Tawuran Mencekam di Weru Cirebon: Celurit Mengerikan Tertinggal di TKP, Warga Amankan Pelajar Jatuh
Ravianto July 15, 2026 08:33 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Suasana Jalan Fatahillah, tepatnya di wilayah Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah mencekam pada Rabu (15/7/2026).

Tawuran antar pelajar yang terjadi di kawasan tersebut mengundang perhatian warga hingga videonya viral di media sosial.

Polisi pun mengamankan seorang pelajar untuk menjalani pemeriksaan, sementara satu bilah celurit ditemukan tertinggal di lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan warga memadati area depan pertokoan di pinggir Jalan Fatahillah.

Sebagian warga berdiri di dekat sebuah toko berplang toko ekspedisi dan tempat sampah besar, sementara yang lain mengerumuni area parkiran sepeda motor.

Kamera kemudian memperlihatkan serpihan bodi sepeda motor berwarna merah yang berserakan di sekitar lokasi. 

Baca juga: Tawuran dan Pemalakan Marak di Batas Kota Bandung, Farhan Pastikan Pelaku Dapat Hukuman Tegas

Arus kendaraan di jalan utama tetap ramai melintas, sedangkan warga tampak berdiskusi sambil mengamati situasi pascakejadian.

Hingga akhir video, kerumunan belum juga membubarkan diri dan terus memperhatikan kondisi di lokasi.

PS Kanit Reskrim Polsek Weru Polresta Cirebon, Ipda Ahmad Suhadi, membenarkan adanya peristiwa tawuran antarpelajar tersebut.

Menurutnya, polisi langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

"Betul, pada hari ini, hari Rabu telah terjadi peristiwa tawuran antar pelajar yang terjadi di Jalan Fatahillah, termasuk Desa Megu Gede."

"Atas kejadian tersebut, telah diamankan satu orang untuk proses penyelidikan," ujar Ahmad saat dikonfirmasi media, Rabu (15/7/2026) sore.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, jumlah pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut mencapai sekitar sembilan orang.

"Kalau untuk yang terlibat itu kurang lebih 9 orang," ucapnya.

Ahmad mengatakan, para pelajar yang terlibat berasal dari dua sekolah berbeda, yakni salah satu SMK di Desa Weru Kidul dan sebuah SMK di Kecamatan Mundu.

"Dari salah satu sekolah SMK di Desa Weru Kidul sama SMK dari Kecamatan Mundu," jelas dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan bermula ketika rombongan pelajar dari salah satu SMK di Weru Kidul melintas di bawah jalan tol atau flyover Megu setelah pulang sekolah.

Saat bersamaan, rombongan pelajar dari SMK di Kecamatan Mundu diduga mengejar mereka hingga terjadi aksi saling kejar di Jalan Fatahillah.

"Kronologisnya, anak SMK dari Weru Kidul itu pulang sekolah lewat bawah jalan tol (flyover Megu). Ada keluar dari Gang Umaritis, Blok Umaritis, lalu SMK dari Mundu mengejar SMK dari Weru Kidul."

"Terjadi kejar-kejaran tepatnya di depan minimarket Megu Cilik, Jalan Fatahillah. Terjadi tarik-tarikan, akhirnya satu orang jatuh, kemudian diamankan warga dan dibawa ke Polsek," katanya.

Dalam penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga mengamankan satu bilah senjata tajam jenis celurit yang ditemukan tertinggal. 

Namun hingga kini, kepemilikan senjata tersebut masih dalam penyelidikan.

"Ada yang diamankan satu buah celurit, tapi belum tahu kepemilikannya karena tertinggal di TKP," ujarnya. 

Meski sempat membuat panik warga dan mengundang kerumunan di lokasi, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Untuk korban tidak ada," ucap Ahmad.

Saat ini, Polsek Weru bersama Polresta Cirebon masih mendalami keterlibatan para pelajar lainnya serta menelusuri pemilik celurit yang ditemukan di lokasi.

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengantisipasi agar aksi serupa tidak kembali terjadi dan tidak berkembang menjadi konflik lanjutan antar pelajar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.