174 Atlet Ramaikan Kejurda Panahan Tradisional DKI Jakarta 2026, Peserta Meningkat Dibanding Tahun Lalu
TRIBUNNEWS.COM - Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) DKI Jakarta 2026 resmi berakhir di kawasan wisata The Hub, Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna.
Ajang ini diikuti 174 atlet panahan tradisional yang lolos seleksi tingkat cabang dari Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan.
Jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibanding edisi sebelumnya yang diikuti 123 atlet.
Baca juga: Atlet Panahan Indonesia Baasith Jalani Persiapan Intens Menuju Asian Games 2026 Nagoya
Sebanyak 14 klub mengirimkan wakilnya ke Kejurda, dengan Klub Pesanggrahan Archery (PAGAR) menjadi kontingen terbesar melalui 45 atlet.
Ketua Pengda FESPATI DKI Jakarta Wachid Hasyim mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan perkembangan pembinaan panahan tradisional di Jakarta.
Menurutnya, kelancaran penyelenggaraan kejuaraan tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur, mulai dari pengurus, panitia, wasit, scorer, atlet, official, hingga keluarga atlet.
Empat Kategori Dipertandingkan
Kejurda mempertandingkan empat kelompok usia, yakni:
Para peserta merupakan atlet yang sebelumnya lolos seleksi di tingkat Pengurus Cabang FESPATI sebelum mewakili daerah masing-masing di tingkat provinsi.
FESPATI merupakan organisasi yang mewadahi olahraga panahan tradisional di Indonesia sejak berdiri pada Maret 2018.
Saat ini organisasi tersebut telah memiliki lebih dari 25 pengurus daerah di berbagai provinsi dan berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Ketua KORMI DKI Jakarta Diana Dewi turut menghadiri kejuaraan tersebut dan berkesempatan mencoba panahan tradisional untuk pertama kalinya.
Diana menyatakan, Pengurus Daerah FESPATI DKI Jakarta berharap Kejurda tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet panahan tradisional secara berkelanjutan.
"Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga nilai sportivitas, persaudaraan, dan pelestarian budaya panahan tradisional," katanya, dikutip Kamis (15/7/2026).