Jumlah PNS Menyusut 410 Ribu, Rekrutmen CPNS Perlu Kembali Diadakan
Heri Prihartono July 15, 2026 05:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menilai pemerintah perlu kembali memperkuat rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) menyusul terus berkurangnya jumlah pegawai negeri sipil (PNS) dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan jumlah PNS mengalami tren penurunan hingga sekitar 410 ribu orang dalam kurun lima tahun terakhir.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar kebutuhan aparatur di berbagai sektor pelayanan publik tetap terpenuhi.

Meski jumlah aparatur sipil negara (ASN) secara keseluruhan terus meningkat, kenaikan tersebut terutama berasal dari pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukan dari penambahan PNS.

Hal itu disampaikan Zudan saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Zudan, jumlah ASN Indonesia per 1 Juli 2026 telah mencapai 6,776 juta orang, meningkat sekitar 2,5 juta dibandingkan kondisi pada 2022.

"Kalau kita melihat aparatur sipil negara Republik Indonesia saat ini meningkat pesat dibandingkan dua tahun yang lalu. ASN kita per 1 Juli kemarin 6,776 juta," ujar Zudan.
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah ASN hampir seluruhnya ditopang oleh pengangkatan PPPK.

Data BKN menunjukkan jumlah PPPK meningkat tajam dari sekitar 363 ribu orang menjadi sekitar 3,2 juta pegawai.

Di sisi lain, jumlah PNS justru terus mengalami penurunan sehingga pertumbuhannya berada pada tren negatif.

"Nah itu kita perlu menambah jumlah PNS kita, karena pertumbuhan PNS kita minus grow," kata Zudan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kepegawaian nasional agar komposisi aparatur negara tetap mampu memenuhi kebutuhan pelayanan publik di berbagai sektor.

Selain menyoroti komposisi ASN, Zudan juga mengungkapkan adanya perubahan profil pendidikan aparatur setelah gelombang pengangkatan ASN dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut jumlah ASN dengan latar belakang pendidikan SD hingga SMA meningkat cukup signifikan sehingga memerlukan perhatian dalam aspek pengembangan kompetensi.

"Ini perlu menjadi perhatian kita semua karena dengan pengangkatan yang terakhir ini, statistik pendidikan tingkat SD sampai dengan SMA melonjak tinggi. Ini akan menjadikan kita semua memberikan perhatian yang lebih untuk peningkatan kompetensi," kata dia.

Zudan menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah. Menurutnya, bertambahnya jumlah ASN perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi agar kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

BKN berharap kebijakan pengelolaan ASN ke depan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah pegawai, tetapi juga menjaga keseimbangan komposisi antara PNS dan PPPK serta meningkatkan kapasitas aparatur sehingga birokrasi menjadi lebih profesional dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik.

Kapan CPNS 2026 Dibuka?

Zudan Arif memamaparkan peluang dibukanya seleksi CPNS seperti dilaporkan tim liputan KompasTV, Senin (13/7/2026).

Kata dia, saat ini masih mematangkan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2026.

 Menurutnya, jumlah formasi CPNS yang dibutuhkan masih dihitung.

Zudan menyebut pemerintah mematangkan perhitungan formasi bersama kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terkait.

Perhitungan dilakukan agar rekrutmen bisa disesuaikan kebutuhan riil masing-masing instansi.

"Menteri Keuangan terus mematangkan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga. Ini kebutuhannya berapa sedang kita hitung fix-nya," kata Zudan Arif

"Karena kan kemarin kita baru selesai merekrut untuk Sekolah Rakyat, maaf ini sedang berjalan, rekrutmen untuk Sekolah Rakyat, untuk PPPK sedang berjalan," imbuhnya.

Zudan Arif mengungkapkan, jumlah aparatur sipil negara (ASN) saat ini telah mencapai sekitar 6,7 juta orang.

Perhitungan formasi disebutnya akan diselesaikan setelah pemerintah menjalankan rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga seleksi sekolah kedinasan yang dimulai pada Juli 2026.

"Bulan ini akan kita mulai pengumumannya, nanti terus berlanjut waktunya," kata Zudan Arif.

"Ini sedang kita matangkan dengan Ibu Menpan (RB), nanti beliau yang akan mengumumkan. Yang lain terus kita koordinasikan agar segera bisa kita laksanakan," tutupnya. (*)

 

Baca juga: Kapan Pembukaan CPNS 2026? Pengumuman PPPK Sekolah Gratis hingga MBG Bulan Ini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.