13 Negara yang Bebas Masuk ke Wilayah Seberang Laut Prancis Tanpa Visa, Indonesia Termasuk
Bobby Wiratama July 16, 2026 02:34 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Prancis menguraikan kategori warga negara asing yang tidak memerlukan visa untuk memasuki wilayah seberang lautnya pada 2026.

Kategori tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni kewarganegaraan, kepemilikan izin tinggal, dan kepemilikan visa jangka panjang.

Mengutip situs resmi Pemerintah Prancis, warga negara dari seluruh negara anggota Uni Eropa, negara-negara Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), serta Swiss secara otomatis dibebaskan dari kewajiban visa saat bepergian ke wilayah seberang laut Prancis.

Di luar Eropa, warga negara dari 13 negara juga memenuhi syarat memperoleh pengecualian visa apabila memegang visa masuk ganda yang diterbitkan otoritas konsuler Prancis dengan masa berlaku enam bulan hingga lima tahun.

Ke-13 negara tersebut adalah

  1. Bahrain
  2. Belarus
  3. China
  4. India
  5. Indonesia
  6. Kuwait
  7. Oman
  8. Qatar
  9. Rusia
  10. Arab Saudi
  11. Afrika Selatan
  12. Thailand
  13. Uni Emirat Arab

Selain itu, warga negara dari negara-negara yang tercantum dalam keputusan menteri khusus untuk masing-masing wilayah seberang laut juga dapat memenuhi syarat, bergantung pada wilayah tujuan.

Baca juga: Suriah Bekuk Sel Berafiliasi ISIS di Balik Pemboman Damaskus saat Macron Berkunjung

Izin Tinggal dan Visa Jangka Panjang

Warga negara asing yang tidak termasuk dalam kategori berdasarkan kewarganegaraan masih dapat memperoleh pembebasan visa berdasarkan dokumen yang dimiliki.

Terdapat tiga kelompok yang masuk dalam ketentuan tersebut.

  • Pertama, pemegang izin tinggal yang masih berlaku dan diterbitkan oleh prefektur Prancis atau negara anggota Area Schengen.
  • Kedua, personel yang bertugas dalam misi diplomatik dan konsuler yang memiliki kartu identitas khusus yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Prancis.
  • Ketiga, pemegang visa jangka panjang yang masih berlaku dan diterbitkan oleh negara anggota Area Schengen dapat memasuki wilayah seberang laut Prancis tanpa memerlukan visa tambahan.

Pemerintah Prancis menegaskan bahwa pembebasan visa tidak otomatis berlaku bagi seluruh pemohon yang tampaknya memenuhi syarat.

Kelayakan akhir tetap bergantung pada wilayah seberang laut yang akan dikunjungi karena masing-masing wilayah memiliki ketentuan tersendiri berdasarkan regulasi menteri yang berlaku.

Wilayah Seberang Laut Prancis (Overseas France)

Mengutip World Atlas, Prancis pernah memiliki kekaisaran yang membentang di berbagai belahan dunia.

Pada puncaknya pada 1929, Kekaisaran Prancis menguasai sekitar 8,7 persen permukaan daratan Bumi, termasuk sebagian besar wilayah Afrika dan Asia.

Kini, meski bukan lagi kekuatan kolonial terbesar, Prancis masih mempertahankan 13 wilayah seberang laut.

Mengutip travelfrancebucketlist.com, berikut daftar 13 wilayah seberang laut Prancis.

1. Guyana Prancis

Guyana Prancis terletak di pesisir timur laut Amerika Selatan dan berbatasan dengan Brasil serta Suriname.

Ibu kotanya adalah Cayenne.

Selain daratan utama, wilayah ini memiliki beberapa pulau kecil, termasuk Pulau Setan (Devil's Island).

2. Guadeloupe

Guadeloupe berada di bagian timur Laut Karibia dan termasuk Kepulauan Antillen Kecil.

Wilayah ini terdiri atas enam pulau berpenghuni, yakni Basse-Terre, Grande-Terre, Marie-Galante, La Désirade, serta dua pulau di gugusan Îles des Saintes.

3. Martinique

Martinique merupakan bagian dari Kepulauan Antillen Kecil di Laut Karibia.

Ibu kotanya adalah Fort-de-France, yang juga menjadi salah satu kota utama di kawasan Karibia.

4. Mayotte

Mayotte terletak di Samudra Hindia, di bagian utara Selat Mozambik.

Wilayah ini memiliki dua pulau utama, yaitu Grande-Terre dan Petite-Terre.

Mamoudzou merupakan ibu kota Mayotte dan berada di Pulau Grande-Terre.

5. Polinesia Prancis

Polinesia Prancis terdiri atas 121 pulau dan atol di Samudra Pasifik Selatan.

