Luis de la Fuente Beri Kabar Terbaru soal Lamine Yamal & Pedro Porro Usai Dua Cedera di Kemenangan Semifinal Piala Dunia Spanyol atas Prancis
Hendra Wijaya July 15, 2026 07:28 PM

Luis de la Fuente menenangkan kekhawatiran publik terkait kondisi Lamine Yamal setelah pemain muda sensasional itu terlihat mengalami kesulitan fisik dalam kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia. Pelatih La Roja tersebut juga memberikan pembaruan mengenai kondisi kebugaran Pedro Porro, yang terpaksa ditarik keluar menjelang akhir pertandingan saat Spanyol memastikan tempat di final 2026.

Kabar positif untuk Yamal

De la Fuente meyakinkan para penggemar bahwa Yamal tidak mengalami cedera serius dalam kemenangan 2-0 atas Prancis pada Selasa. Meskipun pemain muda Barcelona itu sempat terlihat pincang di beberapa momen pertandingan, sang pelatih menegaskan bahwa laporan awal dari tim medis cukup menggembirakan saat La Roja bersiap menuju laga final pada hari Minggu.

Sementara Yamal tampaknya lolos tanpa cedera berarti, pemain Tottenham, Pedro Porro, sedang dipantau karena dugaan cedera otot setelah digantikan oleh Marcos Llorente pada menit ke-85. De la Fuente mengatakan dalam konferensi pers pasca-pertandingan: "Lamine tidak mengalami apa pun sejauh yang saya tahu. Saya sudah berbicara dengan dokter. Pedro Porro tampaknya mengalami cedera karena kelelahan, tapi kita akan lihat besok."

De la Fuente terkejut dengan dominasi Spanyol

Menilik performa yang memastikan tiket Spanyol ke final Piala Dunia, De la Fuente mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan taktik dan fisik timnya. Ia menegaskan bahwa kemenangan atas juara dunia 2018 itu bukan karena keberuntungan, melainkan hasil dari bakat mendalam dalam sistem sepak bola Spanyol dan etos kerja tinggi para pemainnya.

Ia berkata: "Saya terkejut dengan apa yang mampu dilakukan tim ini, dan ruang untuk berkembang masih sangat besar. Ini bukan keberuntungan: ini adalah bakat, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Kami tahu kami harus terus berkembang sedikit demi sedikit sepanjang turnamen. Kami ingin memenangkan pertandingan pertama agar bisa memecahkan rekor lain, tapi kami dalam kondisi luar biasa—baik secara permainan maupun fisik."

Menatap laga final

Pelatih Spanyol itu tidak ragu memuji para pemainnya, menyebut skuadnya telah mencapai puncak sepak bola internasional. Namun, De la Fuente tetap fokus pada proses menuju kemenangan, bukan pada pembicaraan seputar laga, dengan menekankan bahwa tantangan di final akan menjadi ujian terberat.

Ia menegaskan: "Bagi saya, pesepak bola Spanyol adalah yang terbaik di dunia dalam memahami permainan, dan itu merupakan hasil kerja para pelatih serta klub Spanyol. Kami bahagia, tapi belum puas dengan ini."

"Yang akan datang lebih menantang, dan kami tidak sabar untuk bermain di final. Tapi final harus dimainkan; saya bukan orang yang banyak berbicara dengan kata-kata puitis. Siapa yang tidak senang bermain di final! Menang atau kalah... tetap ada lawan di sana. Saya sangat menghargai perjalanan ini, dan itulah yang membuat kami kuat serta membantu kami menghargai setiap pencapaian."

Pengakuan kerajaan untuk La Roja

Makna dari pencapaian ini semakin besar setelah Raja Felipe VI menelepon langsung untuk memberi ucapan selamat kepada tim atas keberhasilan mereka. Spanyol akan menghadapi Inggris atau Argentina di laga final, berharap mengulang prestasi gemilang mereka pada tahun 2010.

De la Fuente menambahkan: "Merupakan kehormatan besar ketika raja kami menghubungi, peduli, dan terus memberi semangat kepada kami. Kami menjadi bagian dari kebahagiaan sebuah negara yang begitu antusias di jalanan, dengan generasi pemain yang memiliki sikap luar biasa. Mari kita nikmati momen ini, karena langkah tersulit masih menanti. Kami harus terus berkembang, dan itulah yang sedang kami kerjakan."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.