TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengultimatum bang jago yang menganiaya penjaga Palang pintu kereta api di Garut.
Sebab hingga saat itu, sekumpulan pria itu belum juga ditangkap oleh polisi.
Padahal pelanggaran yang dilakukan oleh mereka sangat jelas.
Mulai dari boncengan bertiga tanpa helm, motor tanpa pelat nomor, hingga menerobos palang pintu kereta api.
Parahnya lagi, mereka tak terima saat ditegur oleh petugas penjaga pintu kereta api, Andika.
Sang petugas justru malah dikeroyok oleh sekumpulan orang itu.
Kepada Dedi Mulyadi, Andika menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
"Lewat kereta dari arah Cibatu ke Bandung," kata Andika dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (15/7/2026).
Saat itu menurut Andika, palang pintu kereta api sudah tertutup.
"Gak selang lama mereka datang, diangkat palang pintunya," ungkapnya.
Andika pun kemudian menegur mereka karena khawatir tertabrak.
"Bade ka mana, Pak? Bilih aya kareta (mau ke mana pak? takut ada kereta lewat)," kata Andika menirukan ucapannya saat itu.
Namun para gerombolan bang jago yang terdiri dari lima orang itu tak terima dengan teguran yang disampaikan oleh Andika.
Rupanya setelah melewati palang pintu, para gerombolan itu kembali menghampiri Andika.
"Kirain Dika udah aja lewat, ternyata parkir di belakang pos, nyamperin ke depan," katanya.
Sambil menghampiri Andika, gerombolan bang jago itu menegur Andika.
Namun Andika menjelaskan kalau dirinya hanya berusaha menjalankan SOP perusahaan.
"Kata dia, harusnya jangan marah-marahin, sambil mukul kepala saya," ucap Andika.
Kemudian saat temannya hendak memukul Andika lagi, ia pun langsung menangkisnya.
Baca juga: Tangis Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Pabrik Kapur, Buruh Sampai Asma, Bongkar Kebohongan Perusahaan
Setelah itu Andika pun langsung dikeroyok oleh empat orang.
"Dipukuli oleh empat orang, lalu saya kabur ke toilet, soalnya takut dan tidak kuat menahan," tuturnya.
Andika pun menghindari para pelaku dengan mengunci diri di toilet.
"Terus saya lihat dari kaca dalam toilet, udah pada kabur berangkat," kata Andika lagi.
Meski sudah melaporkan itu ke polisi, namun Andika mengatakan kalau para pelaku belum juga ditangkap.
Menurut pihak PT KAI, para pelaku terekam kamera CCTV dan diduga bernama Iwan Domba.
Dedi Mulyadi pun meminta Iwan Domba untuk segera menyerahkan diri ke kantor polisi.
"Heh! Kalau memang Iwan Domba kamu segera datang ke polisi, kalau nggak saya datangin loh kamu!," kata Dedi Mulyadi.
Sebab menurut Dedi, kesalahan yang dilakukan oleh Iwan Domba itu fatal.
"Ini kan cermin ketidak beradaban, kan sudah pelanggaranya banyak. Motor tanpa nomor, naik motor bertiga, kemudian setelah itu menerobos lintasan pintu kereta api, yang itu sebenarnya untuk keamanan dia," jelasnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t