Pulau-pulaunya terbagi ke dalam lima gugusan, yaitu Kepulauan Tuamotu, Gambier, Marquesas, Austral, serta Society Islands yang mencakup Kepulauan Windward dan Leeward.

6. Réunion

Réunion merupakan sebuah pulau di Samudra Hindia.

Ibu kotanya adalah Saint-Denis yang terletak di dekat muara Sungai Saint-Denis.

7. Kaledonia Baru

Kaledonia Baru berada di Samudra Pasifik, di sebelah selatan Vanuatu.

Wilayah ini meliputi Pulau Grande Terre, Kepulauan Loyalty, Kepulauan Chesterfield, Kepulauan Belep, serta Isle of Pines.

8. Saint Barthélemy

Saint Barthélemy atau St. Barts merupakan salah satu destinasi wisata Karibia milik Prancis.

Ibu kotanya adalah Gustavia, dengan budaya dan bahasa yang sangat dipengaruhi Prancis.

9. Saint Martin

Saint Martin merupakan wilayah Prancis di Pulau Saint Martin, sekitar 300 kilometer di timur Puerto Rico.

Bagian lain pulau tersebut, Sint Maarten, merupakan wilayah Belanda.

Ibu kota Saint Martin adalah Marigot.

10. Wallis dan Futuna

Wallis dan Futuna merupakan gugusan tiga pulau utama beserta sejumlah pulau kecil di Pasifik Selatan, dekat Fiji dan Samoa.

Ibu kotanya adalah Mata Utu, dengan mata uang franc CFP.

11. Pulau Clipperton

Pulau Clipperton merupakan atol tak berpenghuni di Samudra Pasifik bagian timur.

Atol ini terletak sekitar 1.090 kilometer di barat daya Meksiko.

12. Saint Pierre dan Miquelon

Saint Pierre dan Miquelon merupakan satu-satunya wilayah seberang laut Prancis di Amerika Utara.

Wilayah ini terdiri atas dua pulau utama, yaitu Saint Pierre dan Miquelon, yang merupakan pulau terbesar.

Kedua pulau tersebut berada di lepas pantai Newfoundland, Kanada.

Luas wilayahnya sekitar 242 kilometer persegi dengan populasi sekitar 5.700 jiwa.

13. Daratan Selatan dan Antartika Prancis

Wilayah ini terdiri atas sejumlah pulau yang tersebar di Samudra Hindia bagian selatan.

Sebagian berada di sekitar Madagaskar, sementara lainnya terletak lebih dekat ke Antartika.

Wilayah ini tidak memiliki penduduk tetap, tetapi dihuni sementara oleh peneliti dan petugas stasiun meteorologi.

Hubungan Bilateral Indonesia–Prancis

Mengutip kemlu.go.id, hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis telah terjalin sejak 4 Januari 1950 dan memasuki usia 76 tahun pada 2026.

Dalam satu dekade terakhir, hubungan kedua negara berkembang menjadi kemitraan strategis melalui Kemitraan Strategis 2011, Rencana Aksi 2022–2027, serta deklarasi visi bersama menuju 2050 yang disepakati saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025.

Di bidang politik, kedua negara berkomitmen memperkuat dialog tingkat tinggi melalui kunjungan rutin, konsultasi tahunan, dan mekanisme "2+2" yang melibatkan menteri luar negeri dan pertahanan.

Di sektor pertahanan, kerja sama diperluas melalui latihan militer bersama, pertukaran personel, operasi pemeliharaan perdamaian, serta kolaborasi dalam keamanan siber, penanggulangan terorisme, dan kejahatan lintas negara.

Kerja sama maritim juga terus diperkuat, terutama dalam pengembangan ekonomi biru, riset kelautan, pelestarian mangrove, pengurangan polusi plastik, dan peningkatan kapasitas riset oseanografi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari peta jalan kemitraan menuju 2050.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Prancis berupaya menciptakan hubungan perdagangan dan investasi yang lebih seimbang dengan fokus pada sektor transportasi, digital, kecerdasan buatan, transisi energi, dekarbonisasi, antariksa, dan hilirisasi industri.

Pada 2024, hampir 200 perusahaan Prancis beroperasi di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 54.000 tenaga kerja.

Kedua negara juga memiliki kesamaan pandangan dalam isu global, seperti penghormatan terhadap hukum internasional, transisi energi, perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Sementara di bidang pendidikan dan budaya, kerja sama difokuskan pada peningkatan mobilitas mahasiswa dan peneliti, penguatan kemitraan universitas, program beasiswa, serta pengembangan industri kreatif dan pertukaran budaya.

Secara keseluruhan, hubungan Indonesia–Prancis kini bertumpu pada empat pilar utama, yaitu dialog politik, pertahanan dan maritim, transformasi ekonomi hijau berbasis teknologi, serta penguatan kerja sama pendidikan, budaya, dan hubungan antarmasyarakat.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.