Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan setoran hasil pengelolaan Jakarta Convention Center (JCC) ke kas negara meningkat hampir 15 kali lipat setelah aset tersebut dikelola Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).

Dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu, Prasetyo mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan JCC.

"Setelah pengelolaannya kita tangani sendiri, sebenarnya kita juga belum puas, tapi alhamdulillah kita sudah membukukan pendapatan dari hanya JCC saja itu di angka Rp150 miliar satu tahun. Jadi, ada kenaikan hampir 15 kali lipat," ujarnya.

Menurut Prasetyo, saat masih dikelola pihak swasta, setoran JCC ke negara berkisar Rp10 miliar hingga Rp12 miliar per tahun.

Sebelum pengelolaannya dialihkan kepada PPK GBK pada 2024, JCC dikelola oleh PT Graha Sidang Pratama di bawah manajemen Singgasana Hotels & Resorts.

Prasetyo mengatakan peningkatan pengelolaan aset tersebut turut berdampak pada kenaikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Kementerian Sekretariat Negara.

Ia menjelaskan realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara pada 2025 mencapai Rp1,06 triliun atau 144,38 persen dari target sebesar Rp736,07 miliar.

Pada tahun yang sama, Badan Layanan Umum (BLU) PPK GBK menyetor PNBP sebesar Rp103,78 miliar ke kas negara, sedangkan BLU PPK Kemayoran menyetor Rp34,99 miliar.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi XIII DPR RI mengapresiasi capaian realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara tahun 2025.