BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Program pemerintah pusat yaitu Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan telah berjalan sekitar satu tahun. Program sekolah yang diperuntukan bagi anak dari keluarga pra sejahtera ini di bersiap menyambut siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Siswa baru Sekolah Rakyat di Kalsel bakal menempati gedung permanen yang baru dibangun di tiga tempat di Kalsel, salah satunya di Kota Banjarbaru.
Pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru bakal digelar di gedung permanen di Guntungmanggis Landasan Ulin, Banjarbaru.
Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru yang juga PIC Kemensos RI, Radna Dewi Sartika, mengungkapkan pelaksanaan MPLS untuk SRT 2 Banjarbaru dimulai pada tanggal 31 Juli 2026 mendatang. Sementara, MPLS tahap 1 secara nasional telah mulai sejak tanggal 14 Juli 2026 lalu.
Nantinya, para siswa baru dari Kota Banjarbaru ini akan diantar secara langsung oleh orang tuanya sehari sebelum pelaksanaan MPLS dan siswa langsung menginap atau tinggal disana.
Adapun kouta siswa baru di SRT 2 Banjarbaru untuk jenjang SD sebanyak 60 orang terbagi dari dua rombel. Kemudian jenjang SMP sebanyak 120 siswa, dan jenjang SMA koutanya 90 siswa.
Baca juga: Bea Cukai Banjarmasin Belum Tahu Pemilik Satu Truk Rokok Ilegal yang Diamankan di Pelabuhan
Namun, ungkap Radna, hingga saat ini kouta yang tersedia di SRT 2 Banjarbaru tersebut belum terpenuhi dan masih melakukan proses pencarian atau seleksi.
“Jumlah masih kurang dan masih dicari, diseleksi kembali untuk calon siswa yang kurang. Karena yang untuk SD sendiri kekurangannya itu ada 18, kemudian yang SMP itu kurangnya 28, kemudian yang untuk SMA itu kurangnya 25. Saat ini masih dilakukan proses penyaringan,” ungkapnya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, gedung permanen disebut sudah hampir rampung dan siap untuk menyambut siawa baru SRT 2 Banjarbaru. Termasuk kesediaan utilitas seperti listrik dan air bersih.
“Penyediaan air dan listrik, itu masih menunggu pemasangan trafo. Kemudian PDAM sudah dilakukan instalasi air sampai nanti itu masuk ke instalasi yang pikir ya yang sudah langsung masuk ke bangunan-bangunan,” ungkapnya.
Di sisi lain, untuk tenaga pengajar di SRT 2 Banjarbaru bakal diambil dari sekolah rintisan, dengan tambahan guru mata pelajaran untuk SMP yang diupayakan melalui Dinas Pendidikan.
Sementara dalam rakor di Aula Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru ini dipimpin secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni diungkapkan bahwa calon siswa Sekolah Rakyat memiliki kreteria tertentu yang telah ditetapkan, yaitu dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, masyarakat atau keluarga di Kota Banjarbaru menurutnya cenderung lebih banyak yang tergolong mampu, sehingga cukup kesulitan mencari kreteria calon siswa yang dimaksud.
Saat ini, kata Sekda, pihaknya sedang berupaya mencari siswa kurang mampu yang memenuhi kriteria masuk Sekolah Rakyat dengan bekerja sama pihak kecamatan dan kelurahan di Banjarbaru.
“Kami akan tetap berupaya nanti dengan bekerja sama dengan kawan-kawan di Camat dan Lurah, turun ke lapangan lagi mencari siswa ataupun anak-anak didik yang mungkin yang tidak mampu yang sesuai dengan ketentuan untuk dimasukkan ke sekolah kami,” jelasnya.
(banjarmasinpost.co.id/rizki fadilah)