Rusia memberikan respons seusai AS menyerang Iran selama tiga hari berturut-turut.
Moskow geram kepada AS yang menyerang lantaran melemahkan upaya negosiasi program nuklir Iran.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Selasa (14/7).
Ia mengatakan serangan AS ke Iran melanggar memorandum yang ditandatangani bulan lalu.
Adapun perjanjian itu terkait negosiasi program nuklir Teheran.
Lavrov geram lantaran serangan AS merusak infrastruktur dan fasilitas sipil Iran.
Di satu sisi, sebuah pesawat militer khusus Rusia dilaporkan mendarat di Iran pada Senin (13/7).
Keberadaan pesawat Rusia di Iran dilaporkan Flightradar24.
Dalam laporannya, pesawat Tupolev Tu-214PU lepas landas dari Moskow dan mendarat di Teheran sekitar pukul 10.10 pagi waktu setempat.
Pesawat militer khusus itu bernomor registrasi RA-64531 dan beroperasi dengan kode panggilan RSD420.
Armada udara Rusia itu kerap dijuluki "pesawat kiamat" lantaran merupakan bagian dari Skuadron Penerbangan Khusus Rusia.
Selain itu, pesawat ini berfungsi sebagai simpul komunikasi khusus yang tahan terhadap serangan nuklir.