Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Lomba dalang anak menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Jadi ke-222 Klaten yang digelar di Pendopo Monumen Juang 45, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
Dalam lomba tersebut, belasan anak unjuk kebolehan dengan mementaskan wayang kulit di hadapan para penonton dan dewan juri.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Cabang Klaten, Ki Hary Sembung, mengatakan sebanyak 15 peserta mengikuti lomba dalang anak tersebut.
Baca juga: Serunya Lomba Dalang Anak di Klaten, Saat Anak-anak Memilih Wayang di Tengah Gempuran Era Digital
"Peserta yang tampil pada hari ini yaitu ada 15 peserta," ujarnya.
Para peserta terbagi dalam dua kategori berdasarkan usia.
"Dengan dua kategori, kategori A itu dengan kategori umur 8 sampai 11, yang kategori B umur 13 sampai 15 tahun," ucapnya.
Hary menjelaskan, lomba tersebut hanya berlangsung selama satu hari.
Dalam penampilannya, peserta diberikan kebebasan untuk memilih lakon yang akan dibawakan.
Baca juga: Keren! Ratusan Pelajar Ikuti Klaten Membaca Massal, Klafiesta 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Literasi
Menurutnya, lomba dalang anak tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.
"Kalau ini adalah kegiatan tahunan, tapi ini dalam juga rangkaian Hari Jadi Kabupaten Klaten yang ke-222," ujarnya.
Hary mengungkapkan, Klaten selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak dalang sehingga mendapat julukan sebagai kota dalang.
"Klaten itu sudah kondang di luar itu sebagai kota dalang. Karena dalang terbanyak di seluruh Indonesia di Kabupaten Klaten," jelasnya.
Melalui kegiatan lomba dalang anak ini, ia berharap generasi muda semakin tertarik dan bersemangat menekuni dunia pedalangan, khususnya seni wayang kulit.
Para pemenang lomba nantinya juga berpeluang untuk mengikuti ajang tingkat provinsi maupun nasional.
"Harapannya Klaten generasi pedalangan tidak putus, tapi terus tumbuh," pungkasnya. (*)