Kantor BKKBN Kecamatan Boleng Dilalap Api Saat Listrik Padam
Ryan Nong July 15, 2026 11:43 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kepulan asap hitam membumbung tinggi disertai kobaran api yang melalap bagian atap Kantor BKKBN Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, membuat warga sekitar panik, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.25 Wita. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kantor sedang kosong.

Kebakaran menghanguskan hampir seluruh bagian atap bangunan. Api terlihat menjalar dengan cepat hingga keluar dari sela-sela genteng, sementara warga bersama aparat kepolisian berupaya mencegah kobaran api semakin membesar.

Baca juga: Warga Wailamung Sikka Tewas Digigit Babi Hutan

Berdasarkan informasi yang diperoleh TRIBUNFLORES.COM, sejumlah personel kepolisian dan warga tampak berdiri di halaman kantor sambil berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kobaran api terlihat menguasai bagian atap, sementara asap tebal menyelimuti bangunan. Kondisi semakin sulit karena sumber air berada jauh dari lokasi.
Kapolsub Sektor Boleng, Sutamin, mengatakan saat dirinya tiba di lokasi, api sudah membesar.

"Ketika kami sampai di tempat kejadian, kebakaran sudah berlangsung. Berdasarkan informasi warga, api pertama kali terlihat dari bagian kiri bangunan, kemungkinan dari bagian atap. Namun penyebab pastinya belum bisa dipastikan karena saat kejadian listrik di wilayah Kecamatan Boleng sedang padam," ujarnya saat diwawancarai TRIBUNFLORES. COM Via telpon, Rabu (15/07/2026). 

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.25 Wita. Saat itu tidak ada seorang pun berada di dalam kantor sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"Bangunan memang dalam keadaan tidak ada orang untungnya berkas-berkas penting berhasil diselamatkan, begitu juga sebagian besar barang di dalam kantor," ungkapnya. 

Meski demikian, sejumlah aset kantor tidak dapat diselamatkan. Di antaranya satu meja panjang, satu lemari rak, serta satu spring bed yang ikut terbakar.

Menurut Sutamin, saksi pertama yang mengetahui kebakaran merupakan seorang pegawai kecamatan yang kemudian menginformasikan kepada warga dan aparat.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas dan warga mengalami kendala minimnya pasokan air.

"Lokasi jauh dari permukiman warga sehingga sumber air sangat terbatas. Kami sudah menghubungi pemasok air, tetapi saat awal kejadian belum tersedia air sehingga warga hanya berupaya menahan kobaran api agar tidak semakin meluas," ujar Sutamin.

Akibat keterbatasan air, api baru mulai mereda setelah sebagian besar material kayu pada atap habis terbakar.

Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan korsleting listrik belum dapat dipastikan mengingat listrik di wilayah tersebut telah padam sekitar dua jam sebelum kebakaran terjadi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.