Daftar Isi Brankas Etik Suryani Bupati Sukoharjo Nonaktif, Ada Emas Rp 7,3 Miliar
Arie Noer Rachmawati July 16, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan baru dalam kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Penyidik membuka dua brankas yang ditemukan di sebuah rumah di Kabupaten Wonogiri dan Kota Solo, Jawa Tengah.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang tunai dalam rupiah maupun mata uang asing, serta logam mulia yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

KPK menduga salah satu brankas digunakan oleh Bupati Sukoharjo nonaktif, Etik Suryani, untuk menyimpan uang yang berasal dari dugaan upah pungut dan setoran rutin dari sejumlah OPD.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 9 hingga 10 Juli 2026.

Sehari setelahnya, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Etik Suryani, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko, serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Tri Mulyo.

Baca juga: Harta Kekayaan dan Isi Garasi Eko Sapto Pramono Plt Bupati Sukoharjo Rp 7 M, Gantikan Etik Suryani

Isi Brankas Etik Suryani di Wonogiri

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik menemukan sebuah brankas di sebuah rumah di Kabupaten Wonogiri.

Brankas tersebut memiliki tinggi sekitar sedada orang dewasa.

Berdasarkan hasil penyidikan, brankas itu diduga menjadi tempat penyimpanan uang yang berasal dari upah pungut maupun setoran rutin OPD.

Saat dibuka, brankas tersebut memiliki empat laci yang seluruhnya berisi uang tunai. 

Isinya terdiri atas rupiah, dollar Australia, dollar Amerika Serikat, yen Jepang, ringgit Malaysia, hingga baht Thailand.

"Ini adalah brangkas milik bupati yang berlokasi di daerah Wonogiri di mana brankas ini digunakan oleh bupati untuk menampung dan menyimpan uang, baik pungutan dari upah pungut maupun setoran rutin dari OPD," ujar Budi dilansir dari kanal YouTube KPK, Sabtu, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 5 Tahun Jabat Bupati Sukoharjo, Etik Dapat Setoran Upah Pungut Rp2,93 M, Lanjutkan Tradisi Suami

Isi Brankas Etik Suryani di Solo

Selain di Wonogiri, penyidik KPK juga membuka brankas lain yang berada di kawasan Laweyan, Kota Solo.

Brankas tersebut berukuran lebih kecil dengan tinggi sekitar selutut orang dewasa.

Di lokasi ini, KPK menemukan uang tunai serta logam mulia sebanyak 25 keping dengan berat masing-masing 100 gram atau total 2,5 kilogram.

Nilai emas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 7,3 miliar.

Budi mengatakan, seluruh barang yang ditemukan di dalam brankas ikut diamankan sebagai barang bukti dalam penyidikan perkara dugaan korupsi tersebut.

Baca juga: Harta Kekayaan dan Isi Garasi Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Ditangkap KPK, Cek Rekam Jejaknya

Total Barang Bukti Capai Rp 21 Miliar

Dalam operasi tangkap tangan Bupati Sukoharjo, KPK menyita barang bukti dengan nilai keseluruhan sekitar Rp 21 miliar.

Rinciannya meliputi uang tunai sebesar Rp 6,4 miliar, valuta asing senilai sekitar Rp 7,5 miliar, serta logam mulia seberat 2,5 kilogram dengan nilai sekitar Rp 7,3 miliar.

Uang valuta asing yang disita terdiri atas 460.350 dollar Singapura, 30.000 dollar Australia, 31.300 dollar Amerika Serikat, 586.000 yen Jepang, 12.210 ringgit Malaysia, dan 34.585 baht Thailand.

Rumah di Wonogiri Jadi Lokasi Penggeledahan

Salah satu rumah yang didatangi penyidik berada di Dusun Bulu RT 1 RW 6, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. 

Rumah limasan tersebut merupakan rumah keluarga suami Etik Suryani, Wardoyo Wijaya, yang pernah menjabat Bupati Sukoharjo periode 2010-2021.

Warga sekitar menyebut Wardoyo sudah lama tidak tinggal di rumah tersebut.

Saat didatangi TribunSolo pada Senin (13/7/2026), bangunan tampak tertutup rapat tanpa garis penyegelan maupun penjagaan dari KPK.

Rumah Keluarga di Laweyan Ikut Diperiksa

Penyidik juga mendatangi rumah orang tua Etik Suryani di Kampung Jagalan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo.

Berdasarkan keterangan warga, rumah dua lantai bercat merah itu kini ditempati adik Etik. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.