/7/2026), harga emas di Pasar Raya Padang sempat menyentuh angka Rp5.650.000 per ameh (satuan lokal setara 2,5 gram) atau Rp2.260.000 untuk hitungan per gramnya.

Namun, per hari Rabu ini, harga emas kembali turun menjadi Rp5.450.000 per ameh. Jika dikonversikan ke dalam hitungan gram, para calon pembeli kini cukup membayar sebesar Rp2.180.000 per gram, di luar ongkos upah pembuatan perhiasan.

Baca juga: Pendaftaran Pimpinan BAZNAS Dharmasraya Dibuka, Simak Syarat, Tahapan Seleksi, dan Cara Daftarnya

Dani, salah seorang karyawan di Toko Emas Murni yang berlokasi di Pasar Raya Kota Padang, memberikan rincian lengkap mengenai harga jual dan harga beli kembali (buyback) yang berlaku saat ini.

"Untuk hari ini, harga emas untuk satu amehnya berada di angka Rp5.450.000. Harga tersebut merupakan harga bersih untuk emasnya saja dan belum termasuk dengan biaya upah pembuatan perhiasan," kata Dani.

Dani melanjutkan, jika nominal tersebut dikonversikan ke dalam hitungan gram, maka para calon pembeli harus merogoh kocek di atas dua juta rupiah untuk bisa membawa pulang satu gram emas murni.

"Kalau hitungan per gramnya, saat ini kami menjual di harga Rp2.180.000 per gram. Itu di luar ongkos tukang atau upah ya," sebutnya menambahkan detail harga jual.

Baca juga: Modus Pakai Kunci T Dibalut Kain, Pelaku Curanmor di Padang Diringkus Polisi 7 Jam Usai Beraksi

Harga Buyback Juga Mengalami Penyesuaian

Selain membeberkan harga jual kepada konsumen, Dani juga memaparkan harga beli kembali atau buyback bagi masyarakat yang datang ke toko untuk menjual koleksi emas mereka.

Bagi masyarakat Kota Padang yang berniat menjual emasnya pada hari ini, Toko Emas Murni menetapkan harga beli kembali sebesar Rp5.300.000 untuk setiap satu ameh.

Sementara itu, untuk masyarakat yang memiliki simpanan emas dalam hitungan gram dan ingin mencairkannya menjadi uang tunai, pihak toko menghargainya senilai Rp2.120.000 per gram.

"Untuk harga buyback atau kalau ada warga yang mau menjual kembali emasnya ke kita, per satu amehnya dihargai Rp5.300.000, sedangkan untuk per gramnya berada di angka Rp2.120.000," ujar Dani.

Dani menjelaskan bahwa fluktuasi harga ini merupakan hal yang lumrah terjadi di pasar. Namun, penurunan kali ini terbilang cukup terasa karena terjadi hanya dalam hitungan hari sejak pembukaan pasar di awal pekan.

Baca juga: Tekan Angka Stunting, Pemkab Dharmasraya Salurkan 12,5 Ton Benih Padi Biofortifikasi

Merosot Rp20 Ribu per Gram Sejak Senin

Lebih lanjut, Dani mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan pergerakan pasar pada awal pekan, tepatnya hari Senin yang lalu, harga emas saat ini memang mengalami penurunan yang lumrah namun tetap signifikan.

Penurunan harga yang terjadi dari hari Senin hingga hari Rabu ini tercatat berada di angka dua puluh ribu rupiah untuk setiap gramnya, sebuah angka yang cukup memengaruhi keputusan bertransaksi para pelanggan.

"Kalau kita bandingkan dengan hari Senin kemarin, harga emas murni ini posisinya turun sebanyak Rp 20.000 per gramnya," jelas Dani sembari melayani pelanggan yang datang.

Meskipun terjadi penurunan harga, Dani menyebutkan bahwa minat masyarakat Kota Padang terhadap logam mulia ini tidak pernah sepi, hanya saja tujuannya yang bergeser mengikuti tren kebutuhan bulanan.

Tren Pasar: Warga Ramai Jual Emas Demi Biaya Sekolah Anak

Terkait dengan kecenderungan atau tren transaksi di tokonya, Dani memaparkan bahwa jenis emas yang paling dominan dicari dan diperjualbelikan oleh masyarakat setempat sejauh ini adalah dalam bentuk perhiasan, bukan emas batangan.

Menariknya, di tengah kondisi harga yang sedang turun seperti sekarang, aktivitas di toko justru didominasi oleh warga yang datang untuk menjual perhiasan mereka ketimbang membelinya.

Dani menganalisis, fenomena ramainya masyarakat yang menjual emas pada pertengahan Juli ini erat kaitannya dengan momen tahun ajaran baru sekolah yang sedang berlangsung.

"Biasanya kalau momen anak mau masuk sekolah seperti sekarang ini, masyarakat lebih banyak yang datang untuk menjual emas. Mereka butuh dana tunai untuk biaya pendaftaran atau keperluan sekolah anak," ungkapnya memetakan situasi pasar.

Baca juga: 245 Ribu Warga Padang Aktifkan IKD, Disdukcapil Buka Layanan hingga Tingkat Kelurahan

Lonjakan Pembelian Biasanya Terjadi Menjelang Hari Raya

Di sisi lain, Dani juga menceritakan siklus tahunan kapan tokonya akan mengalami lonjakan transaksi pembelian yang sangat kontras dengan kondisi bulan Juli ini.

Menurut pengalamannya, peningkatan volume jual beli di mana masyarakat berbondong-bondong membeli emas biasanya terjadi pada momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pada saat menyambut lebaran tersebut, perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung menjadi produk yang sangat diburu oleh kaum ibu dan remaja putri di Kota Padang untuk menunjang penampilan.

Selain momen hari raya, transaksi pembelian emas berukuran besar juga sering kali didorong oleh pasangan kekasih yang sedang mempersiapkan hari bahagia mereka.

"Kalau untuk peningkatan pembelian itu biasanya sebelum raya (lebaran). Selain itu, banyak juga yang memesan atau membeli untuk keperluan cincin kawin atau mas kawin pernikahan," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.