Andrey Santos telah resmi meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Manchester United setelah menyadari bahwa jalannya menuju posisi reguler di tim utama di Stamford Bridge tertutup. Menghadapi persaingan ketat di lini tengah serta tidak adanya kompetisi Eropa yang bisa memberinya menit bermain tambahan, gelandang asal Brasil itu meminta untuk dipindahkan, yang akhirnya menghasilkan kepindahan menguntungkan ke Old Trafford demi melanjutkan perkembangannya.
Persaingan Ketat di Stamford Bridge
Menurut laporan dari Daily Mail, Santos memutuskan untuk meninggalkan Chelsea karena sektor gelandang di klub tersebut sudah terlalu padat.
Setelah Moises Caicedo menandatangani kontrak baru dan klub menuntut £120 juta untuk sekadar mempertimbangkan menjual Enzo Fernandez, Santos menyadari peluangnya untuk bermain semakin menipis.
Dengan kehadiran Romeo Lavia dan Dario Essugo yang juga bersaing memperebutkan posisi di tengah lapangan, Santos tahu bahwa waktu bermainnya akan sangat terbatas.
Chelsea akan menjalani musim tanpa kompetisi Eropa, yang berarti rotasi pemain akan lebih jarang. Akibatnya, Santos meminta perwakilannya untuk mencari opsi lain, dan Manchester United berhasil mengamankan jasanya dengan biaya awal sebesar £48 juta ditambah tambahan £2 juta.
Kekecewaan di Bawah Asuhan Enzo Maresca
Sebelumnya, Chelsea menolak tawaran £45 juta dari West Ham, namun Santos kesulitan menunjukkan konsistensi saat diberi kesempatan bermain. Dalam pertandingan melawan Brighton, sentuhan buruk dari Santos memaksanya melakukan umpan terpaksa yang akhirnya menyebabkan Trevoh Chalobah mendapat kartu merah dan Chelsea kalah 3-1.
Enzo Maresca, manajer saat itu, sangat kecewa dengan kesalahan tersebut. Setelah insiden itu, Maresca menarik Santos di babak pertama saat menghadapi Nottingham Forest dan kemudian hanya memberinya kesempatan tampil di pertandingan piala dan kompetisi Eropa yang dianggap kurang bergengsi. Meskipun memiliki bakat yang jelas, Santos semakin sulit mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari Maresca ketika tim finis di posisi ke-10 Liga Premier.
Liam Rosenior Kehilangan Kepercayaan
Kedatangan Liam Rosenior awalnya diharapkan bisa menghidupkan kembali karier Santos di Chelsea, terutama karena keduanya pernah bekerja sama dengan baik di Strasbourg. Pada awal masa kepemimpinannya, Rosenior memberikan Santos kesempatan tampil sebagai starter secara beruntun. Namun, hubungan mereka memburuk setelah pertandingan melawan Burnley pada Februari lalu. Rosenior secara terbuka mengkritik seorang pemain karena gagal menjaga Zian Flemming yang mencetak gol sundulan di waktu tambahan dan membuat skor menjadi imbang 1-1.
Tak lama setelah itu, Santos terlihat menjaga Flemming di situasi sepak pojok lain, yang mengindikasikan bahwa dialah pemain yang dimaksud. Seiring berjalannya musim, Rosenior mencadangkan Santos, meninggalkannya di bangku cadangan tanpa bermain dalam dua laga terakhirnya. Selama masa interim di bawah Calum McFarlane, Santos juga melakukan kesalahan penting dalam penjagaan saat menghadapi Manchester City.
Apa Selanjutnya untuk Andrey Santos?
Manchester United kini berinvestasi pada potensi yang dimiliki Santos, bukan pada pemain yang sudah jadi. Pemain asal Brasil tersebut harus fokus beradaptasi dengan kehidupan di Old Trafford dan berjuang untuk mendapatkan tempat reguler di tim utama. Jika Santos mampu menghilangkan kesalahan defensif yang merugikan dan menampilkan kemampuan mengoper bola yang luar biasa, ia memiliki kesempatan besar untuk membuktikan bahwa keputusan Chelsea melepasnya adalah kesalahan, sekaligus menjadi sosok penting bagi Manchester United.