Motif Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jadi Misteri, Padahal Anaknya Sekolah di Sana
khairunnisa July 15, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terungkap sosok peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15, MY (34).

Ternyata pelaku adalah ayah dari salah seorang siswa di sekolah tersebut. 

Ketua RT tempat MY tinggal, Anton Sianipar, mengatakan bahwa anak MY baru saja diterima sebagai siswa di SDN Srengseng Sawah 15. 

“Anak Bapak MY ini kan memang sudah diterima di sekolah SDN 15 Srengseng Sawah itu ya. Dan itu kan hari pertama kali sekolah,” kata Anton saat ditemui di kediamannya wilayah Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). 

Menurut dia, MY sempat mengantarkan anaknya ke sekolah tersebut sebelum aksi teror dilakukan. 

Setelah itu, MY kembali ke rumah untuk beraktivitas seperti biasa. 

“Kalau antar, iya. Karena yang mengantar anaknya sekolah dia gitu. Setelah dia ngantar baru dia beraktivitas gitu,” kata Anton. 

Anton menuturkan, awalnya MY ingin menyekolahkan anaknya di sekolah lain yang lokasinya lebih dekat dengan rumah. 

Namun, melalui proses seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB), anak MY akhirnya diterima di SDN Srengseng Sawah 15. 

Hingga kini, Anton mengaku belum mengetahui alasan pasti MY melakukan aksi teror tersebut. 

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari kepolisian, MY memberikan keterangan yang berbeda-beda saat diperiksa. 

Meski demikian, Anton mengetahui bahwa MY sedang mengalami masalah keuangan. 

Baca juga: Terbongkar Sosok Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Cuma Bisa Pasrah Saat Ditangkap

Selain itu, ibu MY baru meninggal dunia beberapa waktu lalu, sementara istrinya sedang sakit sejak sekitar lima bulan terakhir. 

Saat ini, anak MY telah dipindahkan ke rumah mertuanya dan tidak lagi bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15 demi alasan keamanan. 

Rumah MY yang berjarak sekitar 2 kilometer dari sekolah tersebut juga kini dalam kondisi kosong. 

Sebelumnya Kompas.com sudah menghubungi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah untuk mengonfirmasi sosok peneror bom SDN Srengseng Sawah 15. 

Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SDN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). 

Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali. 

Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah. 

Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9). 

Setelah pemeriksaan selama 4 jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah. 

Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.