Setelah menjalani musim buruk yang hampir berakhir dengan degradasi, Tottenham Hotspur mengejutkan banyak pihak dengan mengeluarkan lebih dari £185 juta untuk dua pemain baru di lini tengah. Manchester United menghabiskan hampir £85 juta untuk dua rekrutan di posisi yang sama dan masih berencana menambah satu gelandang lagi. Sementara itu, Manchester City melakukan transfer termahal di bursa kali ini — gelandang Elliot Anderson.
Meski jendela transfer di Inggris baru saja dibuka, sudah lebih dari £440 juta dihabiskan hanya untuk mendatangkan pemain tengah. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat.
Jelas bahwa penguasaan lini tengah kembali menjadi prioritas bagi klub maupun tim nasional. Kita telah menyaksikan Spanyol mendominasi Prancis yang sebelumnya dianggap tak terhentikan melalui kontrol di area tengah, Norwegia menyingkirkan Brasil berkat performa luar biasa di lini tengah terutama dari Martin Odegaard, serta Carlo Ancelotti yang mengatakan kepada kami bahwa perombakan lini tengah akan dibutuhkan untuk siklus tim nasional berikutnya.
Sepanjang sejarah taktik sepak bola, berbagai variasi telah digunakan untuk menguasai lawan, baik dengan maupun tanpa bola. Sepak bola langsung khas Inggris dahulu diimbangi oleh gaya operan Skotlandia. Brasil memperkenalkan dunia pada joga bonito, dan bek sayap yang dulu hanya fokus bertahan kini juga menjadi bagian penting dalam serangan.
Formasi 4-2-3-1 sempat mengembalikan fokus pada permainan sayap setelah 4-3-3 mendominasi era dari Rinus Michels hingga Pep Guardiola. Namun di masa kini, ketika setiap tim dianalisis secara mendalam dan solusi baru diciptakan setiap pekan oleh para analis serta pelatih, pendekatan baru menjadi keharusan.
Pep Guardiola kemudian menengok kembali pada sistem Herbert Chapman, yakni W-M atau 3-2-2-3, yang menghidupkan kembali nilai permainan sentral dalam interpretasi modern. Sistem ini, yang juga dapat dilihat sebagai 3-2-5 dengan dua gelandang bertahan dalam fase membangun serangan, menjadi pondasi bagi banyak tim di seluruh dunia. Pola membangun serangan mulai meniru struktur mirip WM. Lini tengah pun kembali menjadi pusat penting seiring evolusi permainan, dan pasar transfer merespons hal itu dengan cepat.
Menariknya, setelah kepergian Pep Guardiola, target transfer utama Manchester City justru seorang gelandang: Elliot Anderson. Salah satu pemain paling diburu di pasar Inggris ini sebelumnya berada dalam radar Manchester United dan dikaitkan pula dengan Liverpool, namun begitu The Citizens masuk dalam negosiasi, tak ada lagi keraguan mengenai arah kepindahannya.
Menjadi pemain inti untuk tim nasional Inggris di Piala Dunia dan tampil menonjol bersama Nottingham Forest dalam beberapa musim terakhir, Elliot yang kini berusia 23 tahun dibanderol £116 juta. Ia menjadi pemain termahal yang direkrut sejauh ini di bursa transfer.
Usai dua musim yang ingin dilupakan, Tottenham memutuskan untuk meninggalkan kebijakan hemat dan membuka buku cek mereka. Upaya mereka untuk menatap masa depan baru berpusat pada revolusi lini tengah melalui perekrutan Sandro Tonali (£100 juta) dan Mateus Fernandes (£85 juta). Setelah Elliot, keduanya menjadi transfer termahal berikutnya di jendela kali ini. Keduanya juga sempat dipantau oleh Manchester United.
Manchester United, yang kini dilatih oleh mantan gelandang Michael Carrick, juga menjadikan penguatan lini tengah sebagai prioritas utama di bursa transfer ini. Mereka menargetkan tiga pemain di posisi tersebut dan telah mengamankan dua nama: Andrey Santos (£48 juta) dan Youri Tielemans (£35 juta).
Dengan kepergian Casemiro dan cedera jangka panjang yang menimpa Manuel Ugarte, klub mencari tenaga baru di lini tengah, menambah tempo serta soliditas pertahanan melalui Andrey, dan kreativitas lewat Tielemans yang akan bergabung dengan Bruno Fernandes, Mason Mount, Kobbie Mainoo, serta satu pemain baru lagi yang masih ditunggu kedatangannya. Alex Scott dari Bournemouth menjadi salah satu nama yang dikaitkan.
Kembali ke Liga Champions, United sebelumnya telah memperkuat lini serang mereka dengan wajah-wajah baru seperti Matheus Cunha, Benjamin Sesko, dan Bryan Mbeumo. Kini, untuk melangkah ke tahap berikutnya, mereka tengah menjalankan revolusi di lini tengah.
Sementara itu, Everton juga membuka jendela transfer dengan mendatangkan dua gelandang: Hayden Hackney dan Merlin Rohl dengan total biaya sekitar £33,5 juta untuk keduanya.
Newcastle, yang kehilangan Tonali dan tengah melihat Bruno Guimarães diminati oleh Arsenal, merekrut Sean Steur dengan biaya hampir £20 juta. Jika maestro asal Brasil itu benar-benar hengkang, maka mereka akan membutuhkan tambahan pemain tengah baru.
Bursa transfer baru saja dimulai, dan dengan investasi lebih dari £440 juta untuk posisi gelandang sejauh ini, angka tersebut hampir pasti akan meningkat sebelum Liga Premier kembali bergulir. Musim baru menjanjikan banyak perubahan, terutama di lini tengah...