Kebakaran Hutan di Tahura R Soerjo Mojokerto Meluas ke Arah Kota Batu
Cak Sur July 15, 2026 08:32 PM

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat melanda kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), sejak Rabu (15/7/2026).

Hingga kini, kobaran api belum berhasil dipadamkan karena terkendala medan yang ekstrem dan terjal.

Kebakaran melanda salah satu bukit di pegunungan Gunung Biru, kawasan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) RKW 06 Mojokerto Barat. Secara administratif, wilayah yang terdampak berada di perbatasan Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Mojokerto.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Tahura R Soerjo Paksa Penutupan Pendakian Bukit Cendono

KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Kebakaran pertama kali terdeteksi dari kepulan asap putih dan cahaya api sejak Selasa (14/7) pukul 18.10 WIB.
KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Kebakaran pertama kali terdeteksi dari kepulan asap putih dan cahaya api sejak Selasa (14/7) pukul 18.10 WIB. (istimewa/Dokumen BPBD Kabupaten Mojokerto)

Kendala Medan Terjal dan Pemantauan Menggunakan Drone

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menyatakan bahwa petugas kesulitan menjangkau titik api, karena kondisi geografis yang dipenuhi jurang curam.

"Kami belum bisa menjangkau titik api, dikarenakan antara bukit-bukit itu ada jurang yang terjal," ujar Rinaldi saat memberikan keterangan kepada SURYA.co.id di Pos Pendakian Cendono, Desa Kemiri, Pacet pada Rabu (15/7/2026).

Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan BPBD Mojokerto dan Tahura R Soerjo mengoptimalkan pemantauan udara untuk mendeteksi sebaran api secara berkala.

  • Pengawasan dilakukan secara manual dari pos pantau terdekat oleh tim gabungan.
  • Penggunaan teknologi drone dikerahkan untuk memetakan koordinat api yang tidak terjangkau jalur darat.

"Tidak ada akses menuju titik api, sementara memantau lewat pengamatan manual dan drone," tambah Rinaldi.

Arah Angin Bawa Api Mengarah ke Wilayah Kota Batu

BPBD Mojokerto telah mendirikan dua tim penanganan darurat yang masing-masing dipusatkan di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet dan Desa Gumeng, Kecamatan Gondang.

Berdasarkan pengamatan visual, tiupan angin kencang berpotensi memperluas area kebakaran ke wilayah tetangga.

"Ini tren api geser ke wilayah Batu (Kota Batu) karena arah anginnya ke sana," pungkas Rinaldi.

Pergeseran ini terus diantisipasi, agar kebakaran tidak semakin meluas ke hutan konservasi lainnya yang menyimpan keanekaragaman hayati penting.

Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara

Kebakaran hebat ini berdampak langsung pada aktivitas pariwisata di sekitar kawasan lindung.

Wisata minat khusus Pendakian Bukit Cendono di Pacet terpaksa ditutup total untuk sementara waktu, guna menghindari risiko bagi para pendaki.

Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut terjadi di balik punggung Puncak Cendono.

Penutupan dilakukan secara cepat, demi menjaga keselamatan pengunjung dari ancaman asap tebal dan runtuhan material terbakar.

"Iya, (Karhutla) mulai tadi malam, di punggungan sebelah kiri Cendono dari bawah. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut," tutup Ni Luh Novyanthi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.